Sensory Overload

Masih dalam rangka Autism Awareness Month, kali ini saya menerjemahkan tentang Sensory Overload.

Video clip ini menggambarkan apa yang dialami anak penyandang autis ketika memasuki mall. Setiap gerakan, sinar, suara terasa menyakitkan, menyilaukan, dan pada akhirnya anak tersebut mengalami ‘meltdown’ kehilangan kontrol diri karena sensory overload.

Ketika seorang penyandang autis remaja bernama Sophie ditanyai apa rasanya sensory overload itu, ia menulis sbb:

Sensory overload adalah perasaan terburuk yang aku alami. Aku mengalaminya jika aku melihat terlalu banyak orang berjalan melewatiku, atau jika aku mendengar terlalu banyak suara pada saat bersamaan.

Contohnya ketika orang-orang didalam sebuah ruangan berbicara, otakku akan berusaha mendengar semua percakapan dan aku harus berjuang untuk menyaring suara2 tsb sambil mendengarkan apa yang dikatakan pendampingku. Hal ini membuatku frustasi, dan aku harus dipandu pendampingku yang akan memanggil namaku atau menepuk bahuku agar aku dapat memperhatikannya.

Ketika mengalami sensory overload seperti ada 100 ekor lebah didalam kepalaku dan kepalaku terasa sakit, seperti balon yang akan meledak. Terasa sangat tidak menyenangkan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s