Enjoy our stories!

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Pada jaman dahulu, saya belum punya hobby menulis, dan tidak punya keinginan membuat karangan atau tulisan apapun untuk merekam kegiatan harian. Namun itu semua berubah ketika Mamanya menikah dan dianugerahi Allah SWT Reza dan Lukman yang aaadaaaa saja kelakuannya yang lucu, mengesankan, dan juga kadang membuat terharu. Karena rumah kami berada cukup jauh dari saudara-saudara dekat sehingga tidak sering bertemu, saya suka berbagi cerita kelakuan mereka berdua lewat email. Tidak hanya saudara-saudara, beberapa teman dekat juga menjadi ‘korban’ dikirimi email tiap kali ada cerita tentang Reza dan Lukman. Continue reading

Piknik ke Bandung (Lagi)

Kalau dihitung-hitung, sudah tiga kali kami ikut piknik kantor Papanya yang tujuannya ke Bandung. Namun tidak pernah bosan, karena tiap kali pergi selalu ada hal baru yang kami temui disana.

Weekend yang lalu kami berangkat pagi lewat Subang, karena akan mampir dulu di Floating Market di Lembang untuk bermain dan makan siang disana.

Karena jalan menuju Lembang cukup padat, kami sampai disana sudah waktu makan siang. Kamipun makan dulu, sambil merasakan sejuknya hawa Lembang🙂

Selesai makan, kami masuk taman di Floating Market. Yang pertama terlihat adalah beberapa kolam ikan yang ditata cantik. Disediakan juga pakan ikan yang bisa diberikan pada ikan-ikan tersebut. Langsung Reza dan Lukman membeli pakan ikan dan asik membagikan kepada ikan-ikan lucu itu.

Continue reading

Wabah DB

Sejak tahun 2000 kami tinggal disini, berulang kali wabah DB melanda. Alhamdulillah, dirumah kami tidak pernah terkena penyakit tsb, dengan penjagaan kebersihan dan juga rajin memakai minyak telon anti nyamuk andalan. Pernah kakak sulung saya dua kali kena DB dan dirawat, namun sepertinya dapat gigitan nyamuk diluar rumah, karena hanya kakak saya seorang yang terkena.

Tahun ini lain cerita. Bulan lalu ipar saya yang awalnya kena DB. Saat sedang dinas keluar kota, ia pulang lebih cepat karena demam tinggi. Langsung dibawa kerumah sakit, ternyata positif DB. Tak lama, asisten rumahtangga Mama saya yang juga sakit, demam tinggi. Diperiksa ke dokter dekat sini, positif DB juga. Langsung ia mudik, minta dirawat oleh keluarganya. Kami sudah mulai memikirkan akan mengadakan fogging dirumah, maklum lahan yang cukup luas, nyamuk leluasa terbang kemana-mana.

Seminggu sesudah ipar dirawat, giliran uda Ivan, ponakan saya yang demam tinggi. Dibawa ke ugd RSPI, di cek, positif DB. Pada saat bersamaan, Mama saya juga merasa tidak enak badan, di cek darah, negatif DB. Memang baru berasa tidak enak badan saja, kami pikir kecapean karena tidak ada yang bantu dirumah sejak asisten mudik. Continue reading

Homestay di Kaki Gunung Salak

Tanggal 19 Oktober 2016, Reza bersama seluruh kelas 9 sekolahnya berangkat ke desa Ciputri di kaki gunung Salak, Bogor, untuk program Homestay. Selama 3 hari 2 malam mereka akan tinggal dirumah penduduk desa, ikut bekerja membantu tuan rumah, bertani, beternak atau berjualan, dan ditutup dengan kegiatan bakti sosial sebelum kembali ke Jakarta.

Sebelum hari H, para murid kelas 9 sudah diberikan briefing oleh guru pendamping masing-masing. Tiap rumah penduduk akan diinapi 5 murid dengan 1 guru pendamping. Daftar barang bawaan sudah diberikan jauh hari, dan Reza sudah persiapkan sendiri barang-barang bawaan. Sebagian barang bawaan dan juga sumbangan dari orangtua murid telah dikumpulkan di sekolah minggu sebelumnya, lalu dikirimkan terlebih dahulu ke lokasi. Menurut Reza teman-temannya semua sangat bersemangat pergi, ingin merasakan bagaimana tinggal di desa.

Pagi-pagi saya, Papanya dan Lukman mengantar Reza ke Lazta. Lengkap ya pengantarnya :-) Papanya sih sekalian jalan kekantor, sedangkan Lukman sekalian mau terapi ke Lazuardi Cinere.

Continue reading

Kunjungan Murid SMP Lazta ke SMA Lazuardi GIS Sawangan

Setelah ibu-ibu orangtua murid SMP Lazuardi GIS Jakarta berkunjung ke SMA Lazuardi GIS, tanggal 13 Oktober giliran murid-murid SMP Lazta yang berkunjung kesana.

smalaz1

 

Berikut ini catatan dari SMA Lazuardi GIS di facebook mereka:

Hari ini kami kedatangan tamu spesial dari adik-adik kelas 9 Smp Lazuardi Gis Jakarta . Kedatangan adik-adik ke sini adalah untuk melakukan bimbingan karya ilmiah mereka kepada 10 kakak-kakak kelas XII SMA yang sudah dipilih oleh bu Ika Rahayu Sumarni .

Alhamdulillah selama kurang lebih 1,5 jam, adik-adik diberi bimbingan, tips, dan arahan dari kakak-kakak agar karya ilmiah yang mereka buat dapat lebih sempurna dan selesai tepat pada waktunya. Continue reading

Daerah Istimewa

Lagi menemani Lukman belajar IPS untuk UTS besok, salah satu topiknya tentang propinsi-propinsi.
Sambil buka peta Indonesia, Lukman baca apa nama ibukota propinsi-propinsi. Lalu saya iseng tanya “Kota Jogja itu ibukota propinsi apa?” Lukman jawab “Hmmm apa ya” Lukman bingung rupanya karena judul halaman peta DIY disingkat DI Yogyakarta. Lukman tanya “DI ini (singkatan) apa?” saya jawab “Daerah Istimewa”.
Lalu Lukman ambil kesimpulan sendiri “Pasti istimewa karena banyak kuliner enak disana”
Mamanya ketawa guling2 😂😂😂

diy

Paradigma Lazuardi dan Pendidikan Abad 21

Salah satu acara rutin untuk orangtua Lazuardi adalah Quality Time for Parents. Untuk bulan Oktober ini diadakan di Cinere dengan pembicara Bapak Haidar Bagir, ketua Yayasan Lazuardi Hayati. Saya kepingin datang, karena saya selalu mendapat masukan ketika mendengarkan pak Haidar bicara.

haidar

Contohnya seperti ini: kutip Bapak Haidar Bagir: ” Saya kepingin anak sekolah boleh bolos. Tapi bolos untuk apa? Bolos utk ikut orangtua bepergian, pelajari sesuatu. Misalnya anak ikut ke Jogja, kunjungi museum, makan gudeg, nonton Ramayana. Lalu tugaskan anak tsb bikin presentasi, share kepada teman2nya apa yang dia dapatkan dari perjalanan itu. Jadi guru harus yakinkan bahwa bolosnya itu bermanfaat, dan menambah pengetahuan sang anak.” Setuju banget, bukan?🙂

Kalau mendengarkan Bapak Haidar Bagir bicara, biasanya saya kesulitan membuat rangkuman, karena saking asyiknya mendengar sharingnya saya tidak sempat menulis catatan. Syukurlah beberapa guru dan orangtua murid menuliskan rangkuman, satunya dari Ibu Nurul Agustina, orangtua murid, yang menuliskan note yg sangat enak dibaca, yang saya sisipkan dibawah ini.

Akhlak, Kemampuan Berpikir Kritis, dan Sekolah Abad 21
Bismillahirrahmanirrahiim …
Ini catatan dari Quality Time for Parents – yang memang lumayan rutin diadakan sekolahnya Nayya – Sabtu, 8 Oktober kemarin. Catatan ini tidak akan seserius judulnya. Pertama karena materinya diberikan dengan santai sekali dan tak kalah kocak dibanding komedian SUCI, oleh Pak Haidar Bagir. Berbicara dengan runtut meski tanpa slide atau teks apapun, beliau menyampaikan pemikiran-pemikirannya yang bernas tentang konsep pendidikan di sekolah yang didirikannya tahun 1994 lalu – dimulai dengan hanya satu kelas di garasi rumahnya di bilangan Cinere hingga berkembang menjadi 16 sekolah tersebar di berbagai provinsi pada 2016 ini.

Continue reading

Tentang Camping

Pagi hari Sabtu 1 Oktober 2016, ketika mengantar Lukman terapi, sekolah Lazuardi Cinere sedang ramai, bubaran acara SuperCamp. Karena macet, saya minta Lukman masuk kehalaman sekolah sendiri, sementara saya mencari tempat parkir diluar sekolah.
Selesai terapi, dapat laporan, hari ini Lukman kurang fokus, walau tetap kooperatif.
Di perjalanan pulang saya ajak ngobrol:
M: Lukman lagi mikirin apa sih, kok terapinya tadi kurang fokus?
L: Kemah…
M: Oooh, memangnya Lukman senang berkemah?
(yang sudah2 kalau berkemah perlu bujukan dan iming2 supaya Lukman mau ikutan 😁)
L: Aku suka berkemah asal nggak main becek2
Mamanya cuma bisa nyengir, tahu ini masalah sensori dari dulu yg masih harus dilatih sampai sekarang. Walau ada yg tidak disuka, rupanya Lukman tetap suka kegiatan berkemah, sampai kepikiran terus saat lagi terapi 🙂

kemah-lazcin