Just Dance!

Beberapa minggu yang lalu kami mendapat surat pemberitahuan dari sekolahnya Lukman tentang IKJ Dance Carnival. Keluarga Besar Jurusan Tari – Institut Kesenian Jakarta (KBJT-IKJ) bekerjasama dengan Prodi Tari FSP IKJ mempersembahkan IKJ DANCE CARNIVAL 2015, untuk turut merayakan World Dance Day (29 April) sekaligus Hari Pendidikan Nasional (2 Mei). Nah surat dari sekolah tersebut adalah pemberitahuan tentang undangan audisi bagi para murid SD untuk mengikuti event tersebut sebagai wakil sekolah. Lukman suka menari, namun kami tahu tidak memungkinkan untuk Lukman ikut. Sebelum ini Lukman sudah mau beberapa kali ikut pertunjukan disekolah, dan memang tidak mudah baginya tampil menari didepan umum, apalagi dengan banyak latihan sebelumnya.

11082613_312804908910394_35866561558238325_n

Walau begitu, ketika mendengar teman-teman Lukman yang terpilih akan menarikan Rampak Genjring di acara tersebut, wah saya langsung ingin sekali melihat. Tahun yang lalu teman-teman Lukman sudah pernah menarikan Rampak Genjring ketika acara family gathering. Saya dan banyak orangtua lain yang hadir senang sekali dengan tarian yang sangat dinamis itu. Pernah kami para orangtua, mencoba hanya sedikit sekali bagian tari itu ketika ada workshop untuk orangtua. Ternyata tidak mudah, mensinkronkan gerakan kaki, gerakan tangan memukul ‘kendang’, belum lagi gerakan berputar wah sulit sekali, benar-benar kagum ya sama anak-anak yang dengan lincahnya menarikan dengan gembira.

Melihat tanggalnya, saya langsung kecewa, kebetulan di tanggal 2 Mei tersebut ada sepupu Papanya Lukman yang menikah, tentunya kami harus hadir. Dalam hari berpikir sayang sekali harus melewatkan acara tersebut, melihat kehebohan di Taman Ismail Marzuki. Menjelang hari H, hanya dua hari sebelumnya, suami saya memberitahu bahwa pernikahan sepupunya itu diselenggarakan di pagi hingga siang hari. Wah langsung lah saya rayu mantan pacar agar mau mengantarkan ke Taman Ismail Marzuki malam harinya. Rayuan saya masih cukup berhasil, Papanya Lukman mau mengantarkan kami, dan ketika saya beritahu Lukman, ia juga sangat gembira. Kakak Reza memilih tetap dirumah, hmmm biasalah kalau sudah ABG, maunya punya kegiatan sendiri🙂

Singkat cerita, sepulang acara pernikahan kami masih sempat istirahat sebentar sebelum berangkat ke Taman Ismail Marzuki. Sebelum berangkat, saya sudah wanti-wanti pada Lukman agar tetap bersama kami di acara IKJ tersebut, karena kami perkirakan akan ramai sekali pengunjungnya. Apalagi penyelenggaraan IKJ Dance Carnival tersebut dengan bentuk street art di ruang terbuka yang tidak ada batasan antara panggung dan penonton.

Sesampainya di Taman Ismail Marzuki cuaca sedikit hujan, sehingga kami numpang duduk dulu di bioskop XXI. Sedang kami menunggu, saya kontak ibu Endah W Soekarsono, guru Lukman dan beliau senang sekali kami sudah sampai, lalu bersama ibu Nurul Laily, kepala sekolah Lukman, mengajak kami melihat kedalam kampus Institut Kesenian Jakarta. Sambil berpayung kami masuk kedalam kampus, terus terang baru kali ini saya masuk kedalam kampus yang kondang itu😀

11 12

Sesampai didalam kampus, ibu Endah menunjukkan pada kami mural di gedung Seni Pertunjukan, yang rupanya dibuat oleh Guntur Wibowo, muralis yang ketika itu juga melukis mural-mural di Sekolah Tetum Bunaya, termasuk mural Lukman di gedung SD. (baca: Mural Lukman). Setelah memotret Lukman didepan gedung Seni Pertunjukan tersebut, kami kemudian menuju tempat pertunjukan di Plaza Teater Jakarta. Sebelum sampai di lokasi tempat murid-murid akan menari, kami lihat beberapa kelompok penari rupanya sudah mulai membuka acara. Kami berhenti dulu, karena hmmmm tariannya berasal dari Sumatera Barat. Tarian pertama tidak jelas terlihat, karena sulit mendekati kelompok penari tersebut yang sudah dikerumuni pengunjung. Kami memilih untuk berdiri didepan kelompok penari berikutnya, yang sudah standby menunggu giliran. Setelah kelompok pertama selesai, mulailah penari-penari didepan kami menarikan Tari Piring. Lukman terkagum-kagum melihat piring di tangan penari tidak jatuh, walau mereka berputar, berguling.

13 14

Selesai Tari Piring, kami bergegas menuju tempat teman-teman Lukman berkumpul. Wah mereka sudah berdandan cantik dan ganteng. Komentar Lukman? “Kalian seperti wanita dewasa” melihat teman-teman perempuannya memakai make-up! Uniknya, semua aksesoris yang dipakai mereka adalah buatan sendiri, berasal dari bahan daur ulang. Yang mengkilat berkelap kelip dimalam hari itu dibuat dari bungkus biskuit, sabun cuci, dll yang bahannya memang mengkilat. Namun dengan kelihaian tangan-tangan para guru disekolah, aksesoris itu nampak memikat.

16 18

Tidak lama menunggu, teman-teman Lukman dipanggil untuk briefing terakhir kali sebelum menuju ‘panggung’ yang berupa pelataran berbentuk lingkaran. Penonton sudah melingkari pelataran tersebut, saya berusaha menyelip untuk mencapai barisan depan karena berniat merekam pertunjukan, cukup sulit karena para penonton sudah duduk dilantai, sedangkan Lukman bersama Papanya mencari tempat yang lebih nyaman.

21 22

Pertunjukan dibuka dengan tarian yang -menurut saya- berkesan agak magis… gerakan para penari memakai topeng dan keseluruhan kostum berwarna hitam hanya selendang yang berwarna merah. Mereka bergerak pelan, dan terus terang saya kurang paham (kalau ada) ceritanya🙂 Tarian diakhiri dengan kejutan, salah satu penari membakar payung ditengah pentas. Setelah itu, panitia memberi sambutan, dan dari IKJ diwakili Prof. Sardono W. Kusumo. Lalu dimulailah parade tarian dari berbagai sanggar, sekolah dan komunitas tari.

27  29 28

30 31 32

33 34 35

Teman-teman Lukman mendapat giliran ke 5. Sementara menunggu saya lihat Lukman mulai tidak betah, ia mainkan payung, lalu berlari melihat teman-temannya dari dekat. Tapi ia selalu kembali ke Papanya, dan tidak keluar dari arena pentas. Akhirnya tiba giliran teman-teman Lukman beraksi. Seperti yang sudah saya perkirakan mereka tampil pede, dengan lincah menguasai pentas. Penontonpun tepuk tangan meriah setelah tarian selesai.

Karena malam sudah cukup larut, selesai tarian Rampak Genjring kami berpamitan pulang. Lukman menyalami guru-guru dan teman-temannya sebelum berpisah.

Photo by Dachri Megantara S.

Photo by Dachri Megantara S.

Truly one fun evening🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s