Enjoy our stories!

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Pada jaman dahulu, saya belum punya hobby menulis, dan tidak punya keinginan membuat karangan atau tulisan apapun untuk merekam kegiatan harian. Namun itu semua berubah ketika Mamanya menikah dan dianugerahi Allah SWT Reza dan Lukman yang aaadaaaa saja kelakuannya yang lucu, mengesankan, dan juga kadang membuat terharu. Karena rumah kami berada cukup jauh dari saudara-saudara dekat sehingga tidak sering bertemu, saya suka berbagi cerita kelakuan mereka berdua lewat email. Tidak hanya saudara-saudara, beberapa teman dekat juga menjadi ‘korban’ dikirimi email tiap kali ada cerita tentang Reza dan Lukman. Continue reading

Advertisements

Lomba di Malaysia

Awal bulan ini, tanggal 2 November 2017 Reza berangkat ke Kuala Lumpur, Malaysia bersama 10 orang teman SMA Lazuardi GIS untuk mengikuti event KLSEF (The Kuala Lumpur Engineering Science Fair) yang merupakan event dengan berbagai program dan kegiatan yang bertujuan untuk mempromosikan minat ilmu pengetahuan, teknologi, teknik dan matematika (STEM) di kalangan siswa sekolah dasar dan menengah yang diselenggarakan oleh team yang terdiri dari lembaga pendidikan dan juga pemerintah Malaysia.

klesf-2017

Awalnya saya ragu mengikut sertakan Reza pada lomba ini, menimbang lomba ini titik beratnya pada science dan tehnologi. Namun melihat antusiasme Reza, yah akhirnya saya dan Papanya setuju, mengingat pengalaman ikut lomba di event Internasional pastilah bermanfaat bagi Reza.

Untuk lomba ini Reza membuat program computer, yang dipelajarinya dadakan karena belum pernah ia lakukan sebelumnya. Selain kelompok Reza, kelompok lain membuat berbagai macam penelitian yang menurut saya keren-keren idenya, mengingat mereka baru level SMA, tapi lihat saja dari berbagai poster dibawah ini, bukan main ide mereka! Continue reading

Pedestrian Walkway

Kisah ini saya posting sebagai status facebook saya tanggal 9 November 2017.

Pagi ini saat diantar ke sekolah, Lukman bilang “Rupanya pejalan kaki itu yang bikin macet, Mama”.
Saya pura-pura kurang dengar, tanya lagi (sambil mikirin jawaban): “Apa, Lukman?”
Lukman bilang lagi: “Pejalan kaki yang bikin macet, Mama”.

Baru saya jawab: “Oh, masa sih? Ini kita macet, bukan karena pejalan kaki. Coba lihat, apa sebabnya kita macet?” saat itu kami sedang terhambat macet di salah satu jalan menuju sekolah Lukman, yang harus bergantian jalan dengan arus putar balik.
Lukman: “Karena pak polisi suruh brenti”.
M: “Nah iya, kendaraan banyak, jalannya cuma segini, jadi gantian, antri dan macet deh”.

Akhirnya panjang lah obrolan pagi dimobil tadi, karena Mamanya maklum Lukman ambil kesimpulan pejalan kaki bikin macet pasti karena berita-berita terakhir ini, jadi perlu diberikan masukan lain.

Mamanya bilang: “Kalau jalan kaki, badannya bergerak spt lagi olahraga, sehat nggak Lukman?”. Lukman jawab “Sehat”.
Mamanya lanjut lagi: “Dan biasanya yang jalan kaki itu lalu naik angkot atau kendaraan umum lainnya. Berarti mendukung pencegahan global warming ya Lukman?”
Lukman: “Iya kurangi polusi dan pemakaian bahan bakar”

Continue reading

Childhood Friend

Surprise. Terharu. Bangga.

Tadi pagi saya mendapat pesan dari salah satu teman SD bahwa teman sekelas kami akan pameran di sebuah cafe.

Kalau biasanya saya paling enggan hadir di acara2 reuni, tadi pagi berbeda. Saya ingin hadir karena teman yang akan pameran lukisan tsb duduk didepan saya ketika SD. Sering bercanda, sering juga saya isengin karena teman ini sangat baik orangnya, tidak pernah marah walau diisengin. Jadi saya ingin hadir, mendukung pameran lukisannya.

Kebetulan Reza juga tidak ada kegiatan, saya ajak ikut, jadi pengawal Mamanya.

Ketika sampai di cafe tsb, acara baru dimulai. Sayapun duduk dan menyimak, lalu mulai terkesima. MC acara tersebut tidak hanya membahas tentang lukisan yang dipamerkan, tapi juga latar belakang mengapa teman saya ini berhenti dari kesibukan rutinnya, meninggalkan jabatan dan perusahaan yang dipimpinnya, lalu akhirnya sekarang menjadi pelukis yang produktif.

Dua tahun yang lalu, teman saya ini mulai merasakan gangguan. Sering mendengar bisikan, sering berhalusinasi. Ketika akhirnya teman saya mencari bantuan medis, oleh psikiater yang menanganinya dijelaskan bahwa gangguan-gangguan tersebut disebabkan karena ia menyandang Schizophrenia. Suatu kondisi yang memerlukan perawatan dan pengobatan seumur hidup.

Salah satu aktifitas yang dijalaninya untuk menenangkan diri adalah melukis. Dengan melukis, teman saya dapat menyalurkan emosinya. Jika dilihat semua lukisannya, pasti ada warna hitam dan merah disana. Hitam, mewakili hidup yang terasa gelap olehnya dan merah, mewakili amarahnya, yang selalu berpikir mengapa hal ini bisa terjadi pada dirinya.

Awalnya lukisan karyanya hanya untuk dirinya sendiri, dilihat oleh keluarga dan teman dekat saja. Tidak pernah dipamerkan, apalagi dijual.

Dua orang teman SD lainnya berinisiatif agar lukisan-lukisan yang sudah dihasilkan teman kami ini bisa dilihat kalangan yang lebih luas, dan nilainya dapat dimanfaatkan.

Ketika teman saya ini bertemu dengan teman-teman masa kecil, timbullah inisiatif untuk membuat event Art Giving, yang tag line-nya: “When art and social collide”. Rencananya akan diadakan beberapa pameran, yang dilaksanakan dengan suasana yang hangat dan akrab seperti malam ini, dimana hasil penjualan lukisan dari event Art Giving akan disumbangkan kepada Yayasan Pita Kuning, sebuah yayasan sosial yang membantu anak-anak penderita kanker dari keluarga pra sejahtera.

Kenapa penderita kanker? Karena teman saya ini 20 tahun yll divonis menderita kanker stadium 2, yang lalu dengan pengobatan medis dapat disembuhkan, sehingga ia menjadi cancer survivor.

Saya yang tadinya hadir hanya karena sudah kangen teman-teman masa kecil, jadi surprise. Sebelum datang saya tidak tahu kisah hidup teman saya, tidak tahu kalau ia seorang cancer survivor, tidak tahu juga kalau ia penyandang Schizophrenia. Saya sedih mendengar betapa teman saya ini merasa terpuruk, tidak punya pandangan ke masa depan, bahkan katanya “Meninggal besok pun tak jadi masalah bagi saya”. 

Namun teman saya begitu beruntung memiliki keluarga yang mencintainya. Ibu dan adik-adiknya ikut hadir, mendukung acara tadi. Acara inipun terlaksana karena inisiatif teman-teman yang menyayanginya. Karena itu, teman ini punya pesan penting yang disampaikan kepada hadirin pameran: “Berbuat baiklah kepada sesama. Kita tidak pernah tahu, sejauh apa akibat perbuatan kita kepada orang lain, karena itu berbuat baiklah selalu”.

Sukses ya dengan event Art Giving-nya Sani Tumbelaka, juga kepada para managers: Fifi Sumarno & Mbong Bramantio Ernowo saya bangga sekali dengan kalian, semoga banyak lukisan terjual, semoga banyak bantuan yang disumbangkan kepada Yayasan Pita Kuning. Aamiin…

Tidak ada kebetulan di dunia ini. 

Bukan kebetulan Reza ikut menemani saya malam ini, dan akhirnya bertemu Paman Gery di acara Art Giving, paman yang ketika Reza kecil selalu mendengarkan dongengannya lewat siaran FeMale Radio. 

Ketika masih SD, Reza pernah berkunjung ke RS Kanker Dharmais, mengunjungi pasien anak-anak, atas undangan FeMale Radio bekerja sama dengan Yayasan Pita Kuning.

Siapa yang sangka malam ini Reza kembali bertemu Paman Gery, juga kembali bertemu pengurus Yayasan Pita Kuning. Semoga pertemuan dan event ini bermanfaat bagi Reza, dan meninggalkan kesan sebagaimana ketika ia berkunjung ke RS Kanker Dharmais dimasa kecilnya. Aamiin…

Goodbye My Dear Brother

Uan4

Hari Senin, tanggal 17 September 2017 yang lalu, malam hari saya dapat telepon dari Maya, istri kakak sulung saya, mengabarkan Aan, kakak tertua saya, mendadak sakit. Ketika sedang bicara ditelepon itu, Maya mendadak istighfar, dan tidak bisa menjawab sesaat. Merasa bahwa sakit kakak serius, saya langsung kerumah Mama, beritahu bahwa kakak sakit, dan kesadarannya menurun. Continue reading

Story Telling

Ini obrolan dengan ibu gurunya Lukman setelah story telling pelajaran Bahasa Inggris. Sebelumnya Lukman menolak maju bercerita, tapi sesudah persiapan dirumah, Alhamdulillah mau maju juga dan yang pilih ceritanya Lukman sendiri, kekeuh dengan pilihannya walau sudah saya bilang ceritanya agak panjang😊

21192405_10214069505072692_2419358361488375854_n
Mama: Untuk story tellingnya Lukman kemarin bagaimana Teacher? Lukman cerita dia minta teman-temannya tutup mata. Apa betul?

Continue reading

Kegiatan Sekolah Reza

Saya terus mendapat update kegiatan sekolah Reza lewat facebook sekolahnya. Rasanya senang melihat foto-fotonya berkegiatan, maklumlah karena tinggal di asrama saya baru jumpa di akhir pekan saja dengan Reza.

Ada satu kegiatan dimana bapak kepala sekolahnya mengirimkan langsung foto dan video Reza in action, yaitu saat mata pelajaran Ekonomi, dimana Reza mempresentasikan Produk Masa Depan. Menurut bapak kepala sekolah; “Reza hebat” bikin saya berbunga-bunga mendengarnya 😀 Continue reading

Arjuna

Ketika kegiatan sekolah Lukman sudah berjalan sebulan lamanya, kami diberikan pemberitahuan kegiatan klub dan ekskul. Awalnya Lukman ingin ikut ekskul Clevio, mempelajari  bagaimana membuat game digital. Namun karena hari Sabtu Lukman sudah ada kegiatan terapi dan les matematika, akhirnya Lukman pilih ekskul lain, yaitu Archery/Panahan. Lukman bilang: “Supaya bisa seperti Arjuna” hahaha maklumlah Lukman penggemar film Mahabarata ^_^

Continue reading

Maju Suka Rela

Sejak kelas 5 susah sekali meminta Lukman tampil didepan publik, bahkan didepan kelaspun ia sangat enggan maju.

Karena itu saya surprise juga, ketika suatu hari di sekolahnya ada penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan gigi bekerja sama dg Fakultas Bedah Mulut & Gigi Universitas Trisakti, dan Ibu Kepala Sekolah malam harinya bercerita: “Pada saat penjelasan cara menyikat gigi Lukman maju ke depan sendiri. Dan langsung menjelaskan cara menyikat gigi dengan model”.

Continue reading