Mengancam

Kemarin saya di ingatkan Facebook dengan cerita yang saya tulis di status, 5 tahun yang lalu.

Statusnya seperti ini:

“Mamanya jangan marah2 dong” Wah rasanya campur aduk denger Lukman bilang begitu: senang karena itu kalimat baru dalam perbendaharaan kalimatnya yang masih belum banyak, sebel karena Lukman tidakak tidur2 sampai jam segini padahal besok rencana bangun pagi & terakhir: geli juga dia sdh bisa protes🙂

Lalu saya tulis status baru, pengantar memory sharing tersebut:

Memori 5 tahun yll, saat Lukman baru bisa protes😀 Karena Lukman speech delayed, baru bisa keluarkan kata-kata setelah mulai terapi diumur 2,5 tahun, apapun perkembangan bicaranya selalu kami perhatikan.
Sampai sekarang.
Seperti saat dua hari yang lalu Lukman bilang: “Awas ya kakak, nanti aku cabutin bulu kakimu!” baru kami sadari Lukman sudah bisa mengancam…. perkembangan baru lagi! (❛ᴗ❛)

Ada satu komen dari teman: Hehehehe………kok yo bisa yak kepikiran mengancam dgn “cabutin bulu kakimu”?……..

Dan jawaban saya: Ada ceritanya mbak… Sebelum itu Lukman lagi iseng mainkan selotip, dia coba tempelin ke kulitnya sendiri lalu ditarik dan teriak “Aw… aw…” mengikuti adegan film kartun. Lalu Lukman isengin aku, nempelin selotip ke tanganku… Terus emaknya juga iseng, bilang: “Tuh kakak yg lebih banyak bulunya di kaki” dan dia beralih isengin kakaknya, nguber2 mau tempelin selotip di kaki😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s