Lukman Presentasi

Di awal bulan Maret yang lalu, Lukman mendapat tugas Lukman dapat tugas Bhs Indonesia : membuat laporan buku non fiksi yang bulan depan dipresentasikan di kelas. Tujuan presentasi adalah agar teman2nya paham isi buku, dan tertarik untuk membaca buku tsb. Untuk tugas tsb Lukman memilih buku Altas Dunia.

Suatu hari saya ngobrol sama Lukman, apa sih yang menurut dia menarik di buku atlas tsb. Kami bahas daftar isinya, tentang citra satelit, tentang peta, dan panorama. Ketika membuka-buka halaman, sampai di bagian peta Rusia, Lukman bilang: “Nah ini dia kota Magadan”. Karena belum pernah dengar nama Magadan, saya tanya: “Memangnya ada apa di Magadan?”. Lukman: “Disitu ditemukan bayi mammoth yang belalainya seperti ini (diperagakan). Bayi itu sekarang di museum di London, namanya Luba”.Saya jadi heran, lalu segera googling. Ternyata betul, ada beritanya: Lyuba the 42,000-Year-Old Baby Mammoth Arrives at the Natural History Museum in London. Lukman masih lanjutkan: “dan ini kota Yakutsk (menunjuk kota di tenggara Magadan) ada mammoth terlihat masih hidup disini”. Saya buru-buru googling lagi, tapi kalau yang ini belum ada berita, baru cerita dan video yang didapatkan dari anak seorang fotografer Nazi yang merekam penampakan mammoth ketika ia sedang berbaris menuju Siberia saat Perang Dunia II. Begitupun, Mamanya masih takjub dengan hasil ‘riset’nya Lukman ini. Walau bahasa Inggrisnya belum fasih, Lukman sering membuka Google-translate untuk membantunya memahami foto/video yang disaksikan, dan bisa menangkap isi tulisan yang diinginkan.

russia

Minggu depannya saya bertemu dengan guru-guru dan kepala sekolah Lukman untuk pertemuan rutin bulanan perkembangan Lukman. Saat itu kondisi Lukman sedang bagus, dikelas ia sangat kooperatif, dengan teman bisa bergaul baik. Salah satu hal yang kami bicarakan saat itu, berkaitan dengan ketrampilan berbicaranya. Lukman selalu bicara dengan lembut. Di satu sisi ini membanggakan, karena Lukman dengan kalimatnya yang ‘baku’ dan cara bicara yang halus selalu sopan kalau berbicara. Namun, ketika mulai tumbuh lebih besar dan diperlukan volume suara yang lebih besar dalam kesempatan tertentu, kelebihannya ini jadi kendala. Contoh, saat kelas 3 diminta membaca nyaring untuk pelajaran Bahasa Indonesia, Lukman perlu beberapa kali latihan bersama ibu guru sebelum ia dapat mengeluarkan volume suara yang lebih keras dari biasanya. Sampai sekarang, walau sudah 10 tahun usianya, suara Lukman masih lembut seperti itu. Bahkan ketika bicara di mobil ketika radio sedang hidup, ia lebih suka mematikan radio dan bicara, ketimbang mengeraskan suaranya. Ini yang jadi salah satu topik pembahasan ketika pertemuan. Kemudian salah satu ibu guru memberikan tugas pada Lukman untuk membacakan Pancasila saat upacara di sekolah. Saya juga mengajak Lukman berlatih dirumah. Di hari upacara dilaksanakan, saya mendapat cerita dari ibu guru: Lukman menjalankan tugasnya dengan baik, bersuara cukup lantang membacakan Pancasila. Alhamdulillah😀

Minggu berikutnya giliran Lukman presentasi untuk buku Atlas Dunia di kelas. Beberapa hari sebelumnya saya bantu Lukman menyiapkan materi presentasi. Sesuai dengan yang ditugaskan, bahan presentasi dituliskan di kertas A3, dengan menyertakan foto atau gambar dari buku yang dibahas. Walau susunan materi presentasi memang saya yang membuat, Lukman tetap terlibat dalam pembuatannya. Ia menuliskan judul tiap halaman, lalu menempelkan foto-fotonya.

IMG_20150305_134522 IMG_20150305_134544

Untuk tulisan yang agak banyak saya print saja dengan ukuran huruf yang besar dari komputer. Selesai mengerjakan materinya, Lukman saya minta latihan presentasi didepan kakak dan Papanya. Papanya memberikan masukan, dan Lukman mau melakukan latihan beberapa kali. Bagaimana dengan presentasinya? Saya dibagi cerita oleh ibu Endah W. Soekarsono, yang mengajar Bahasa Indonesia dikelas Lukman. Beliau katakan Lukman dapat melakukan presentasi dengan baik dan bicara dengan percaya diri. Suaranya pun cukup keras. Teman-temannya dapat mengikuti dengan baik. Bahkan ketika ada temannya yang mengobrol, Lukman katakan “Dengarkan aku!”. Lukman cukup menguasai bahan, dan dia bisa jelaskan foto-foto yang ditempelkan sebagai ilustrasi.

Ketika kami bertemu para guru-guru dan kepala sekolah Lukman di pertengahan bulan April untuk laporan perkembangan tengah semester, kami diperlihatkan rekaman video presentasinya. Rasanya bangga sekali melihat Lukman dapat melakukan presentasi dengan cukup baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s