Featured

Dari Email ke Blog: Reza, Lukman, dan Cerita-Cerita yang Menemukan Jalannya

Tidak semua orang lahir dengan pena di tangannya. Saya justru sebaliknya. Menulis dulu terasa seperti hukuman sekolah yang ingin saya hindari selamanya. Sampai dua bocah kecil datang membawa keajaiban: Reza dan Lukman. Sejak itu, kata-kata tak lagi sekadar tulisan; mereka berubah jadi cara saya menyimpan tawa, pertanyaan aneh, bahkan air mata yang hadir di perjalanan …

Continue reading Dari Email ke Blog: Reza, Lukman, dan Cerita-Cerita yang Menemukan Jalannya

Hijab Yang Datang Dua Bulan Kemudian

Saya punya kebiasaan mensilent notifikasi Tok***** dan Sho***. Kedua aplikasi itu rajin sekali mengirim promosi yang tidak saya butuhkan. Masalahnya, ketika semua notifikasi dimatikan, informasi penting seperti status pengiriman atau masalah pesanan ikut tidak terbaca. Pagi ini, sekitar pukul delapan, bel rumah berbunyi. Saya langsung bingung. Libur-libur begini, pagi-pagi siapa datang bertamu? Saya turun, tetapi …

Continue reading Hijab Yang Datang Dua Bulan Kemudian

Ketika Lukman Mengalami Disney Fatigue

Tadi saya melihat berita bahwa film Coco 2 akan tayang pada November 2029, dengan Miguel yang sudah beranjak remaja. Karena saya sangat menikmati Coco pertama, baik visual animasi maupun lagu-lagunya, berita itu langsung saya kirimkan kepada Lukman. Beberapa saat kemudian saya baru ingat bahwa Lukman sudah tidak mau menonton film produksi Disney lagi. “Oh iya. …

Continue reading Ketika Lukman Mengalami Disney Fatigue

Cooking Is Fun, Bahkan Ketika Mamanya Tidak Bisa Masak

Saya bisa memasak, tetapi tidak ahli. Kemampuan memasak saya terbatas. Namun kalau saya membuat Indomie, anak-anak selalu mengatakan buatan Mama lebih enak. Entah memang lebih enak atau ada sedikit favoritisme, saya terima saja pujiannya. Hahahaha. Ketika anak-anak mulai memasuki usia selalu lapar, saya berkata kepada mereka, “Kalian harus belajar masak sendiri. Minimal kalau kelaparan, kalian …

Continue reading Cooking Is Fun, Bahkan Ketika Mamanya Tidak Bisa Masak

Berbagi Cerita Bersama LRD Member

Kemarin saya berkesempatan berbagi cerita bersama para orang tua anak berkebutuhan khusus di komunitas LRD Member. Materinya bukan teori. Bukan pula tips praktis yang bisa diterapkan dalam semalam. Saya hanya menceritakan perjalanan keluarga kami. Tentang Reza yang gifted. Tentang Lukman yang berada dalam spektrum autisme. Tentang jalan yang tidak selalu mudah, tetapi selalu memberi pelajaran …

Continue reading Berbagi Cerita Bersama LRD Member

Benang Merah

Hari ini saya baru menyadari sesuatu. Kalau dulu ada yang bertanya apa cita-cita saya, jawabannya bisa berubah-ubah. Pernah ingin menjadi arsitek, lalu memilih kuliah ekonomi karena itulah jalan yang saya tempuh untuk masuk UI tanpa memberatkan orang tua. Setelah lulus menjadi sarjana, saya bekerja di bank asing, sesuai dengan topik skripsi saya. Namun, rutinitas yang …

Continue reading Benang Merah

Jejak Sang Kakak

Beberapa hari ini saya sedang banyak mengenang perjalanan Lukman. Mungkin karena tugas akhirnya sudah selesai. Mungkin juga karena sebentar lagi ia akan diwisuda. Ada banyak kenangan yang kembali bermunculan. Sepanjang perjalanan sekolah kedua anak saya, Reza dan Lukman sebenarnya tidak pernah benar-benar bersekolah di tempat yang sama. Saat Reza di SD, Lukman masih balita. Saat …

Continue reading Jejak Sang Kakak

Ketika Kesedihan Menjadi Konten

Saya termasuk generasi yang mulai menulis ketika blog masih menjadi rumah bagi banyak cerita. Saat itu, saya tidak terlalu memikirkan berapa banyak orang yang membaca tulisan saya. Saya hanya ingin menyimpan perjalanan keluarga kami. Jika ternyata ada orang tua lain yang merasa terbantu, saya bersyukur. Kalau pembacanya sedikit, saya pun tetap menulis. Seiring waktu, media …

Continue reading Ketika Kesedihan Menjadi Konten

Alhamdulillah, Satu Langkah Lagi

Alhamdulillah. 🎓 Ada perjalanan yang panjang di balik satu kalimat sederhana: "Lulus sidang Tugas Akhir." Tanggal 25 Juni 2026 yang lalu Lukman berhasil menyelesaikan satu tahap penting dalam perjalanannya di D3 Manajemen Pemasaran. Tanpa terasa, kami sampai di titik ini. Perjalanan yang tidak selalu mudah, penuh proses belajar, tantangan, dan penyesuaian. Namun, selangkah demi selangkah, …

Continue reading Alhamdulillah, Satu Langkah Lagi

Yang Tidak Berubah Setelah Delapan Tahun

Malam ini Facebook mengingatkan saya pada sebuah memori delapan tahun yang lalu. Sambil tersenyum, saya bertanya dalam hati, "Waktu itu Lukman masih kelas berapa, ya?" Karena penasaran, saya membuka blog lama untuk mencari jawabannya. Saya menemukan kembali tulisan yang saya buat pada bulan Juni 2018. Judulnya Achievements. Di dalamnya saya menulis: "Nilai itu bukan segalanya. …

Continue reading Yang Tidak Berubah Setelah Delapan Tahun

Pak Tua: Bintang Baru Instagram Kami

Kalau beberapa bulan lalu ada yang bilang akun Instagram @newmpessig akan diramaikan oleh seekor kucing kampung tua yang bahkan bukan kucing peliharaan, saya mungkin tidak akan percaya. Awalnya Pak Tua hanyalah salah satu kucing yang sesekali lewat di depan rumah. Bulu oren kusam. Tubuh kurus. Wajahnya terlihat lebih tua dibanding kucing-kucing lain yang sering datang. …

Continue reading Pak Tua: Bintang Baru Instagram Kami