Dancing Fountain

Satu hal yang membuat saya senang di acara talk show YAI minggu yll adalah saat waktu acara istirahat menjelang jam rutin pertunjukan air mancur menari dibelakang panggung.

Pada kesempatan yang lalu saat kami beberapa kali kesini melihat pertunjukan air mancur menari, Lukman selalu menutup telinganya, karena ia sensitif pada suara musiknya yang keras. Setelah itu kami tidak pernah mampir lagi ke pertunjukan air mancur tersebut, karena Lukman tidak nyaman dengan suara yang bergema diruang atrium tsb.

Namun saat acara kemarin Lukman tidak menutup telinga, bahkan mendekat ke arah air mancur, menikmati sekali pertunjukkannya sampai selesai. Bahkan setelah selesai pertunjukan air mancur, Lukman lebih mendekati lagi, mengamati pipa-pipa dan peralatan lampu-lampu yang membuat air mancur meliuk-liuk dengan berbagai warna sesuai lagu yang diperdengarkan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s