Fitnah Itu

Saya enggan sekali membuat tulisan yang judulnya negatif. Tapi kali ini karena memang begitulah faktanya, saya terpaksa menggunakan kata berkonotasi negatif.

Bermula saat saya mendapat pesan di group orangtua murid kelas Reza. Salah satu ibu menyatakan kegalauannya karena membaca postingan di sosmed tentang sekolah Lazuardi GIS. Akhirnya sayapun mengecek ke akun resmi twitter dan facebook Lazuardi GIS. Ternyata sudah cukup banyak postingan disana, yang terlengkap saat itu saya dapatkan dari kultwit yang berasal dari twitter Bapak Haidar Bagir, pendiri dan ketua yayasan Lazuardi Hayati yang menyelenggarakan pendidikan lewat jaringan sekolah Lazuardi GIS.

lazta

Siapa Bapak Haidar Bagir, akan terlalu panjang jika saya kutip disini, jadi silahkan dilihat di laman Wikipedia berikut ini https://id.wikipedia.org/wiki/Haidar_Bagir  maupun di laman Mizan ini http://mizan.com/detail/1437-Mengenal-Lebih-Dekat-Haidar-Bagir#.Vk7C0F6UqKE

Tentang fitnah itu sendiri, selalu saya dengar tiap kali mendekati waktu penerimaan murid baru. Baik ketika saya baru mencoba kenal dengan Lazuardi GIS, ketika Reza baru diterima disana, maupun sekarang ini, ketika sudah tahun kedua Reza bersekolah. Lucunya, fitnah ini kemudian menghilang ketika tahun ajaran baru sudah berjalan. Apa fitnahnya? Lagi-lagi terlalu panjang, dan saya lebih senang jika pembaca melihat sendiri ke chirpstory di: http://chirpstory.com/li/292649 lengkap disana.

Begitu fitnah ini menyebar, para orangtua murid, alumni, siswa/i, pengajar, memberikan testimoni, menyumbangkan suara, membela kebenaran tentang sistem belajar di Lazuardi GIS.

Saya sendiri merasa tidak perlu membuat tulisan khusus, karena tulisan-tulisan yang saya share di blog ini tentang sekolah Lazuardi GIS itu saya rasa sudah sangat cukup. Bagaimana Reza sekolah dengan senang disana, bagaimana sikap para guru membimbing siswa sehingga Reza berkembang lebih baik lagi, buat saya sudah memperlihatkan bagaimana ‘isi perut’ sekolah ini. Bahwa tulisan-tulisan tersebut saya buat sejak Reza menjalani test penerimaan siswa baru – bukan dalam rangka membalas pernyataan fitnah itu – membuktikan saya membuatnya dalam kondisi suka rela, bukan hanya dalam kondisi membela sekolah.

Ada satu testimoni yang ditulis oleh seorang alumni Lazuardi GIS, yang menyenangkan sekali dibaca, dan testimoni ini kemudian saya share di facebook saya. Berikut ini tulisannya yang begitu simpatik dan adem dibaca.

November 13 at 4:55pm ·

Assalamualaikum Wr.Wb.

Belakangan ini ada posting tentang sekolah Lazuardi yang katanya mengajarkan ajaran syiah. Juga mengajarkan syahadat yg berbeda dari syahadat yg di syariatkan.

Saya Muhammad Rizki Imansyah, alumni Sma Lazuardi depok tahun 2008. Kakak kandung saya pun bersekolah di sekolah yang sama dan lulus tahun 2006.
Adik saya sekarang sedang mengenyam pendidikan sekolah dasar di SD Lazuardi cordova meruya, sudah tahun kedua.
Oiya, adik saya yg lain juga menjadi tenaga pengajar anak berkebutuhan khusus (abk) di SD lazuardi cordova meruya.
*lazuardi sekolah inklusi loooh..

Kami 4 bersaudara semua lahir di keluarga yg mengikuti mazhab syafi’i, sampai detik ini.

Dari kecil saya disekolahkan di SD Al azhar kembangan, Madrasah ibtidaiyah di Bima, SMP di Ponpes Assalam Solo, SMP internat alkausar Sukabumi, dan SMA di Lazuardi depok.

Kembali ke isu “lazuardi sekolah syiah”. Alhamdulillah selama bersekolah di lazuardi, sy tidak pernah menemukan perbedaan akidah, cara ibadah, dengan sekolah2 saya sebelumnya. Lalu dimana syiah nya? Yaaa saya juga gak tauu.. semua berjalan seperti sekolah pada umumnya.
Kami sholat berjamaah 5 waktu bagi yg asrama, tahajud bersama, dll. Tak jarang juga sy menjadi imam di masjid sma lazuardi, mengimami teman2 yg lain.

Ayah saya seorang pimpinan pondok pesantren di Bima, Ponpes Al ikhwan Bima. Beliau seorang pengikut mazhab syafi’i yg kuat. Jadi tidak mungkin ayah sy menyekolahkan sy jika beliau tidak tau bagaimana sekolah tsb.

TAK KENAL MAKA TAK SAYANG
Mungkin itu yg sedang melanda saudara2 muslim sy yg memfitnah almamater sy. Kalau mau tau, yuk sy temani ke sma lazuardi. Biar bisa lihat langsung apa yg diajarkan dan metode pengajarannya. Biar tidak hanya “katanya”. Atau mau kesana sendiri, monggoo.. mereka selalu welcome ko.

Oiya, ada juga yg bilang ke saya “sekolah islam ko terima siswa non muslim”.
Yup betul. Di SD lazuardi tempat adik sy bersekolah ada temannya yg non muslim. Ko bisa??? Hablumminannass (hubungan sesama manusia).
Siswa non muslim tsb adalah seorang anak berkebutuhan khusus, yg memerlukan guru khusus selama dia sekolah. Orang tua nya sudah kanan kiri mencari sekolah untuk anaknya, mungkin lazuardi dianggap bisa untuk membantu tumbuh kembang anaknya.
Seperti anak kecil lainnya, ketika teman2nya mengaji, sholat, dia pun ikut dengan teman2nya. Walaupun pihak sekolah tidak mewajibkan. Melihat anaknya belajar ttg islam, ayahnya pun mau tidak mau ikut belajar dirumah ttg islam (semoga Allah sisipkan hidayah). Well itu sama sekali bukan hal yg buruk bukan.

At the end, mari kita sama2 membersihkan hati. Menjauhi penyakit2 hati seperti fitnah. Mari ber tabayyun, atau mencari kebenaran terhadap suatu info, sebelum kita meyakini dan ikut menyebar luaskan info itu.
Jangan sampai amal baik kita tergerus hanya karena kita ikut menyebarkan fitnah. Naudzubillahi min dzalik.

Yuk! Kita ke Lazuardi Gis.

Biar lihat serunya belajar disana.. klo butuh sy temani, let me know ya🙂

Wassalamualaikum, wr.wb.

Best regard,

Muhammad Rizki Imansyah
I’m standing for my Lazuardi, not for any mazhab.

Maulana Muhammad Ulinnuha, Kharisa Rachmasari, Dinal Sjarif

6 thoughts on “Fitnah Itu

    • Halo mbak Restu Dewi, salam kenal ya… saya suka mbaca blogmu, bahasanya ceria daaaan lucuuu banget… pasti senyum2 mbacanya, dan ya ampuun itu file gif dapat dari mana aja sih, koleksinya banyak bangeeet…🙂

      • huwaaahh dibacaaaa.. saya maluu (langsung panik beberes).. makasih ya mama Lukman..gifnya btebaran mba di tumblr.

        oh iya, komen saya gak masuk ya sebelumnya.. cm mau cerita keponakan saya skg kelas 3 pun jd anak asrama smu Lazuardi GIS, dan dia tdk pernah sebahagia itu dlm bersekolah.. kayaknya itu yg terpenting ya mba ya..

      • Lha diberesin apanya, sudah buagus banget gitu kok…
        Ow ternyata keluarga besar Lazuardi juga😀
        Bener banget, berbeda banget prestasi yg bisa dicapai kalau anak kita bahagia, melesat, melejit, me… dst dst….
        Ah pokoknya, anak hepi, kita lebih hepi lagi ya mbak😉

  1. 😊😊 senang sekali membaca tulisan ini. Sedih ya….orang sekarang dengan mudah terhasut, padahal Quran mengingatkan kita untuk tabayyun….tapi sekaligus membuktikan bahwa manusia kadang membenci apa yang tidak mereka ketahui.

    • Betul Mbak Gina, padahal sudah begitu ramai yang beri testimoni bahwa itu hanyalah fitnah, teteup saja beredar kemana-mana, memanfaatkan orang-orang yang mudah terhasut tanpa merasa perlu cek kebenarannya😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s