Baju Batik Lukman

nikon 202

Kamis sore yang lalu ada sedikit kehebohan dirumah karena saya baru sadar, seragam pramuka Lukman masih ada di laundry, sedangkan hari Jumat Lukman jadwalnya pakai seragam pramuka itu. Seperti umumnya penyandang autis, Lukman sangat rigid dalam mematuhi aturan. Kalau ada yang berbeda dari aturan, ia akan merasa sangat tidak nyaman. Begitu tahu seragam pramukanya tidak siap pakai, Lukman langsung memutuskan “Aku tidak mau sekolah, aku malu, nanti ditertawakan teman-teman”. Ujung bibirnya langsung turun, kalau sudah seperti itu, bakalan susah dibujuknya. Sampai malam, masih kekeuh Lukman tidak mau sekolah, walau sudah berbagai cara saya dan Papanya bujuk. Salah satunya saya katakan “Mama kan besok ke sekolah juga, mau latihan nyanyi (untuk acara family gathering), masa Mama datang sendiri ke sekolah?” Langsung dijawab Lukman: “Mama kan sudah besar, kan bisa datang sendiri kesekolahku” antara mau ketawa dengan geregetan karena masih kekeuhnya nggak mau sekolah.

Akhirnya saya hubungi Ibu Endah, guru Lukman, dan beliau katakan Lukman boleh pakai baju bebas, namun memang ada kebiasaan dalam kegiatan pramuka dimana anak murid di cek kelengkapan seragamnya. Bagi yang tidak lengkap atau tidak mengenakan seragam maju ke depan barisan dan jelaskan kenapa tidak lengkap/tidak pakai seragam. Lalu ketika kami bahas mau pakai baju apa, ibu Endah sarankan pakai batik, karena warna coklat agak mirip dengan baju pramuka mungkin lebih nyaman untuk Lukman karena tidak terlalu mencolok perbedaannya. Akhirnya saya sampaikan pada Lukman: “Lukman, boleh kok pakai baju bebas, dan kak Endah bilang boleh pakai batik, gimana mau kan?”. Eeeh Lukman cepat sekali berubah pikiran, dia bilang “Ya sudah, aku sekolah, pakai batik saja”. Saya langsung lega. Lalu Lukman lanjutkan “Kalau aku pakai batik, teman-teman pasti terkesan padaku”. Huahahaha rupanya dia merasa dengan batik itu pasti tampil keren banget ya😀

Keesokan harinya Lukman bangun dan bersiap ke sekolah seperti biasa. Namun ketika berjalan mendekati pintu sekolah, Lukman masih bertanya “Kamu yakin, aku boleh pakai batik?” Saya senyum meyakinkan Lukman, dan bilang “Iya, kan kak Endah, kak Wiwik, dan kak Lely sudah tahu, Lukman akan pakai batik hari ini”. Sesampai di pintu sekolah, salah satu guru yang bertugas menyambut kedatangan murid berkata seperti ini: “Waah Lukman ganteng sekali pakai batik” bikin Lukman pede masuk ke sekolah. Kepada satu guru lainnya yang juga didepan pintu sekolah, Lukman langsung jelaskan “Baju pramuka ku masih di laundry, aku pakai batik saja”.

Sepulang sekolah, saya dapat cerita dari gurunya bahwa Lukman mau dengan pede tampil ke depan barisan pramuka, dan menjelaskan bahwa ia tidak pakai baju pramuka karena masih di laundry. Kalimat yang sama ia katakan pada setiap guru yang ditemuinya disekolah😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s