Lomba

Sejak di SMP ini, sudah dua kali Reza mengikuti lomba mewakili sekolahnya. Lomba yang pertama adalah lomba matematika di Citra Cendikia Fest, kebetulan lokasi sekolahnya dekat dengan rumah kami. Ketika itu Reza sempat berlatih di sekolah sebelumnya, walau ia masih kelas 8 tapi diajarkan juga beberapa materi matematika kelas 9, karena Reza bersama seorang temannya masih kelas 8 dan seorang lagi kelas 7, sedangkan bahan yang dilombakan sepertinya sampai pelajaran kelas 9.

cicenfest

Dihari H, Reza diantar Papanya ke Citra Cendekia dan dengan pede mengikuti lomba tersebut. Tahap pertama masing-masing peserta diuji perseorangan, namun hasilnya tetap di hitung perkelompok. Pada tahap ini Reza katakan walau soalnya ada yang sulit, sebagian besar ia dapat kerjakan dengan baik. Pengumuman hasil lomba tahap pertama diumumkan 2 hari berikutnya lewat akun twitter. Ketika keluar hasilnya, team Reza belum memenangkan, ya mungkin kalah bersaing dengan sekolah yang mengirimkan siswa kelas 9 nya ya.

Lomba kedua yang diikutinya adalah lomba debat. Kali ini lomba diadakan oleh SMA Lazuardi, dengan peserta dari berbagai SMP. Reza bertiga dengan teman-temannya mewakili sekolah. Saya mengantarkan, karena ia harus sampai disekolah jam 7. Sedangkan jalanan lumayan macetnya, karena hari Senin, hujan deras, dan ada galian pula yang membuat kemacetan makin parah. Karena kondisi seperti itu, jam 5.30 pagi kami sudah berangkat. Perjalanan ke sekolah yang biasanya cukup 30-45 menit dipagi hari kali itu mencapai 1 jam 20 menit ke sekolah. Alhamdulillah masih sebelum jam 7 Reza sampai. Setelah itu, saya mengantar Lukman ke sekolahnya, dan jam 8.20 Lukman baru sampai. Terlambat, tapi ada juga teman sekelasnya yang terlambat karena kena macet yang sama. Hitung hitung dari berangkat hingga sampai Lukman disekolah makan waktu 2 jam 50 menit, wah sudah seperti jalan ke Bandung ya!

Tapi yang penting Reza sampai tepat waktu, dan ia mengikuti lomba dengan semangat. Lewat facebook saya dapatkan foto-foto saat bertanding, dan juga info bahwa team Reza hanya mencapai semi final.

D1 D2

Sepulang Reza sekolah, saya tanyakan, bagaimana lombanya dan apa yang ia dapatkan dari lomba tersebut. Reza tidak banyak cerita, hanya ia katakan ia cukup bisa menjalani lomba debat tersebut, waktu yang diberikan dapat dimanfaatkan Reza, 4 menit yang diberikan ia isi dengan argumen. Buat saya memang yang penting Reza dapatkan pengalaman bagaimana lomba debat yang baik.

Sore harinya, saya dapat notification dari facebook wakil kepala sekolahnya Reza, yang mendampingi Reza dan teman-teman ke lomba debat tersebut. Betul-betul bikin saya penasaran membaca komentar salah satu orangtua murid SMA Lazuardi yang menyaksikan lomba debat yang diikuti teamnya Reza. Beliau tuliskan seperti ini: “Suka sama gayanya Reza (betul ya?)…kereeen, pede dan bisa mempengaruhi orang! Sampaikan jempol saya buat ananda Reza” yang dijawab oleh ibu Wakepsek “Benar sekali bu, Reza kata-kata nya maut🙂 ” kemudian ibu tersebut balas lagi “Yang maut bukan cuma kata-katanya Bu… Tatapan dan body language nya menunjukkan keyakinan atas argumennya…hrsnya bu Rosa ikutan nonton yaa…”

Waah, saya jadi penasaran, seperti apa ya actionnya Reza? 😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s