Mata Bengkak dan Ketiduran

Sebetulnya ini cerita yang agak memalukan hahaha.. Tapi tak apalah, karena ini cerita yang langka menurut saya.

Jadi ceritanya dimulai ketika Lukman di hari Minggu sore terlihat bengkak matanya. Awalnya saya lihat tidak terlalu kentara, dan saya tetesi dengan tetes Vis*n* saja, saya pikir hanya karena masuk debu. Tapi semakin malam kok semakin terlihat bengkak, jadi sama Papanya di kompres air hangat. Saya sudah mulai cari-cari data dokter mata yang dulu pernah Lukman kunjungi juga di Klinik Mata Nusantara (KMN). Kalau menyangkut mata, saya tidak mau tunggu terlalu lama, kawatir makin parah kondisinya.

13006689_10204463477305639_8289675282615814158_n

Namun ketika ditelepon esok paginya dokter mata yang di KMN prakteknya baru hari Selasa, akhirnya Lukman saya bawa ke dokter mata di RSPI saja, yang sejak pagi sudah mulai praktek. Sementara itu bengkak Lukman semakin membesar, matanya jadi tertutup. Tapi menurut Lukman yang terasa hanya gatal, tidak sakit.

Ketika sampai di dokter mata dan diperiksa, rupanya menurut bu dokter ada bisul didalam kelopak mata. Obatnya diberi tetes mata dan juga obat minum untuk anti inflamasi. Selesai mengambil obat di apotik kamipun pulang kerumah.

Sampai dirumah saya menunggu telepon dari Reza, karena hari itu jadwal saya harus jemput sepulang sekolah. Biasanya Reza naik mobil antar jemput sekolah, namun untuk hari Senin, karena ada kegiatan Club jurnalistik sesudah jam sekolah, maka biasanya saya jemput Reza. Sambil menunggu telponnya, saya browsing di handphone saya, dan entah kenapa mata ini berat betul disiang itu. Akhirnya karena takut mengantuk saat nyetir saya coba pejamkan mata sejenak.

progression test

Ternyata saya ketiduran! dan handphone saya entah kenapa pula jadi silent, mungkin tidak sengaja tertekan. Akibatnya, ketika bangun dan saya heran kok sudah jam segini Reza belum telpon, saya ambil HP, dan ketika mau pencet nomor sekolah, ya ampun, sudah ada banyak misscall! Lalu ada juga pesan dari ibu wakil kepala sekolah: “Bu, Reza diantar bapak kepala sekolah pulang kerumah, tadi Reza telpon ibu nggak bisa-bisa” huaaaaa….

Tidak berapa lama, Reza sampai dirumah, dan cengengesan bertanya “Kenapa handphonenya, Mama? Kok nggak diangkat-angkat?” dan ketika saya cerita saya ketiduran, dia ketawa. Rupanya bapak kepala sekolah yang rumahnya cukup dekat wilayahnya dengan baik hati mau mengantar Reza pulang. Dengan malu-malu saya WA beliau, mengucapkan terima kasih sudah mengantarkan Reza pulang kerumah😆

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s