Menjelang 17 Agustus 2015

Beberapa hari menjelang 17 Agustus di sekolah anak-anak sudah terasa semangat untuk menyambut hari kemerdekaan ini. Reza sepulang sekolah laporan bahwa ia menjadi anggota pengibar bendera. Seluruhnya ada 9 orang, 2 orang siswa dan 7 orang siswi. Latihannya sudah dimulai seminggu sebelum upacara, setiap pagi sebelum mulai jam pelajaran, dan Reza mengikuti dengan semangat🙂

Di sekolah Lukman, ada lomba-lomba yang diadakan seminggu penuh sebelum hari istimewa tersebut. Untuk hari Senin lomba futsal orangtua murid, hari Selasa lomba lempar bola orangtua murid, hari Rabu lomba bakiak para murid, hari Kamis lomba lempar bola para murid dan hari Jumat penutupan: lomba lari estafet orangtua murid beserta pengumumannya.

Ketika hari Senin saya tidak hadir, Lukman tanya “Mama tidak ikut lomba?”. Sebetulnya saya ikut mendaftar, namun karena animo para orangtua cukup besar, akhirnya saya tidak jadi ikut, memberi tempat kepada yang muda-muda yang tentunya lebih bersemangat😀 Ketika Lukman bertanya seperti itu, saya katakan “Nanti kalau Lukman lomba, pasti Mama hadir deh”.

Buat Lukman kehadiran Mamanya disekolah memang selalu ia tunggu-tunggu. Syukurlah tiap ada kegiatan saya selalu bisa hadir. Kalau ada kegiatan dimana saya memang tidak ikut serta, Lukman bisa turun semangatnya, dan tidak mood ikuti kegiatan belajar. Itu saya ketahui ketika suatu saat ada bunda-bunda yang datang kesekolah untuk melihat para murid yang tergabung dalam paduan suara berlatih sebelum sebuah pertandingan. Karena Lukman tidak ikut paduan suara, ya memang saya tidak diundang, dan saya juga tidak tahu ada bunda-bunda yang datang ke sekolah. Hari itu, saat pulang sekolah saya dapat laporan Lukman moodnya jadi drop karena mencari-cari saya “Kenapa mamaku tidak datang?”🙂

Namun semakin kesini Lukman semakin bisa mengontrol emosinya. Jadi ketika saya katakan pada Lukman saya tidak akan hadir, dan datang hanya saat ia bertanding, Lukman kelihatan senang. Hari Selasa ketika ia menonton orangtua bertanding, ia sampaikan pada gurunya “Mamaku datangnya besok”. Lalu ketika Rabu kami sama-sama bersiap ke sekolah, Lukman terlihat semangat sekali. Ia masuk kelas dulu, melakukan kegiatan rutin pagi hari bersama teman-teman sebelum mulai lomba jam 8.

page1

Hari Rabu adalah lomba bakiak, lucu sekali melihat anak-anak semangat bertanding. Walau jatuh, walau kalah, semua menikmati. Ada sih yang masih kelas satu terlihat menangis ketika kalah, namun setelah dibujuk guru dan teman-teman kembali ceria lagi. Hari itu Lukman tidak bertanding, ia menyemangati teman-temannya.

Hari Kamis, saya kembali hadir untuk lomba lempar bola. Kali ini Lukman ikut sebagai anggota team pertama. Saya senang menlihat Lukman menunggu giliran dengan tenang, walau cukup lama menunggu. Kalau merasa bosan, ia lalu manjat pohon dihalaman sekolah. Setelah puas, ia kembali lagi ke kelompok teman-temannya.

page4

Ketika saatnya team nya maju, Lukman semangat ikuti lomba, dan berhasil melemparkan lomba mengenai sasaran. Teamnya menang, dan setelah seluruh kelas bertanding, teamnya Lukman lanjut bertanding untuk semifinal.

Yang saya geli, ketika kedua kalinya berlomba, saat bersiap, Lukman bergaya seperti difoto bawah ini, seperti seorang atlit pelari sprint. Padahal teman-temannya tidak ada yang bergaya seperti itu😀

page2

Walau akhirnya team Lukman kalah, saya senang ia sudah ikut lomba dengan gembira😆

page3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s