Celetukan Lukman

Ketika saya berpikir sudah tidak ada lagi omongan anak-anak yang bikin kaget dan surprise, masih ada saja kejadian yang membuktikan asumsi saya itu salah.

Suatu hari, ketika seperti biasa saya siapkan baju Lukman untuk ganti di sekolah, ia malah bilang “Pasti teman2ku suka lihat baju kotak-kotak ini” sambil mengambil baju kotak-kotak yang akhirnya dibawa kesekolah. Minggu depannya, kejadian yang sama berulang lagi, ia lebih memilih celana jeans dan baju kaus merah, bukan baju yang sudah saya pilihkan. Ahh, dia sudah mau puber, sudah mau punya pilihan dan pendapat sendiri. Itu pikiran saya🙂

kotak2

Selain perubahan itu, ada celetukan-celetukannya yang bikin saya gregetan, pingin peluk gemesin Lukman atau bikin saya ngakak ketawa.

Jadi kalau ia di kamar mandi, saya harus monitor bukan karena ia tidak bisa lakukan sendiri aktifitas di kamar mandi, tapi karena ia suka sekali main air! Suatu hari, Lukman sedang dikamar mandi, sudah cukup lama. Saya ingatkan: “Lukman, ayo, jangan lama-lama didalam” Lukman jawab: “Iyaaa…” namun tidak berapa lama saya dengar ia mengoceh sendiri (suka begitu kalau dikamar mandi, seperti bercerita sendiri). Lalu saya ingatkan lagi, kali ini pakai alasan supaya dia lebih cepat “Lukman, ayo, Mama juga mau ke kamar mandi”. Akhirnya tidak lama Lukman keluar. Saya langsung gantian masuk kamar mandi. Selesai dan keluar kamar mandi, Lukman masih didekat pintu, dan bertanya “Sudah lega ya Mama?” saya jawab “Iya”. Lalu dia teruskan “Lain kali jangan ditahan ya?” Aaaaarrrggghhh, siapa yang menahan? Gemesss sekali mendengarnya.

Kejadian ini saya ceritakan pada Papanya dikantor. Sepulang kantor, ketika sedang makan bersama, Papanya tanya kejadian tadi. Lukman cerita: “Mama secepat kilat masuk ke kamar mandi, dan wajahku seperti ini…” (mimik mukanya seperti orang bingung). Hualaaah ini anak kok ya makin iseng, pakai ditambahin secepat kilat dan mimik bingungnya,  bener-bener Mamanya nggak bisa komen apa-apa😆

Celetukan lainnya baru terjadi kemarin. Sudah dua hari ini jalan depan rumah macet luar biasa. Kemarin saat mengantar Lukman ke sekolah saya salah strategi, krn berpikir penyebab macet diarah utara, saya ambil jalan ke selatan, yang walau sedikit berputar namun biasanya lancar. Ternyata kami malahan terjebak macet, penyebabnya justru di selatan, ada jalan yg diperbaiki. Lukman sudah mau menangis ketika sampai disekolah terlambat hampir 30 menit.
Hari ini, kami berangkat jauh lebih pagi, walau tetap kena macet, kami masih bisa bernyanyi-nyanyi dimobil, karena masih banyak waktu sebelum jam masuk sekolah Lukman.
Ketika lagi nyanyi itu, Lukman bilang “Seharusnya kita ikut Asia’s Got Talent, Mama” bwuahahaha langsung ngakak dengarnya lol

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s