Enjoy our stories!

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Pada jaman dahulu, saya belum punya hobby menulis, dan tidak punya keinginan membuat karangan atau tulisan apapun untuk merekam kegiatan harian. Namun itu semua berubah ketika Mamanya menikah dan dianugerahi Allah SWT Reza dan Lukman yang aaadaaaa saja kelakuannya yang lucu, mengesankan, dan juga kadang membuat terharu. Karena rumah kami berada cukup jauh dari saudara-saudara dekat sehingga tidak sering bertemu, saya suka berbagi cerita kelakuan mereka berdua lewat email. Tidak hanya saudara-saudara, beberapa teman dekat juga menjadi ‘korban’ dikirimi email tiap kali ada cerita tentang Reza dan Lukman. Continue reading

Sidang Karya Ilmiah Reza

Reza kemarin sudah menjalani sidang karya ilmiah (KI) di SMP Lazuardi GIS Jakarta, sebagai salah satu syarat kelulusan. Sejak awal semester ganjil yang lalu pembuatan KI nya yang berjudul “Pengaruh Perang Dingin Terhadap Perkembangan Teknologi Militer” Reza buat sendiri secara mandiri. Topik ini memang favorit Reza, politik dan militer memang jadi perhatiannya sudah sejak masih di bangku SD. Karena itu tidak heran ketika diminta memberikan topik KI, Reza tidak banyak pertimbangan langsung berikan judul itu.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Continue reading

Persiapan Sidang

Selama  satu semester para murid kelas 9 di SMP Lazuardi GIS Jakarta mempersiapkan karya ilmiah sebagai salah satu syarat kelulusan. Tiap hari Jumat mereka membawa laptop dan mengetik karya ilmiahnya disekolah. Selain mentoring dengan guru sesuai topik karya ilmiah, guru Bahasa Indonesia pun memonitor penyusunannya. Selain itu merekapun sempat berkunjung ke SMA Lazuardi GIS di Sawangan untuk mentoring dengan kakak-kakak kelas disana, minta saran untuk menyelesaikan karya ilmiahnya.

Bisa dibilang kali ini saya tidak membantu pembuatan karya ilmiah Reza, berbeda dengan saat ia mau lulus SD. Ketika SD Reza memilih topik Kekaisaran Romawi, topik yang sangat luas, bahannya banyak, dan saya sangat membantu pengetikan dan penyusunannya karena Reza sendiri menyiapkan diri untuk ujian praktek yang bahannya banyak sekali. Walau saya bantu, materi Kekaisaaran Romawi itu sendiri sudah nempel di kepala Reza, jadi walau saya yang mengetik bahannya, justru saya yang sering bertanya pada Reza karena dia yang sangat tahu dengan bahannya.

Untuk karya ilmiahnya di SMP, Reza memilih topik perang dingin, hehehe, lagi-lagi topik yang sangat luas. Karena itu Reza membatasi pembahasannya dengan membatasi tahun pembahasan. Lucunya, ketika ia mentoring di SMA Lazuardi, kakak kelas malah bilang: “Itu kan topik kelas 12?” ya begitulah, karena Reza sudah sangat menekuni sejarah dunia sejak masih SD, buat Reza topik itu yang menarik untuk dibahas di karya ilmiahnya.

Beberapa hari lagi Reza akan sidang, semua bahan dan slide sudah disiapkan. Semoga nanti Reza dapat mempresentasikan dengan baik karya ilmiahnya. Amin 🙂

Sekolah Lagi

Setelah hampir dua minggu libur, anak-anak kembali sekolah di tanggal 5 Januari 2017. Tahun baru, semangat baru di semester genap, terutama karena baik Reza maupun Lukman sudah berada di semester terakhir sebelum lulus dari sekolahnya sekarang.

Reza di awal semester ini konsentrasi pada persiapan sidang karya ilmiahnya. Pembuatan karya ilmiahnya sendiri sudah disiapkan di semester ganjil yang lalu. Cerita pembuatan karya ilmiah saya pisah di posting berikutnya.

Lukman sudah mulai latihan try out sejak bulan November tahun lalu. Tiap hari Minggu kami mendapat link website sekolah dimana soal latihan mingguan diberikan, lalu dikerjakan selama dua jam dan dikirim hasilnya lewat email. Untuk kami latihan ini perlu untuk mengenalkan Lukman pada bentuk Ujian Nasional, yang tentunya berbeda dengan ujian yang biasa dilakukan di sekolah.

Selain persiapan UN di sekolah, ada yang berbeda di semester ini untuk Lukman ^_^ Continue reading

Bukan Liburan

Ketika libur sekolah di akhir tahun, rasanya bukan seperti liburan walau anak-anak tidak sekolah. Lukman masih tetap mengikuti terapi, les dirumah dan renang, kegiatan-kegiatan ini tetap dijalankan secara rutin untuk menjaga ketahanan fisik dan mengejar ketinggalannya terutama di pelajaran matematika.

Sampai saat sekarang memang Lukman tidak menyukai pelajaran yang satu ini. Saya lihat walaupun ia cukup kooperatif dengan guru yang datang kerumah, kalau tidak ditunggui, ada saja alasannya untuk menghilang sesaat, entah mau minum, buang air kecil, atau cuci tangan. Syukurnya ibu guru yang datang kerumah sangat sabar, dan memahami kesulitan Lukman. Pelan-pelan Lukman makin maju, walau tidak bisa dibilang betul-betul menguasai bahan pelajaran tersebut. Bagi kami, yang terpenting Lukman sudah mengetahui bahan-bahan yang dipelajari sama dengan teman-temannya dikelas. Kalaupun perlu waktu yang sangat lama untuk menguasai satu topik, buat kami tidak jadi masalah. Continue reading

Hari Ibu Istimewa

Hari Jumat tanggal 23 Desember 2016 kemarin memang hari yang membahagiakan….

Setelah di pagi hari mendapat kabar baik diterimanya Lukman di SMP, siang hari saya bertemu guru kelasnya Reza mengambil rapor.  Hasil belajar Reza di semester ini alhamdulillah bertahan baik, dan Reza sedang fokus & semangat belajarnya, begitu kata pak guru.

Memang metode belajar yang tidak membosankan jadi kuncinya. Selama semester ini Reza belajar dengan kelas yang dibentuk baru, dengan jam belajar yang disebut Zero Hour (baca postingan UN Preparation) dan guru kelasnya sekarang, guru bidang matematika, sering memberikan tantangan yang membuat Reza makin semangat belajar. Di awal semester beliau sudah memberikan kumpulan soal, diantaranya ada yang dari materi yang belum diajarkan. Namun beliau minta para murid berusaha mencari jawabannya. Reza pun berusaha mencari jawabannya, dengan dibantu Papanya. Ketika jawabannya dinyatakan betul, Reza sangat senang. Continue reading

Akhirnya, Diterima!

Menjelang libur sekolah, saya mendapat telepon dari SMP Lazuardi GIS Al Falah. Setelah menunggu keputusan kepala sekolah (baca postingan sebelum ini) akhirnya tiba juga hari yang kami tunggu-tunggu. Saya sudah cukup pasrah, namun tetap berharap mendapat berita baik. Apapun keputusannya, kami sudah punya rencana untuk kedepannya.

Ketika saya datang, sekolah Al Falah cukup sepi, karena hari itu hanya ada kegiatan pengambilan rapor. Setelah menunggu sebentar, ibu kepala sekolah lalu bertemu saya. Beliau membicarakan hasil psikotest Lukman, hasil pembicaraan beliau dengan psikolog dan kepala klinik Pelangi tempat Lukman terapi SI selama tahun ini, dan akhirnya… beliau katakan Lukman diterima! Alhamdulillah… Continue reading

Sulitnya Mencari Sekolah Untuk ABK

Seperti yang saya tuliskan pada postingan sebelum ini, di awal bulan November yang lalu Lukman menjalani test penerimaan murid baru di sebuah SMP, yang hasilnya: Lukman tidak diterima. Bukan karena tidak cukup baik hasil psikotest maupun wawancara, namun karena tidak adanya kuota untuk anak berkebutuhan khusus. Lukman yang berasal dari SD luar, bukan dari SD intern, menjadi bukan prioritas untuk diterima, walau sudah mendaftar diawal waktu pembukaan pendaftaran. Yang prioritas diterima adalah SD intern sendiri.

Mengingat penerimaan ABK untuk SMP tersebut hanya 2 ABK per kelas, sedangkan kelas murid baru hanya dua kelas, berarti kuotanya hanya 4 ABK yang diterima sebagai murid baru SMP. Tentu saja kuota ini lalu sudah full dengan ABK yang berasal dari SD intern. Untuk Lukman? ya kami harus cari lagi.

Saat Lukman masih menjalani test di SMP pertama tersebut pada hari Sabtu diawal November, Papanya langsung mendatangi SMP Lazuardi GIS Al Falah, yang kami dengar sudah juga membuka pendaftaran. Saat Papanya datang membeli formulir pendaftaran, dikatakan masih ada kuota untuk ABK. Saat itu saya lega, dan sudah niat hari Senin akan langsung datang kesana bersama Lukman, yang kebetulan hari Senin tersebut libur sekolah. Continue reading

Penerimaan Murid Baru

Seperti yang saya tuliskan di post “Lanjut ke SMP dan SMA” Reza dan Lukman menjalani test masuk di SMP dan SMA Lazuardi GIS untuk kelanjutan sekolah.

Reza menjalani psikotest di SMA Lazuardi GIS Sawangan pada akhir bulan lalu, hanya satu ini test yang dijalani, selain melengkapi formulir dan data/dokumen yang diminta. Dua minggu kemudian, Alhamdulillah, kami mendapat SMS dari SMA Lazuardi GIS, juga email yang menyatakan Reza sudah lulus/diterima sebagai murid tahun ajaran 2017/2018.

tes

Kami lega Reza sudah diterima, semoga kedepannya ia bisa berprestasi seperti kakak-kakak kelas disana, bisa menyesuaikan diri dengan kehidupan di asrama, dan dapat mencapai cita-cita yang diinginkan. Soal asrama, nanti akan kami buatkan post tersendiri, kenapa kami ingin Reza masuk ke asrama di boarding school tersebut 😉

Bagaimana dengan Lukman?

Lukman juga menjalani psikotest, test akademis dan wawancara diakhir bulan November lalu. Kami sangat bangga ia berhasil menjalani semua dengan baik. Walau sempat terlihat bosan ketika menjalani psikotest selama 2 jam, Lukman mau terus melakukan sampai akhir waktu yang diberikan.

Demikian pula ketika minggu berikutnya Lukman dipanggil lagi untuk menjalani test akademis dan wawancara, ia menjalani dengan serius, mampu berinteraksi dengan bapak/ibu guru yang mewawancara dengan baik.

Namun seperti yang telah disampaikan langsung oleh Kepala Sekolahnya saat wawancara orangtua, untuk kuota anak berkebutuhan khusus di SMP tersebut sudah diisi oleh murid SD Lazuardi Cinere. Yang berarti, tidak ada tempat lagi untuk murid SD luar.

Walau cukup prihatin dengan hasil ini, kami tidak kaget, karena memang sulit sekali mencari sekolah lanjutan untuk anak berkebutuhan khusus.

Usaha selanjutnya akan saya tuliskan di post berikutnya.

Piknik ke Bandung (Lagi)

Kalau dihitung-hitung, sudah tiga kali kami ikut piknik kantor Papanya yang tujuannya ke Bandung. Namun tidak pernah bosan, karena tiap kali pergi selalu ada hal baru yang kami temui disana.

Weekend yang lalu kami berangkat pagi lewat Subang, karena akan mampir dulu di Floating Market di Lembang untuk bermain dan makan siang disana.

Karena jalan menuju Lembang cukup padat, kami sampai disana sudah waktu makan siang. Kamipun makan dulu, sambil merasakan sejuknya hawa Lembang 🙂

Selesai makan, kami masuk taman di Floating Market. Yang pertama terlihat adalah beberapa kolam ikan yang ditata cantik. Disediakan juga pakan ikan yang bisa diberikan pada ikan-ikan tersebut. Langsung Reza dan Lukman membeli pakan ikan dan asik membagikan kepada ikan-ikan lucu itu.

Continue reading