Yuyun

Sudah seminggu ini, bahkan lebih berita di televisi sangat ramai tentang Yuyun. Kejadian tragis tersebut membuat banyak pihak tersentak, tambahan lagi banyak kemudian menyusul berita ‘Yuyun-Yuyun’ yang lain, di lain propinsi, dalam situasi yang tidak sama, namun intinya sama: kejahatan seksual.

Begitu gencarnya berita-berita tersebut, saya terkejut ketika Lukman malam ini masuk kekamar dan berkata: “Mama, ada pemerkosa, ada kejahatan seksual”. Lalu dia bertanya: “Pemerkosa itu apa, aku belum tahu”. Karena terkejut, awalnya saya hanya menjawab “Pemerkosa itu orang jahat, Lukman”. Lukman manggut-manggut, lalu keluar kamar, lanjut nonton berita. Lalu ia masuk kamar lagi menceritakan ada gajah yang sedang sakit di kebun binatang Bandung. Walau lega karena sepertinya Lukman tidak memikirkan lagi tentang pemerkosaan, saya merasa masih ada yang mengganjal.

Selama ini saya dan Papanya selalu terbuka tentang pendidikan seks kepada anak-anak. Ketika Reza menjelang pra puber, kami sudah terlebih dahulu bicara santai tentang seks kepadanya. Kami tahu karena kecerdasannya, Reza sudah cukup tahu tentang perbedaan pria-wanita, daya tarik lawan jenis, apalagi teman-temannya mulai ‘naksir-naksiran’. Pembicaran tersebut kami lakukan beberapa kali, dan sesudah itu kami bersyukur di SDnya Reza ada acara yang bekerja sama dengan Yayasan Kita & Buah Hati-nya Ibu Elly Risman, membahas tentang pendidikan seksual dan bahaya pornografi. Setelah itupun saya berikan pada Reza buku yang dibuat yayasan tersebut, yang isinya lengkap sekali. Saya berpesan, ini untuk pengetahuan Reza, dan kalau ada yang Reza ingin bicarakan, PapaMama akan selalu mau mendengarkan dan berdiskusi.

Selesai masanya dengan Reza, sekarang giliran Lukman. Walau penyandang autis, syukurnya kecerdasan Lukman cukup baik, apalagi Lukman senang membaca buku-buku pengetahuan, termasuk tentang tubuh manusia. Kami dirumah pun selalu membicarakan organ tubuh sesuai dengan bahasa ilmu pengetahuan. Jadi kalau bicarakan alat kelamin, ya kami sebut penis atau vagina, tidak disamarkan dengan burung atau titit atau apa istilah lainnya.

Lukman juga sejak kecil memahami dari berbagai buku pengetahuan tentang bagaimana manusia itu bertumbuh, sejak dalam kandungan ibu sampai lahir dan dewasa. Hal yang sama juga dipelajarinya di sekolah, ketika itu ada ditugaskan PR menonton video pertumbuhan janin Lukman terkesan sekali sehingga menonton beberapa kali, dan sesudahnya bilang “Aku sayang Mama”. Dikelas 5 ini, Lukman dan teman-teman sekelasnya telah pernah diajak guru membahas tentang pubertas. Memang di umur mereka sekarang sudah menunjukkan tanda-tanda mulainya puber. Ada yang suaranya mulai berubah, lalu mayoritas sudah berkembang fisiknya semakin tinggi, dan yang wanita sudah ada yang mulai menstruasi.

Menimbang ‘modal’ pengetahuan Lukman sudah cukup dan menimbang minggu-minggu ini pasti istilah pemerkosa dan kejahatan seksual pasti didengar Lukman berkali-kali akhirnya saya keluar kamar dan ajak Lukman bicara.

Intinya yang saya bicarakan sebagai berikut.

Lukman sudah tahu ada pria, ada wanita, dan kalau mereka sudah dewasa, saling menyayangi, lalu menikah dan punya anak. “Seperti Papa Mama menikah, lahir aku dan kakak ya” kata Lukman. Saya lanjutkan: nah kalau sudah menikah, pria dan wanita yang saling sayang ini berhubungan sehingga nanti wanitanya hamil dan melahirkan anak. Itu namanya hubungan seksual. Jadi dilakukan karena saling mau dan saling sayang, setelah menikah. Nah yang Lukman dengar istilah kejahatan seksual, jika hubungan itu dilakukan dengan dipaksa, salah satu ada yang tidak mau. Contohnya Yuyun itu, dia tidak kenal, tidak mau, tapi dipaksa sampai akhirnya meninggal. Pria yang memaksa itu namanya pemerkosa. Jahat sekali ya.

Lukman kelihatan cukup mengerti. Katanya “Aku juga pernah bilang pada Kakak (guru) disekolah kita harus jaga tidak boleh disentuh pantat, kelamin, dada dan bibir oleh orang lain” wah saya surprise juga. “Kok Lukman tahu?” dijawabnya “Ada bukunya disekolah”. Saya katakan  betul sekali yang Lukman kutip itu, tidak boleh ada yang sentuh kecuali PapaMama dan dokter/suster jika sedang sakit. Juga mewanti-wanti harus jaga diri jangan mau berkenalan dengan orang asing jika tidak diperkenalkan, juga tidak ikut orang asing walau dibujuk dengan apapun.

Lukman lalu bertanya “Kalau narkoba itu apa?” wah ini juga pasti karena heboh berita aktor sinetron yang tertangkap menggunakan narkoba. Kalau topik ini lebih mudah bagi saya untuk menjelaskan.

Saya katakan obat itu kita makan biasanya untuk menyembuhkan penyakit, dan dikonsumsi hanya dengan resep dari dokter. Namun ada obat yang sering diperdagangkan secara ilegal, bukan beli di apotik, dan tidak dengan resep dokter. Itu yang disebut narkoba.
Kenapa begitu? Karena narkoba itu membuat pemakainya merasa tenang, bahagia, dan bisa seperti terbang di awan. Karena itu orang yang pernah memakainya ingin pakai lagi dan lagi. Namanya ketagihan atau kecanduan. Dan dia berusaha dengan berbagai cara mendapatkan obat, walau tidak dengan resep dokter, lewat orang-orang jahat yang menjual narkoba diam-diam. Karena tidak diawasi dokter, pemakaiannya jadi tidak benar, merusak otak dan juga tubuh pemakainya. Bahkan pemakainya bisa meninggal dunia jika sudah terlalu banyak menggunakan narkoba.

Pembicaraan serius ini selesai dengan pembahasan narkoba tersebut. Sepertinya Lukman senang diajak bicara, katanya “Trimakasih ya Mama sudah kasih tahu aku” sambil tersenyum.

Saya juga lega sudah membahas, karena baru saja kami selesai bicara, ketika dihidupkan, berita ditelevisi lagi-lagi membahas kejahatan seksual😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s