Reza Kampanye

redpb

Akhir bulan yang lalu, Reza bicara tentang kepengurusan OSIS disekolahnya yang akan berganti pada semester ini. Reza katakan beberapa temannya meminta dia mencalonkan diri jadi ketua, dan ketika saya tanya: “Reza ingin jadi ketua?” ia jawab “Belum tahu, lihat nanti”.

Kemudian beberapa hari menjelang dibukanya pendaftaran calon ketua, seorang guru yang mengenal Reza dengan baik mengajaknya bicara. Beliau menyarankan agar Reza mencalonkan diri menjadi ketua. Ia juga memberi pandangan siapa kiranya yang dapat menjadi calon wakil, dan membahas siapa-siapa lagi yang kiranya akan mencalonkan diri.

Setelah pembicaraan dengan pak guru, dirumah Reza katakan pada saya “Gimana Mama, ikut mencalonkan nggak?” Saya jawab “Terserah Reza, selama ini Reza sudah ikut jadi pengurus OSIS, sudah tahu kira-kiranya gimana tugas ketua, gimana perannya dalam kegiatan sekolah. Jadi ketua itu tidak ringan, dan harus bertanggung jawab. Mama ingin, kalaupun Reza mencalonkan diri, tidak lupa dengan kewajiban utama: belajar dengan baik”. Setelah itu kami masih bicarakan apa yang jadi concernnya, apa yang dia rasa bisa dilakukan untuk kepengurusan OSIS selanjutnya.

Akhirnya hari pendaftaranpun tiba. Reza dengan yakin mendaftarkan dirinya. Ternyata kedua teman baiknya pun mendaftarkan diri, dan mereka saling mendukung, siapapun yang menang mereka akan jadi team yang memperkuat kepengurusan OSIS. Senang sekali mendengarnya, mereka bisa bersaing sehat, belajar berpolitik dengan cara yang fair. Ada juga beberapa calon lain, cukup banyak mendaftar.

tigae

Tahap berikutnya adalah screening dari para guru. Mereka diminta memasukkan nilai rata-rata semester I dan II yang lalu. Kemudian juga diminta memasukkan surat lamaran menjadi ketua OSIS. Setelah itu, ada wawancara dengan bapak Kepala Sekolah dan ibu Direktur Yayasan. Semua dapat dilewati Reza dengan baik, karena selama ini Reza punya hubungan baik dengan semua guru, kepala sekolah dan ibu Direktur. Baginya tahapan ini malah mengasyikkan, karena ia dapat menyampaikan pikirannya langsung pada saat wawancara.

Beberapa hari kemudian, keluar pengumuman nama calon yang akan mengikuti debat calon ketua OSIS. Debatnya sendiri ada dua tahap, debat pertama dalam bahasa Inggris yang pertanyaan-pertanyaannya diberikan oleh para guru, namun siswa/i dapat menonton. Kemudian debat kedua didepan seluruh siswa/i, dimoderasi oleh tiga orang guru.

Debat pertama diikuti oleh 5 calon ketua, dan hanya 3 calon yang akan lolos menjadi top 3 candidates. Setelah debat pertama tersebut Reza yakin telah menjawab dengan baik semua pertanyaan. Namun ia merasa jawaban untuk visi dan misinya kurang tajam. Lalu saya tanyakan apa yang jadi visi misinya Reza. Lalu ia jawab: memperbaiki disiplin. Kami pun membahas soal itu, saya tanya kenapa masalah itu yang jadi topiknya, lalu apa saja contoh permasalahannya, lalu apa yang menurut Reza dapat menjadi solusinya, kemudian kami mencari bahan-bahan yang kiranya dapat jadi referensi dan masukan Reza.

calon6

Ada yang bikin saya tersentuh ketika mendengar apa-apa saja pertanyaan guru dan bagaimana Reza menjawabnya. Salah satu yang menarik adalah pertanyaan dari guru pembimbing OSIS yang intinya sebagai berikut: Jika kamu menang pemilihan ketua OSIS, program apa yang akan kamu jalankan untuk siswa berkebutuhan khusus? Jawaban Reza bikin saya surprise. Reza menjawab dia akan membuat buddy system untuk siswa berkebutuhan khusus, sehingga tiap hari ada saja siswa yang menemani siswa berkebutuhan khusus ketika belajar, ke kantin dan main. Saya katakan: great answer, sayang. Kok bisa kepikir begitu? Reza jawab: karena Reza lihat siswa berkebutuhan khusus sedikit sekali temannya, kalau ada program seperti itu kan bisa bergantian siswa lain bisa menemani yang berkebutuhan khusus. Hiks, saya terharu mendengarnya.

Hasil debat pertama tersebut akan diumumkan keesokan harinya, dan dilanjutkan dengan debat kedua didepan seluruh siswa/i. Pagi harinya di meja makan ketika sarapan, Reza masih membahas visi misinya. Jadi untuk membantu mengingat kembali apa yang dibahas, dibuatlah tulisan yang merangkum apa yang kami bahas. Pada tulisan itu visi dan misi Reza ditulis dengan cukup rinci. Tulisan tersebut Reza kantungi, dan dibacanya sepanjang perjalanan menuju sekolah. Pesan dari saya: kalau pidato menyampaikan visi dan misi agar menyampaikan dengan penekanan pada hal-hal yang penting. Jangan datar seperti membaca buku pelajaran atau membaca berita.

Ketika sampai disekolah, cerita Reza, para guru sudah mempersiapkan dan memanggil siapa saja yang menjadi Top 3 Candidates. Yang pertama dipanggil: Reza! Lalu calon lainnya adalah kedua teman baik Reza!

cand1-vert

Lalu setelah itu ketiga calon bergantian menyampaikan pidato tentang visi dan misinya. Sepulang sekolah, Reza berkata tidak banyak siswa/i yang bertanya kepada top 3 candidates tersebut karena keterbatasan waktu. Namun Reza merasa cukup banyak dapat sambutan ketika berpidato. Sayang tidak ada video rekamannya, namun keesokan harinya guru Reza sampaikan pada saya: teman-teman Reza katakan dia mirip Obama ketika berpidato! Hahaha… Syukurlah, mudah-mudahan apa yang jadi concernnya Reza dapat disampaikan dengan baik pada pidato tersebut🙂

Selesai tahapan tersebut, masuklah periode kampanye. Reza minta tolong dibuatkan poster untuk ditempel pada majalah dinding, locker, baik di selasar, di ruang kelas maupun ruang lainnya di sekolah. Meniru poster-poster kampanye, saya buatkan seperti yang diatas. Sepulang sekolah, melihat poster tersebut Reza setuju dan senang sekali. Di print beberapa lembar, esok harinya Reza dan ‘tim sukses’nya tempelkan ditempat-tempat yang sudah direncanakan.

Dalam periode kampanye tersebut para calon bisa menyampaikan pidato kampanye pada saat istirahat. Baik itu di kantin maupun ditempat lain dimana siswa/i berkumpul.

Kami bersyukur Reza punya kesempatan untuk mendapatkan pengalaman nyata proses demokrasi di sekolah. Menang atau kalah bagi kami tidak jadi soal, pengalaman ini akan memperkaya pendidikan karakternya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s