Pembagian SKHUN SMP Lazta

18921695_10213158507418320_942623637526907987_n

“Dear Heptarchy,
Hujan badai bukanlah sesuatu yang perlu diratapi. Menarilah didalamnya dengan dzikirmu, dan temukan diri sejatimu bersamanya.
Selalu asah asih asuh your body, mind and soul. Jadilah manusia berkualitas yang senantiasa memberi secercah bahagia kepada banyak orang.
Kesuksesan tak bisa kau raih dengan kepongahan dan kemalasan. Tawaddu’lah dan bakar selalu semangat juangmu.
Salam sukses penuh berkah”

Demikian kutipan salah satu dari banyak pesan yang diberikan Ibu Direktur, bapak Kepala Sekolah, para guru yang telah mengajar Angkatan 7 (dinamai Heptarchy) pada selembar ‘surat cinta’ yang dibagikan bersama SKHUN (surat keterangan hasil UN) hari ini.

Saya ikut hadir dan sangat terkesan, karena bapak Kepala Sekolah tidak langsung membagikan SKHUN tsb, namun sebelumnya memberikan waktu kepada ibu Direktur yang membuat permainan terlebih dulu.

Para murid kelas 9 diminta membuat Curriculum Vitae dirinya pada saat 20 tahun y.a.d. Dimulai dg nama dg gelar kesarjanaan, mis: DR. Suparman S. T.
Lalu diminta tuliskan:
– Alamat y.a.d: apakah masih DKI atau kota lainnya.
– Riwayat pendidikan (sesuai keinginan) mulai TK sampai tertinggi sesuai keinginan (bisa S2 atau S3), juga tulis lembaganya
– Spesialisasi di bidang apa
– Bahasa asing yang dikuasai
– Bekerja di linkungan
– Ketrampilan yg dikuasai diluar bidang pekerjaan
– Negara yg pernah dikunjungi
– Last but not least: status, jika menikah berapa orang anak.

Ketika semua sudah menuliskan, ada yang serius menulis dg lengkap, ada yg bingung dan tidak semua diisi, ada pula yang sambil bercanda, ibu Direktur katakan: apa yang kalian tulis itu adalah Destiny, sesuatu yang ingin kalian tuju, dan ingatlah bahwa keinginan itu doa kalian. Seringkali apa yang diinginkan itu jadi kenyataan.

Menarik sekali ya. Setelah itu, barulah diumumkan nilai-nilai UN tertinggi yang dicapai para murid, disusul pembagian SKHUN kepada semua murid, lalu ditutup dengan pesan kepada yang nilainya bukan tertinggi agar ingat: kesuksesan tidak ditentukan hanya dengan kemampuan akademis saja. Orang-orang sukses selain punya kemampuan akademis yg baik, juga wajib punya kecerdasan emosi, serta semangat juang tinggi.

Semoga Reza dan teman-teman dapat mengingat pembekalan yang diberikan tadi sehingga dapat meraih kesuksesan di SMA dan seterusnya. Aamiin yra…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s