Dongeng dan Gitar

Sejak 3 tahun yang lalu, ketika gitaris Jubing Kristianto berkunjung dan main di sekolahnya Lukman (baca post: Musical Surprises) saya jadi berkenalan di facebook dengan mbak Renny Yaniar, isteri mas Jubing, yang ternyata seorang penulis buku anak-anak. Tak disangka salah satu buku karyanya tentang Global Warming sudah kami miliki sebelum berkenalan, buku tersebut menjadi salah satu referensi Reza yang sedang getol mempelajari topik tersebut.

Karena mbak Renny rajin menghasilkan buku-buku yang bagus dengan ilustrasi yang menarik, sayapun terus berhubungan, dan juga membeli buku-bukunya untuk Lukman. Selain menulis, mbak Renny juga punya kegiatan yang sangat mulia, yaitu membagikan buku karyanya yang diberikan secara gratis untuk anak-anak Indonesia lewat Rumah Riang, yang sudah dimulai sejak tahun 2006.

Renny

Selain buku dan musik karya Jubing, kami kerap bertukar cerita tentang kucing kesayangan. Mbak Renny juga cat lovers, dan seperti saya, dirumahnya jadi tempat perhentian kucing-kucing liar yang diberi makan setiap pagi. Seperti Milo, kucing kami, mbak Renny punya Neko, kucing kampung yang jadi cakep karena dipiara dan dirawat dengan baik. 

Minggu yang lalu saya membaca di instagram mbak Renny akan mendongeng bersama mas Jubing. Wah pasti menarik! Kebetulan di tanggal itu saya belum ada acara, dan saya yakin Lukman pasti senang. Kesempatan juga buat saya ketemu mbak Renny, yang selama ini hanya berteman didunia maya🙂

candawarna

Di hari H, kami berangkat cukup awal, karena lokasi dongeng di Grand Indonesia yang selalu padat disaat weekend. Betul juga dugaan saya, ketika sampai di lokasi, untuk masuk ke GI dibutuhkan waktu cukup lama karena antrian kendaraan ke arah sana. Kami terlambat beberapa menit, namun dongeng baru akan dimulai.

Lukman asik mendengarkan dongeng yang dibawakan mbak Renny, dengan diiringi petikan gitar mas Jubing. Kedua dongeng yang diceritakan berkaitan dengan kecintaan lingkungan hidup. Kalau dongeng pertama dari laut (tentang lumba-lumba) dongeng kedua dari daratan (tentang penebang pohon). Tentu saja buat Lukman kedua dongeng tersebut sangat menarik, apalagi mbak Renny memperlihatkan ilustrasi lumba-lumba yang sangat indah. Lukmanpun ikut menjawab saat mbak Renny bertanya pada hadirin.

lumba-lumba

foto dari akun instagram @rennyyaniar

Selesai dongeng pertama, ada waktu jeda dan mas Jubing memainkan gitarnya, memainkan lagu-lagu anak-anak sambil mengajak mereka bernyanyi. Lukman yang sedang kambuh ‘nggak mau tampil’nya tentu saja menolak ketika ditawari maju untuk bernyanyi. Namun ia ikut meng angguk-angguk ketika mas Jubing memainkan lagu khusus untuk para ibu yang mengantarkan anaknya, lagu Bunda karangan Melly Goeslow. Ketika dongeng kedua selesai, dan mas Jubing memainkan lagu Bungong Jeumpa, Lukman bilang pada saya “Sama dengan CD” hahaha…

Acara yang menyenangkan itu berakhir, dan kami berfoto dulu bersama mbak Renny dan mas Jubing sebelum pulang🙂

Jubing

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s