Hari Pertama Lukman Kelas 6

Hari ini Lukman baru masuk sekolah, di kelas 6 sekarang. Seperti biasa, di sekolahnya para murid masuk bertahap. Kemarin yang masuk di kelasnya hanya 4 orang, Lukman masuk hari ini hari kedua, dan besok semua sudah lengkap masuk sekolah.

Selama libur, Lukman tidak santai-santai saja sepanjang waktu. Tentu saat bulan Ramadhan memang bangun lebih siang karena sebelum Subuh kami sama-sama santap sahur. Tapi pada hari-hari tertentu, Lukman tetap bangun cukup pagi dan belajar matematika.

Memang pelajaran yang satu ini sangat sulit buat Lukman, dan ia memang tertinggal dibandingkan materi teman-teman sekelas. Karena itu, kami tidak mau buang waktu dan Lukman tetap belajar dengan santai tentunya disaat liburan kemarin.

Karena itu, saya tidak kawatir akan sulit membangunkan Lukman, dan ternyata betul, cukup diingatkan hari ini sudah mulai sekolah, Lukmanpun segera bangun, sarapan dan mandi seperti rutinitas biasa sebelum sekolah.

Perjalanan ke sekolah masih cukup lancar, dan Lukman menikmati lagu kesayangannya, theme song film Zootopia untuk menyemangati hari pertamanya.

Sampai disekolah, walau masih cukup pagi, suasana sudah ramai, saya parkir dulu. Kalau biasanya saya langsung drop Lukman, ia turun sendiri didepan pagar sekolah dan disambut guru yang sudah siap dipintu, lalu saya langsung kembali kerumah. Hari ini saya parkir dulu, dan menemani Lukman jalan ke pintu pagar sekolah.

Lukman masih duduk saja, belum bergerak melepas seat beltnya. Dia bilang “Aku sedikit gugup”. Saya senyum dan mengelus rambutnya “Mama tahu, sayang, tidak apa-apa”. Lalu dia lanjut membicarakan berita yang dilihatnya ditivi, kejadian MOS disuatu sekolah “Ada anak terjepit, Mama”. Saya senyum lagi dan bilang “Itu di sekolah lain, Lukman, bukan disekolahmu. Disini sekolah yang paling aman, dan Lukman jadi anak yang paling besar sekarang, anak kelas 6!”. Lalu saya turun, dia masih diam didalam mobil. Akhirnya saya buka pintunya, lalu Lukman langsung turun dan menggenggam tangan saya.

Jalan sedikit ke pintu pagar, lalu Lukman melihat wajah guru Agamanya yang siap menyambut di pintu. Lukman langsung bersalaman dan cium tangan, lalu langsung masuk ke dalam sekolah. Saya tunggu sebentar, lalu saya pun pulang kembali kerumah.

Ketika saya jemput, Lukman terlihat senang, jam masuk memang masih singkat, tidak sesiang biasa pulangnya. Namun kata Lukman “Mama, perutku bergemuruh!” hahaha… ada yang lapar rupanya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s