Reza’s Story

img_0043-copy

Disini ada kumpulan cerita-cerita Reza dimasa balita (lahir 4 Desember 2001). Buanyaaak sekali cerita Reza dimasa balita, karena menyenangkan sekali mengeksplorasi dunia melalui pandangan matanya diperiode itu. Reza tumbuh sebagai anak yang penuh rasa ingin tahu, bawel, suka berteman, jahil/isengan, pede banget dan senang mendapat berbagai pengetahuan baik dari sumber-sumber resmi, maupun dari obrolan dengan siapapun yang dikenalnya. Tapi karena belum terdokumentasikan dengan rapi, Mamanya cuma bisa kumpulkan sedikit cerita dari kumpulan email yang ditulis saat itu, plus cerita yang didokumentasikan oleh Sekolah Tetum di blognya.

Itu masa keemasan ketika balita. Ketika masuk ke tahapan Sekolah Dasar, Reza mulai belajar akademis dan… tersandung-sandung mengikuti derap sekolah, walaupun bermodalkan IQ yang cerdas istimewa. Yah, seperti yang dikatakan seorang psikolog: Berbakat memang belum tentu berprestasi. Ada banyak faktor yang menentukan apakah seorang anak berbakat mampu meraih segudang prestasi atau bahkan tidak berprestasi sama sekali. Lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat serta dirinya sendiri tentunya sangat mempengaruhi seorang anak berbakat tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi dirinya.

Reza selalu bermasalah dengan tulisannya. Sampai kelas tiga SD Reza masih kesulitan menulis dengan jelas, dan ketahanan (tenaga) menulisnya sangat rendah. Sehingga kalau diberi tugas menulis disekolah, atau saat sedang ulangan tertulis Reza selalu tidak dapat menyelesaikan pada waktunya. Akhirnya kami bawa Reza ke klinik tumbuh kembang untuk melakukan asesmen pada Reza, dan saat itu diketahui kemampuan psikomotoriknya kurang memadai, sehingga tidak heran Reza mengalami kesulitan dalam menulis dan menyalin. Bukan karena ia malas atau tidak mau mengerjakan, tapi memang karena ia bermasalah disisi itu.

Ketika Reza ditest kemampuan intelegensianya kami sangat terkejut ketika hasil test IQnya menghasilkan skor 144 skala Wechsler atau masuk kategori very superior, sehingga dikatakan cerdas istimewa. Namun dari hasil test IQ itu pula terungkap bahwa kemampuan psikomotorik Reza rendah, sehingga dengan ketidak-sinkronan ini tidak heran kalau Reza belum dapat mengoptimalkan potensinya yang sangat tinggi itu.

Di akhir semester ganjil kelas 5 SD, kami dapat kejutan dari Reza: hasil rapornya turun, dan ini yang paling drastis turunnya. Bayangkan, nilai pelajaran IPS yang biasanya jadi favoritnya, dari nilai 9,1 di semester sebelumnya turun menjadi 6,8 disemester tersebut. Setelah ada pembicaraan serius dengan Reza dan ayahnya, saya lalu pergi konsultasi pada seorang psikolog yang sudah mengenal Reza sejak masih playgroup dan masih mengikuti perkembangan selama Reza sekolah di SD. Beliau juga mengetahui kesulitan Reza menulis, perjuangan Reza di terapi untuk bisa menghasilkan tulisan yang ‘cukup jelas untuk dibaca’. Karena itu saya kembali lagi pada beliau untuk bertanya: apalagi sih yang harus kami lakukan, supaya masalah Reza dalam belajar bisa diatasi, supaya ia bisa fokus tanpa harus merasa terpaksa, dan apakah ada masukan utk pola pengasuhan kami, menimbang Reza juga mulai memasuki masa awal pubertas. Untuk lebih mendapatkan observasi yang lebih baik, selanjutnya Reza diobservasi oleh seorang terapis okupasi dan seorang terapis wicara, bertiga dengan sang psikolog Reza mengerjakan tugas-tugas untuk dilihat kemampuannya.

Hasil dua kali datang ke psikolog adalah sebagai berikut. 1) Beliau melihat Reza sangat berjuang untuk menulis, untuk bercerita ttg perjalanan dr rumah ke sekolah saja awalnya rapih dan kecil tp lalu jadi besar & berantakan. Kalau dia berusaha untuk rapih & kecil terus, dia akan lupa pd kontennya. 2) Selain itu, Reza tdk bisa menuangkan ide/pikirannya dengan lancar. Mengherankan, walau kecerdasan Reza sangat baik, memori bagus, tapi ia tidak bisa bercerita dengan baik. 3) Bicaranyapun ada yang terputus-putus, tidak smooth. Sedangkan menurut terapis okupasi, Reza mengalami kecenderungan gangguan dyspraxia atau juga dikenal sebagai development coordination disorder. Sebelumnya saya pikir Reza lebih mirip kondisinya kearah dysgraphia (kesulitan menulis) tapi semakin kesini saya makin tahu bukan hanya menulis saja kesulitan yang dihadapi Reza, tapi juga kesulitan untuk mengkoordinasi dan melakukan suatu gerakan tertentu dan gerakan tubuh.

Akhirnya Reza ikuti terapi Sensori Integrasi, juga terapi dengan Ortopedagog selama 3 bulan. Ketika itu juga kami seringkali diskusi bertiga – saya, Papanya dan Reza – berusaha menggali hambatan yang ditemui Reza disekolah. Dari diskusi-diskusi itu kami jadi dapat memahami problem apa saja yang menjadi ganjalan bagi Reza, dan dari sana kami berikan bimbingan agar ia dapat memecahkan masalahnya, dan terus memonitor perkembangan seterusnya dari masalah-masalah tersebut. Kami bersyukur komunikasi dirumah cukup berjalan dengan baik. Walau tetap ada kejutan-kejutan karena tidak semua informasi didapatkan dengan mudah, dimana ada hal-hal yang mungkin Reza enggan ceritakan, atau hal-hal yang tidak sampai kepada kami karena Reza anggap tidak perlu dibicarakan (tetapi justru sebenarnya penting sekali dibicarakan) dengan baiknya komunikasi kejutan-kejutan itu dapat dihadapi dengan baik.

Di semester genap kelas 5, kami cukup senang dengan perubahan yang diperlihatkan Reza dalam proses belajarnya. Ia sekarang mau mempersiapkan pelajaran sebelum diajarkan disekolah, ia juga mau belajar rutin setiap minggu mengulang tambahan pelajaran tiap minggu walau tidak ulangan, dan tiap hari ia mau meluangkan waktu untuk memikirkan kembali (review) dan melaporkan apa-apa yang dipelajarinya hari itu disekolah. Hal-hal itu memang baru kami lakukan di semester tersebut.

Di akhir semester ganjil kelas 6, kami mendapat kejutan manis. Nilai rapornya Reza bagus. Ketika saya katakan pada gurunya “Hasilnya baik ya Bu” bu guru mengoreksi: “Baik sekali, Ma”. Untuk pelajaran IPS, PKN dan English nilai Reza jauh diatas rata-rata kelas. Untuk IPA, Matematika dan B. Indonesia juga diatas rata-rata kelas. Secara average nilai Reza diatas rata-rata kelas, dan ini pertama kalinya terjadi sepanjang dia sekolah SD. Di semester ini, Reza ikut bimbingan belajar. Sempat sih ada hasil tryout yang rendah, namun setelah berdiskusi dengan guru yang membimbing, lalu Reza dibantu lagi dijelaskan dan dilatih soal yang membingungkan untuknya. Memang tempat bimbelnya ini guru-gurunya sangat membantu, bahkan murid bisa membawa soal PR atau tugas sekolah untuk dibantu mengerjakannya.

Bulan November 2013 menjadi bulan terheboh dengan ulangan-ulangan di sekolah, tryout dan UAS di bimbelnya, juga menghadapi test masuk SMP membuat Reza cukup sibuk, belum lagi ada tugas akhir untuk sekolah, dimana murid seperti membuat skripsi dalam skala kecil. Reza sempat jatuh sakit, namun begitu sembuh ia langsung tancap gas, mengerjakan test masuk SMP, melakukan UAS di sekolah. Alhamdulillah Reza pada pengumuman penerimaan murid baru 2 minggu berikutnya sudah tercantum sebagai murid yang diterima di SMP yang diinginkan. Ketika UAS sekolah, Reza sudah terlihat berat untuk belajar dirumah namun lagi-lagi bantuan dari tempat bimbelnya sangat saya rasakan. Mereka justru membuka kesempatan untuk murid yang mau belajar untuk UAS sekolah, sesuai jadwalnya. Reza dengan kemauannya sendiri tiap hari ikut belajar di bimbel, berlatih soal-soal, dijelaskan lagi yang masih belum dikuasai sehingga ia tinggal istirahat saja dirumah. Selain nilai rapor yang baik, Reza mendapat hadiah sebagai peraih nilai test harian tertinggi (secara kumulatif sepanjang semester yang lalu) untuk cabang bimbingan belajar yang diikutinya juga menjadi peraih nilai tertinggi untuk IPS pada salah satu kesempatan tryout.

Sweet Closure

Memasuki semester genap, Reza menjalani banyak kegiatan yang luar biasa di sekolah. Ujian praktek sudah dimulai bulan Februari. Diawali dengan presentasi tugas akhir yang spektakuler (baca Semangat Tugas Akhir: Ide dan Pembuatannya  dan Presentasi Reza ) , lalu diikuti dengan ujian praktek tahap berikutnya untuk mata pelajaran lainnya. Belum lagi try out yang diadakan sampai 4x, lalu ulangan tengah semester dan ulangan akhir semester rutin seperti tiap tahunnya. Namun kami sangat bersyukur, ketahanan semangat dan motivasi Reza sangat terjaga sepanjang semester ini. Ia dengan kesadaran sendiri mau datang tiap hari ketempat bimbel saat ulangan maupun ujian akhir, sehingga dirumah saya tidak memintanya untuk belajar lagi, hanya refreshing saja.

Dengan cara itu sepertinya Reza cukup terjaga ketahanannya, sehingga hasilnya pun relative stabil. Yang membanggakan, ia selalu berada di ranking 3 atau 4 untuk tryoutnya, suatu hal yang luar biasa bagi Reza, mengingat ia baru take off di semester ganjil. Ketika menjalani Ujian Sekolah pun Reza terlihat tenang. Hari pertama ya ada lah sedikit grogi. Namun selama 3 hari ia katakan soalnya tidak lebih sulit dari tryout. Karena itu saya sudah yakin, hasilnya pun tak akan meleset jauh dari hasil tryout.

Selain kegiatan akademis, tentunya ada persiapan akhir masa sekolah SD. Baik itu pemotretan untuk buku tahunan dan foto resmi wisuda, lalu home visit, serta tasyakuran atau kalau disekolah lain disebut acara perpisahan. Berbagai kegiatan ini sangat menyenangkan untuk Reza dan dari cerita-ceritanya saya tahu akan meninggalkan kenangan manis yang akan dibawanya ke SMP. Maklumlah, Reza tidak meneruskan SMP disekolah yang sama dengan SDnya, namun pindah sekolah ke SMP Lazuardi (baca A New Phase of Life for Reza)  Jadi ia akan berpisah dengan teman-teman SD dan memulai pertemanan baru di SMP.

37s

Akhirnya sampailah kami di hari H, wisuda untuk para murid kelas 6. Acaranya bertemakan adat Sunda, sesuai dengan lokasi sekolah yang di Depok, Jawa Barat. Reza mengenakan baju beskap, blangkon dan selop, lalu berangkat lebih dulu karena berkumpul sebelum mulai acara. Sementara saya dan Papanya datang saat acara dimulai. Saya lihat para wisudawan dan wisudawati sudah duduk dibarisan kursi depan. Tak lama acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al Quran. Dilanjutkan berbagai sambutan yang disampaikan baik dari pihak sekolah maupun orangtua murid, diselingi dengan tarian dan nyanyian murid kelas 1-5. Setelah itu dimulai prosesi pengalungan medali kelulusan, dan disambung dengan pengumuman wisudawan/wati terbaik.

Setelah beberapa murid maju ke panggung, menerima piala didampingi orangtuanya, nama Reza dipanggil sebagai wisudawan dengan nilai kelulusan terbaik untuk dua matapelajaran: IPS dan PKN, dan kamipun maju mendampingi Reza untuk menerima pialanya.

rezass

Rasanya bangga dan terharu sekali, kalau memikirkan perjuangan Reza dan kami orangtuanya mengatasi segala kendala yang muncul, berbagai hal yang tidak diperkirakan selama ia menjalani pendidikan dasarnya, dan semua usaha dan juga kerja keras Reza berbuah manis sekali di akhir masa perjuangan itu.

Selamat ya Reza sayang, Papa Mama bangga sekali atas kerja keras dan semangatmu selama dikelas 6 ini, ingatlah bahwa belajar itu bisa menjadi menyenangkan, asal kita bisa mendapatkan motivasi dan niat yang kuat untuk menghadapi segala kendala.

Semoga semangat ini selalu bernyala didalam dadamu, melanjutkan kesuksesan yang sudah kau peroleh di akhir masa SD ini. Papa Mama pasti selalu mendukung dan mendoakan yang terbaik untukmu.

My First Son Slideshow : http://tripwow.tripadvisor.com/tripwow/ta-00f9-e3d8-26e4?lb

Mama Mendongeng

September 29, 2006

Hari Kamis yang lalu Mamanya kesekolah Reza, dalam rangka mau mendongeng untuk anak-anak TK (digabung, TK A – kelas Reza – dan TK B, baik yg pagi maupun yg siang). Memang ini program spesial bulan September disekolah Reza, tiap minggu ada orangtua yang diminta datang untuk cerita yang berhubungan dg topik sekolah tahun ini: nilai-nilai kemanusiaan.

Dari pagi Reza udah excited banget, waktu dijemput mobil sekolah (Mamanya yang khusus ijin tidak kekantor hari itu memperhatikan dia berangkat dengan mobil antar jemput dari pintu rumah) dia sudah teriak-teriak: “Mamaku mau datang kesekolah. Kamu belum pernah liat Mamaku kan?” Temennya, Kenzi, jawab: “Sudah pernah” Reza bilang: “Nggak, belum pernah!” Kenzi (yg memang beberapa kali sudah lihat Mamanya) jawab lagi: “Sudah! Itu dia Mamanya kan?” (sambil nunjuk kepintu rumah).

Saat Mamanya sampai disekolah, Reza bersorak-sorak gembira: “Mama! Mama!” sambil bilangin temen2nya: “Ini Mama Reza”. Temen-temannya dikelas TK B ada yg menghampiri, just to say hi, lucu sekali. Ketika itu anak-anak sedang istirahat sambil makan bekalnya. Jadi Mamanya sempat ngobrol dengan guru kelasnya dulu dan kenalan sama temen-teman sekelas Reza. Kalau Deandra (pujaan hatinya Reza), Aurora (yg nge-fans berat sama Reza), dan Kenzi (yang tadi pagi tunjuk-tunjuk) Mamanya sudah kenal, tapi yang lainnya baru tahu namanya hari itu. Dari kak Yati dapat cerita-cerita tentang kelakuan Reza & teman-teman. Salah satunya tentang Aurora. Aurora ini gadis cilik tipe yg pemaaf, walau sering diisengin Reza tetap berteman, palingan ngambek sebentar. Tapi dia sering tidak tahan kalau diledekin, pasti menangis. Reza bukannya kasihan, tapi malah tambah ngeledekin Aurora.

 

Waktu pagi hari sebelum Mamanya datang disekolah, Reza lagi pura-pura menjadi guru, berdiri didepan sambil cerita tentang Firaun dan Nabi Musa, lalu Reza bilang “Sekarang Reza jadi nabi Musa”. Terus kak Yatinya juga iseng, gangguin dia, bilang “Sekarang Aurora jadi istri Nabi Musa” Aurora dengan gembira jalan nyamperin Reza… Eeehh Rezanya langsung acting, menjatuhkan diri sambil bilang “Nabi Musa-nya meninggal!”🙄

Tapi waktu mendengarkan dongengan Reza mau diajak Aurora duduk disebelahnya. Mungkin karena Reza fokus mendengarkan Mamanya bercerita dia duduk dengan manis saja disebelah Aurora. Nah waktu ceritanya selesai, ada adegan dimana si dua orang anak tokoh ceritanya saling berpelukan, dan Mamanya juga bilang “Berpelukaaannn” seperti omongannya Teletubbies. Eh Reza dengan spontannya meluk Aurora sambil juga bilang “Berpelukaaannn”… hahaha… Sampai-sampai setelah selesai kelas kak Yati bilang sama Mamanya: “Wah Aurora bakalan nggak tidur deh nanti malam dipeluk sama Reza!”😆

Cooking Class

October 18, 2006
Tadi Reza telepon Mamanya dan laporan gini:
“Mama, tadi disekolah kita masak kue”
Wah seru dong, masak kue apa?
“Enak lah pokoknya”
Mama dibawain pulang nggak?
“Ngggg, tadi kuenya Eza makan banyak-banyak.
Jadi habis.
Maaf ya Mama….”

Kena Sendal

27 November 2006

Kemarin sore, Reza lagi makan sore nih didepan TV,  Mamanya didalam kamar.

Reza mendadak masuk kekamar sambil bilang: “Reza pipis, kena 8 sendal!”

Bingung juga, kok kena sendal?
Kapan? “Barusan”
Reza pipis dimana? “Diluar”
Baru engeh, berarti Reza pipis diteras depan dapur, karena dulu pernah juga gitu, berdiri di teras, pipisnya kearah halaman.
Ih Reza jorok deh, masak pipis di halaman!
Udah gitu sendal2nya Papa, Mama & mbak2nya jadi kena deh!
Dilaporin ke Papanya, Papanya malah ketawa2…

lol😆

HUT Reza Yang Ke 5

Sejak bangun tidur, Reza udah excited banget krn teman2 & guru2nya mau datang. Apalagi waktu lihat hasil dekor ruangan dari KFC, pinter banget menempatkan balon2 jadi bikin meriah ruangannya. Begitu masuk dan melihat ruangan yg sdh rapi, Rezanya bilang “Wooow”. Lukman juga gitu, lihat balon2 digantung langsung ketawa2 teriak2 “Aaaattt….” seneng banget lihatnya!

Dari teman2 Reza, Aurora yang pertama datang dirumah, belum jam 10.30 udah sampai! Berduaan mereka lari2an diluar, sampe Papanya minta mereka masuk kerumah. Kalo lihat mereka begitu, kayanya Reza dari benci jadi rindu nih! hahaha…. Waktu kemarinnya kita susun2 kursipun, Reza udah bilang, “Aurora nanti duduk disini…” hahaha lucu banget!

Waktu mulai acara & Reza disuruh nyanyi sendiri, masak lagu yg dia pilih “Naluri Lelaki”nya Samson? Tapi dia juga sambil ketawa2 tuh nyanyinya! Kalo Lukman, karena sebelumnya tidur (bangunnya jam 4 pagi! jadi jam 10 malahan tidur dulu) dan dibangunin, masih ngantuk aja, digendong terus… Tapi Lukman nggak takut tuh lihat Chaki! Malahan dia tertarik & ngorek2 paruhnya Chaki. Makanya, si Chakinya pingin gendong Lukman, dan bener, nggak apa2 tuh Lukman digendong Chaki!

Selesai pesta sekitar jam 1-an, dan chaphe deh, bebenah susun2 kursi lagi!

Jahilnya Reza

January 8, 2007

Kalau PapaMamanya kesekolah untuk ambil rapor, biasanya guru2 tidak terlalu lama membahas masalah pelajaran. Justru lamanya ngobrol tentang kelakuan2 jahilnya Reza!

Yang pertama, baik guru kelasnya, maupun guru Inggrisnya bilang Reza itu tukang ngobrol dikelas. Tapi meskipun begitu dia selalu bisa menjawab semua yg ditanya guru. Jadi guru2nya cuma bisa geleng2 kepala. Contohnya di kelas ekskul Inggris, pernah krn bosen nonton film yg diputer (Harry Potter) Reza malahan main lego dikelas. Tapi setelahnya, Reza bisa jawab semua pertanyaan2 gurunya. Jadi kayanya kupingnya tetep mendengarkan pelajaran walaupun tangannya main lego.

Yang kedua: Reza itu tukang nyeletuk. Waktu teman baiknya, Aurora, sedang cerita ttg Keluargaku didepan kelas, Aurora bilang dirumahnya ada Ayah, Ibu ada Mbah…. Rezanya langsung nyamber: “Mbah Marijan?” hahaha… gurunya ketawaaa aja.

Selain itu, Reza suka nguliahin temen2nya ttg cerita2 yg dia dapat dirumah. Seperti cerita nabi2. Nah krn temen2nya belum tahu cerita2 nabi2 itu, sama gurunya Reza disuruh cerita didepan kelas. Ternyata Reza bisa dg baik ceritakan lagi & komplit dg gambar2 (Firaun, piramid)…..

Pernah juga guru Inggrisnya saking sebel campur geli, bilang “Reza minta selotip deh ke ruang guru, biar mulutnya di selotip aja krn ngobrol terus” Eh Rezanya beneran pergi ke ruang guru & minta selotip! bikin geger ketawa di ruang guru yg udah tau bawelnya dia!

Musim Segala Musim

January 23, 2007

Tadi Mamanya telpon kerumah, Rezanya langsung bilang “Papanya!”

Mamanya: “Kok Papanya?”

Reza: barusan Papanya telpon, tanya hujan. Dikantor Mamanya hujan gak?

M: iya

R: berarti seluruh dunia hujan, krn disini & dikantor Papa juga hujan

M: bukan seluruh dunia, tapi seluruh Jakarta aja kali

R: Jepang ama Belanda ujan gak?

M: mungkin nggak, krn di Belanda ama Jepang cuacanya beda dg Jakarta.

R: Kok gitu?

M: Iya, disana iklimnya subtropis, kalau disini tropis. Jadi disana ada musim dingin, musim semi, musim gugur dan musim panas.

R: Musim ulet ada gak?

M: Kok musim ulet?

R: Iya, kata kak Yati (gurunya), kalo musim ulet tuh banyak ulet di daun2an. Kalo ulet daun bayam enggak bahaya, tapi kalo ulet bulu bahaya tuh!

M: Kenapa bahaya?

R: Ada duri2nya, bisa bengkak….

Huahahahaha…. Rezaaa…. Reza…. ada aja deh omongannya yg bisa menghibur yg lagi pusing dikantor!

Sepatu Boots

May 31, 2007

Di hari kartini tahun ini Reza pakai baju tentara, karena lagi nge fans  banget dg profesi itu.

Setelah itu, beberapa kali waktu hujan Reza kesekolah pake lagi sepatu boots yang sama. Guru2nya jadi perhatiin, dan bilang sama Reza “Reza sepatunya bagus amat”. Kata Reza “Iya, ini kan sepatu jenderal yang Reza pakai waktu hari kartini kemarin”. Terus gurunya yg namanya kak Ria tanya “belinya dimana sih?” Reza bilang “di Cilandak Mall”. Hari lain, waktu Reza pake sepatu itu juga, guru yg lain – kak Muna – tanya juga: “belinya dimana sih?” Reza bilang “di Citos!”. Akhirnya waktu guru2 lagi kumpul saat istirahat, mereka tanya lagi mau konfirmasi mana sih yg bener: “belinya spatunya dimana sih?” Reza bilang “di Pondok Indah Mall” Jadi waktu Mamanya pernah jemput Reza kesekolah, cerita ini diomongin sama gurunya. Sambil ketawa2 Mamanya bilang “kok semua mall disebutin namanya sama Reza?” Padahal sebenernya yg beliin sepatunya tuh Papanya, pesen sama temennya dikantor!!!

Jeruk

Jun 26, 2007

Weekend kemarin, lagi-lagi Reza ikut Mamanya belanja ke DBest. Seperti biasa, bawelnya minta ampun, nanya2 melulu. Apalagi waktu di bagian buah, karena banyak yg belum dia tahu, Reza jadi tanya2 terus nama buahnya

R: “Mama, itu buah yg rumahnya SpongeBob ya! Buah apa tuh, Reza lupa namanya”

M: “Buah nenas, sayang”

R: “Itu yg besar apa Mama?”

M: “Ooooo, itu jeruk Bali”

R: “Kok Mama nggak beli jeruk Bali?”

M: “Rasanya kurang manis, kita beli buah yang lain aja ya, Reza mau buah apa?”

R: “Reza mau jeruk!”

M: “Kita beli itu aja tuh, jeruk Medan” Kita samperin deh box jeruk Medannya. Mamanya cobain dulu, manis nggak jeruknya.

R: “Manis gak Mama?”

M: “Manis kok, Reza juga mau coba?” Terus Rezanya cobain juga. Karena manis, dia acungin jempol. Eh, terus dia nambah lagi, diambil lagi sampel jeruknya, suka banget rupanya!

Waktu mau nimbang jeruknya, dia bilang “Ada jeruk Bali, ada jeruk Medan, kalo jeruk PADANG ada nggak Mama? Kita beli jeruk PADANG aja!!” Yang tukang nimbangnya sampe ketawaaa aja denger omongan Reza itu…

Ikan Hiu Papan Setrikaan

September 27, 2007

Waktu siang hari Mamanya telepon kerumah, kok lamaaaa banget gak diangkat2. Akhirnya telepon ke hp mbaknya Lukman. Pas dijawab, kedengeran dilatar belakang suara anak2 berisik banget. Rupanya anak2 lagi pada main dikamar, pasang CD Melly Goeslow, dan ber-gaya2 seperti anak band. Makanya bunyi telepon diluar kamar sampai nggak kedengaran.

Jadi malamnya Mamanya tanya sama Reza, “Tadi siang Reza main apa sama Lukman?”

R: “Main band, terus pura2 bikin film”

M: “Main bandnya gimana?”

R: “Ya pura2 aja, musiknya dari cd. Reza main piano sambil loncat2, da Van main gitar, Rania nyanyi, Lukmannya loncat2 aja” “Terus habis itu kita bikin film. Ceritanya seperti di Sea Monster itu Mama. Ada macem2 binatang serem. Ceritanya da Van digigit buaya purba, Rania dikejar2 Stiracosaurus, Lukman digigit hiu, kalo Reza disamber Pteranodon” (kok horor banget ya filmnya hihihi).

M: “Hiunya seperti yg kita lihat di Dbest kemarin?” (waktu belanja mingguan hr Sabtu yll, Reza ikut dan liat anak hiu dijual di Dbest itu).

R: “Iya, hiunya ada hiu martil, hiu gergaji, hiu botol dan hiu papan setrikaan”

M: “Kok hiu papan setrikaan? Mama baru denger ada hiu papan setrikaan”

R: “Iya, itu hiunya yg sirip sebelah atasnya mirip dengan papan setrikaan” lalu Mamanya ganti topik, kirain Reza lagi ngarang😀

Tapi ternyata yang Reza bilang ikan hiu papan setrikaan itu bener ada lho, bukan ngarang hihihi…. Mamanya penasaran, barusan cari2 artikel Seamonster (dari shownya BBC) di internet. Dan dari situ lihat ada hiu yg bentuknya seperti ini


Saya pikir: jangan-jangan ini nih yg Reza bilang ikan hiu papan setrikaan…

Waktu di klik, bener loh keterangannya ada dibawah ini:

Stethacanthus resembled modern sharks to an extent, except for its outrageous dorsal fin – the shape of an ironing board – that it seems was part of courtship display as it is found in the males only. The top of this fin was covered in rough, tooth-shaped scales that match a patch of skin on the Stethacanthus’ snout. Was this supposed to mimic a huge mouth and make the creature appear more frightening?

Biasanya Reza suka ngeledek “Mamanya sihhh…. enggak tahu…..!!” hehehehehe……………

Bangganya Si Anak Minang

April 22, 2008

Bulan ini salah satu agenda pelajaran Reza adalah bercerita tentang kampung halamannya. Kalau tahun lalu di TK A, gurunya yg mengajarkan ttg budaya masing2 daerah se Indonesia, tahun ini di TK B anak2 belajar dari teman2nya sendiri yg menceritakan ttg kampung halamannya masing2. Hari Sabtu kemarin, sepulang dari nonton GreenFest kita ngobrol ttg Minangkabau dimobil.

Mamanya: Reza bisa cerita apa tentang Padang?

Reza (ragu2): Belum bisa, kan belum pernah ke Padang?

M: Tapi kan Reza sudah tahu misalnya, makanan Padang tuh apa?

R: Oh iya, rendang seperti yg Ayang suka bikin?

M: Iya, terus apa lagi?

R: Yang pedes2… M: Iya, seperti dendeng balado. Terus ada tuh kerupuk yg dilapis cabe?

R: Oh iya, apa namanya tuh Mama?

M: Keripik sanjay…. terus ada juga sate Padang, gulai kepala ikan…

R: Iya, tapi Reza nggak suka yg pedes2…

M: Yang penting Reza tahu, itu masakan orang Padang…

Terus obrolan berlanjut ke Rumah Gadang, lumbung didepan rumah Gadang, Ngarai Sihanok, kota Bukittinggi, Jam Gadang.

R: Jam gadang itu ujung atasnya sudah berubah2 lho. Waktu jaman Belanda ujungnya seperti mesjid, agak bulet gitu. Nah waktu jaman Jepang jadi lancipan sedikit.

M: Sekarang?

R: Sekarang seperti rumah gadang gitu.

M: (bingung Reza dpt info darimana) Kok Reza tahu? Diceritain Ayang (neneknya Reza) ya?

R: Bukan, itu waktu acara Unyil berkunjung ke Padang ada ditivi.

M: Hahaha!!!..

Lanjut lagi tentang tari2an: tari Piring, tari Payung (Reza inget, teman2nya pernah nari disekolah: “yg lagunya dindin bak dindin itu lho”) lagu2 Padang: Ba bendi-bendi, Ayam den lapeh. Terus ttg karya seni spt kain songket, bordir Padang, baju adat: ada suntiangnya, tanduk dikepala. Lanjut ke legenda Minangkabau (artikata minangkabau). Terus keunikan adat Minangkabau yg matrilineal (nggak tahu, apa Reza paham bagian ini). Lanjut ke nama2 pahlawan dari Padang, Reza tahu Tuanku Imam Bonjol. Lalu Mamanya kasihtahu ttg Wapres M. Hatta, PM Sutan Syahrir, HR Rasuna Said, Haji Agus Salim yg masih terhitung kakek buyutnya Reza. Reza jadi pingin tahu fotonya spt apa krn Mamanya bilang Haji Agus Salim jenggotnya panjang.

R: Jadi kalo dari keluarga Papa, Reza itu turunan pahlawan dong Mama?

M: Iya. Nah kalo dari Ayang juga dari Oma, kita keturunan raja terakhir Padang, yaitu Sutan Bagagarsyah.

R: Kalo gitu Reza berdarah biru dong

M (kok dia tahu sih istilah itu?) : Nggg, iya sayang.

Papanya: Tapi jaman sekarang itu udah nggak ada artinya, Reza, yg penting Reza belajar jadi anak pintar di Tetum, di sekolah, belajar jadi teladan, jadi pemimpin yang baik.

M: Iya, lagipula toh kalau Reza luka, darahnya merah juga kan seperti orang yang lain?

R: (kesel, Mamanya suka gak nyambung gitu hehe) Maksudnya berdarah biru itu “turunan raja-raja” Mamaaaa…. bukan darahnya beneran biru. Fatmawati istri presiden Sukarno juga berdarah biru lho.

M: (lagi2 bingung, tahu aja sih anak ini?) Tahu darimana Reza?

R: Itu ada di tivi, di berita waktu ulangtahunnya.

M: (inget kalau baru2 ini ada peringatan 85 tahunnya Ibu Fatmawati Soekarno) oh iya, ada ditivi juga ya… pantesan Reza tahu istilah darah biru…

Mamanya sudah mulai kehabisan bahan, jadi gantian Reza yg ngomong.

R: Makanya, nanti kalau Reza jadi Gubernur, Reza kumpulin tuh kain2 Padang, masing2 selembar, kan jadi banyak. Terus kita bangun Museum Padang, yang bagus, ditaroh disana kain2nya. Tapi bangunnya dimana ya Mama?

M: Hmm.. Reza jadi Gubernur disini apa di Padang?

R: Disini.

M: (bingung, kehabisan ide) ya udah, nanti kalau sdh jadi Gubernur, kita pikirin sama2 dimana lokasinya ya

R: Udah gitu kita bangun jembatan dari Sumatera ke Jawa. Jadi kalau pulang kampung gak usah naik kapal laut atau pesawat udara yg berbahaya. Bisa naik mobil langsung dari Padang kesini. Bikinnya yang lebaaar gitu, jadi enggak macet.

Sementara itu mobil sudah sampai depan rumah. Tapi pembicaraan masih berlanjut. Reza langsung geser white board, langsung gambar2 sesuatu disana. Mamanya lihat dia menggambar peta Indonesia. Selagi Reza menggambar, Mamanya catat percakapan tadi disehelai kertas. Karena Mamanya tidak memperhatikan, Reza ketok2 papan tulisnya. Tok, tok, tok…. Mamanya kaget, oh sudah selesai gambarnya.

R: Mama lihat nih (gayanya seperti pak guru, satu tangan ketok2 papan utk diperhatikan, satu lagi dipinggang, hahahahaha!). Papanya yg lagi minum dimeja makan jadi tertarik menghampiri utk lihat juga.

R: Lihat, ini kan pulau Sumatra, ini Jawa… eehhh ketinggalan pulau Balinya disini (ditambahin gambarnya). Nah cukup. Jadi jembatannya dibikin besar, sehingga (sambil dihapus gambar awal masing2 pulau, disambung ujungnya) Sumatra dan Jawa bergabung jadi satu! Begitu…

Karena sudah puas, Reza lalu istirahat, tapi sebelumnya ngomong: nanti Mama kumpulan tulisan2 ttg Minangkabau dari internet ya. Mamanya bilang besok kita ketoko buku Gramedia aja, bisa lihat2 disana. Besoknya ke PIM, cari buku pahlawan, buku lagu2 minang, dan dapet cd lagu2 minang!

Gimana hasil presentasinya? Ini dia cerita guru Reza, yang sms-in Mamanya waktu Reza sedang presentasi. Attached fotonya Reza in action…

Ini foto-foto Reza waktu presentasi. Lengkap deh gayanya. Pakai nunjukin foto Agus Salim, buyutnya, keliling meja. “Kaya motor GP aja, Cepet banget,” komentar Aldy. Terus Reza ulangi langi, bergaya satu lompatan di depan setiap meja, dan berhenti sampai temannya puas liat. “Kaya pocong,” kata Aldy lagi. Yang sujud itu, dia lagi jadi batu Malin Kundang. Yang hebat dia bisa peta buta! Tahu kampung halamannya. Presenter jempolan deh. Oh ya dia cerita tentang makanan2, istana Pagaruyung yang terbakar dan memberi contoh kata2 Minang, seperti yang saya sebut di SMS: Ciek, duo, tigo, ampek, limo.. (terus lupa). Tambo ciek, artinya nambah satu🙂

Cerita-cerita Reza di Blog ini

The Road To Presidency

Presentasi Dinosaurus (Lagi)

Jualannya Reza

Pertanyaan Reza

Reza Nangis

Reza’s Concern

Reza Iri

Adekku Sayang

Reza Kangen

Reza Di Green Festival

Reza Dan Sejarah

Museum Aya Sophia, Turki

Liburan Dan Sejarah Dunia

Cerita-cerita Karangan Reza

Kalau Mau Hasil Yang Bagus…

Obrolan Siang: Sejarah Dunia vs Sejarah Indonesia

Obrolan Setelah Sahur

Launching Buku H. Agus Salim “Pesan-pesan Islam”

Historian @ Work

Sejarah, Agama, dan Sejarah Agama

Taj Mahal

Perjuangan Reza di SD

Tulisan Reza

Nilai 10 Untuk Reza

Nilai Rapor Reza

Nilai UTS Reza

Nilai Reza Lagi

Reza & Tulisannya Lagi

Reza Kesal

Rapor Semester Ganjil Reza Kelas 3

Reza: Hasil Belajar Sendiri

Rapor Semester Genap Reza Kelas 3

Rainy Night, What A Mellow Night

Here We Go Again…

He Would If He Could, But He Sometimes Can’t

Tugas-tugas Sekolah Reza

Reza Is Back On Track!

A New Phase Of Life for Reza

Bersyukur Di Penghujung Tahun

Semangat Tugas Akhir: Ide dan Pembuatannya

Semangat Tugas Akhir: Presentasi Reza

6

6 thoughts on “Reza’s Story

  1. reza keren, mamanya juga keren😀 eh, kaget juga baru tau ternyata Reza masih keturunan H. Agus Salim ya…sama atuh kek dosen favorit saya di psiko : bu Evita Singgih😀, tapi seperti kata papanya, itu gak terlalu penting yah..heuheu…

    Pokoknya seneng aja deh nyimak cerita Reza dan Lukman🙂

    • Oh yang papanya maksud nggak penting adalah titel bangsawan, mbak Mita🙂 hari gene geto loh, buat apa bangga2kan titel bangsawan kalau nggak punya pencapaian sendiri…
      Sedangkan menjadi bagian Keluarga Salim teteup jadi hal yang membanggakan bagi kami semua, baik papanya, mamanya dan tentunya Reza. Kami sering ketemu uni Evita kalau ada pertemuan keluarga dan lebaran… mau titip salam?😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s