Rindu Papa

Dua minggu yang lalu Lukman demam. Biasanya ia demam karena penyakit ‘langganan’ radang tenggorokan. Kalau sudah begitu, biasanya Lukman tidur samping mamanya, supaya tengah malam saya tidak perlu berdiri untuk mengukur suhu tubuhnya.

Kebetulan kali itu Papanya sudah dijadwalkan pertemuan di Singapore. Walau sudah biasa ditinggal keluar kota, karena sedang sakit Lukman agak cerewet minta menghubungi Papanya tiap hari. Dan Papanya yang biasanya hanya berhubungan dengan pesan lewat bbm atau WA, kali ini juga sempatkan video call, dan bicara dengan Lukman.

Walau begitu, tetap ya, Lukman tiap hari kirim pesan lebih dari satu kali.

Dan yang ini dia tulis sendiri:

rindu papa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s