What Stimming Feels Like

Kembali lagi saya menerjemahkan satu artikel, dalam rangka Autism Awareness Month. Kali ini topiknya adalah Stimming.

Apa Rasanya Melakukan ‘Stimming’

Stimming atau perilaku-menstimulasi-diri-sendiri menurut Temple Grandin adalah perilaku yang dilakukan penyandang autisme untuk menetralkan efek luar biasa sensori dari lingkungan atau meringankan tingkat kecemasan tinggi. Beberapa contoh stimming adalah bergoyang, berputar, mondar-mandir, mengulangi kata-kata atau mengepak-ngepakkan lengan atau tangan.

Bukan hanya penyandang autis yang melakukan stimming. (Note: orang ‘normal’pun juga sering melakukan stimming, misalnya: menggigit kuku, memutar-mutar pensil, menggoyang-goyangkan kaki tanpa disadari). Namun memang penyandang autis lebih nyata melakukannya sehingga menarik perhatian. Pada umumnya masyarakat sulit untuk memahami kenapa seseorang perlu melakukan stimming.

Karena itu kami menanyakan kepada pembaca kami yang menyandang autis untuk menjelaskan tentang stimming ini. Dibawah ini jawaban mereka.

1. Stimming membantu tubuhku mengatur informasi sensorik dari sekelilingku. Laura Ivanova Smith

2. Ketika Anda memasak sesuatu di atas kompor, Anda kadang-kadang mengangkat tutupnya sedikit dari panci untuk membiarkan uap keluar, bukan? Atau ketika Anda memberi tekanan pada luka untuk membuat aliran darah berhenti? Bagi saya, stimming adalah seperti itu: bantuan untuk melepaskan hal-hal yang masuk ke dalam diriku sehingga menghasilkan ketenangan batin. Paula Gomez

3. Stimming adalah seperti menurunkan volume radio ketika kamu mencium bau hangus terbakar. Stimming adalah cara untuk mematikan masukan indera lain sampai kamu yakin bahwa tidak ada sesuatu yang terbakar. Lamar Hardwick

4. Terkadang ketika saya merasa kewalahan, kecewa atau marah, saya perlu melepaskan emosi tersebut keluar. Saya merasa gelisah ketika aku terlalu bersemangat, jadi saya perlu untuk bergerak dan mengeluarkan beberapa kebisingan. Ini satu-satunya cara yang saya tahu bagaimana mengatasinya. Stimming menenangkan saya. Umumnya saya bersenandung keras untuk diri sendiri (kadang-kadang dengan telinga saya terbuka atau tertutup) dan paling sering saya menggoyang-goyangkan kaki saya tanpa disadari. Ini dapat mengganggu beberapa orang, tapi aku tidak bisa menahannya. Sydney Brown

5. Kebanyakan orang bukan penyandang autis pun secara impulsif mengetuk-ngetukkan kaki mereka, jari-jari mereka atau mengeluarkan desahan karena jengkel. Itu semua bentuk alami dari ekspresi diri. Teori di balik stimming penyandang autis sama saja – namun kami mengekspresikan diri lebih jelas daripada Anda! Chris Bonnello

6. Kadang-kadang masukan sensori terlalu banyak, dan aku merasa seperti aku akan meledak. Stimming melepaskan ketegangan itu dan membuat saya merasa lebih tenang. Lucy Clapham

7. Stimming adalah kemampuan dan kesempatan untuk menutup efek dari luar. Aku bisa menyetel diriku sendiri, memerintah energi saya dan merasa benar-benar menutupi dan membungkus diri saya dalam gelembung saya sendiri untuk kenyamanan dan relaksasi total. Stimming membantu saya tetap sadar, bernapas, memperlambat dan menenangkan sistem saraf saya yang terlalu membutuhkan perhatian. Dengan stimming, saya merasa seperti tidak ada orang lain di sekitar dan saya benar-benar tenang, bebas dan menyatu dengan dunia. Laura Spoerl

8. Stimming adalah perilaku yang memberikan kenyamanan. Orang neurotypical (“normal”) mungkin memahami dan melakukan hal-hal yang sama, tetapi perbedaannya adalah bahwa penyandang autis merasa lebih memerlukannya, sehingga jika dihentikan mereka menyebabkan ketidaknyamanan bagi kita. Itu membuat saya merasa tidak nyaman ketika [itu] tidak dapat dilakukan. Elizabeth Alford

9. Stimming adalah kebiasaan (habit) yang melepaskan penumpukan stres atau energi internal di dalam tubuh. Stimming bukan sesuatu yang Anda lakukan hanya jika Anda memiliki kecemasan atau perasaan negatif. Stimming adalah semacam kebutuhan. Planet Autism

10. Ketika saya stres dan terlalu bersemangat, saya diam-diam mendengung atau mengerang. Ketika saya sangat senang, saya tersenyum menyeringai seperti ‘Cheshire Cat’, berayun-ayun dan sedikit bersuara. Stimming membuatku nyaman dan melepaskan tekanan emosi yang baik dan buruk. Saya tidak pernah berpikir ‘saya harus lakukan stimming’ saya hanya melakukannya. Rachel Mills

11. Stimming itu seperti bernafas… sama naturalnya, dan sama pentingnya. Katy Kenah

Terjemahan dari: http://themighty.com/2016/01/what-stimming-feels-like-for-people-with-autism/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s