Dream School Project, Setu Babakan & Ancol part 2

Lanjut dari postingan sebelumnya, di hari ulang tahun Lukman ke 10 pertengahan bulan Maret yang lalu, kegiatan kami sekeluarga sangat padat. Pagi harinya saya mendapat tugas menjadi moderator di acara Quality Time for Lazuardi Parents. Lalu Reza pada saat yang sama membuat tugas untuk proyek bulanan bersama temannya, membuat Laporan Observasi Lingkungan Alam, dengan mengambil lokasi Setu Babakan. Reza mengambil lokasi ini sebagai obyek observasi karena selain dekat dari rumah, isi perkampungan budaya Betawi tersebut sangat bervariasi. Ada lingkungan alam yang khas dengan banyak pepohonan langka, ada kegiatan ekonomi diantaranya para pedagang yang berjualan segala sesuatu yang khas betawi, dan juga ada kegiatan seni budaya Betawi yang menghidupkan perkampungan tersebut.

Reza berdua dengan temannya Atha membuat rekaman video dan laporan tertulis tentang Setu Babakan tersebut. Ketika saya pulang dari sekolahnya selesai seminar, Reza cerita mereka menemui beberapa orang disana yang mau diwawancara, lalu menyewa pakaian adat Betawi untuk rekaman video, dan mencicipi Bir Pletok, minuman khas Betawi tentunya. Saya jadi tidak sabar ingin melihat rekamannya, pasti seru sekali. Ternyata benar. Setelah selesai di edit oleh Atha, dan di upload di Youtube, ternyata video tersebut menarik sekali. Cukup banyak informasi yang diberikan nara sumber yang diwawancara🙂

Selesai Setu Babakan, Reza, Lukman dan Papanya menjemput saya di sekolah, dan kami pulang untuk bersiap ke acara berikutnya: Annual Party kantor Papanya🙂

Sampai di Ancol, kami langsung check in dan bersiap untuk acara. Dimulainya memang dari sore hari, sampai selesai makan malam. Beda dengan tahun lalu, kali ini kami dapat kamar di gedung baru hotel tersebut. Lukman senang mendapat kamar hotel di gedung baru, baik koridor maupun interiornya lebih cerah, kamar juga lebih luas, namun ia kecewa tidak ada bath tub dikamar mandi!😀

ancol3 ancol1

Dress code untuk acara tersebut memang hitam putih, Lukman senang sekali mendapati gapura balon berwarna senada. Tentunya ada photo booth, dan kami berpose sejenak sebelum masuk ruangan.

ancol2 ancolsss

Berbagai acara ditampilkan oleh teman-teman Papanya, ternyata banyak bakat bertebaran, ada yang pandai main sulap, ada yang menyanyi, menirukan acara talent show di tivi, ada pula yang ber acting, bahkan ada barisan lelaki yang mengenakan baju balet dan menari bersama, ruangan pecah dan heboh melihat aksi mereka!

Walau ruangan gelap dan sound system cukup menggelegar, Lukman nampak cukup menikmati. Jika bosan, dengan pedenya ia keluar ruangan, dan menikmati suasana pantai. Ketika makan malam tiba, lampu ruangan dihidupkan seperti biasa dan kami bisa mengobrol dengan teman-teman Papanya. Ada seorang manager yang berasal dari Jepang menghampiri kami dan memainkan sulap: mengeluarkan koin dari belakang kuping Lukman, bukan sebesar koin biasa namun koin cukup besar yang bergaris tengah sekitar 8 cm. Lukman terpesona sekali dan ketika sang manager pamit dan pindah ke meja lain, Lukman terus memperhatikan dimana teman Papanya itu berada😀 Ketika acara ditutup dengan foto bersama, Lukman tidak mau ketinggalan ikut juga berfoto.

ancol5

Selesai acara kami langsung ke kamar, padatnya acara hari itu cukup melelahkan walau menyenangkan. Tidak lama setelah sampai dikamar kamipun terlelap. Keesokan harinya, gembira sekali melihat cuaca cukup cerah. Selesai sarapan, kami langsung menuju pantai di Ancol Beach City, masih didalam kompleks Taman Impian. Pantai disini tidak ramai, pasirnyapun bersih. Langsung Lukman dan Reza bermain pasir. Puas main disana, Lukman punya permintaan untuk naik perahu. Akhirnya kamipun mencari disekitar pantai tersebut, dan bertemu dengan dua bapak yang menyewakan perahu motornya.

046s ???????????????????????????????

Kami pun naik dan Lukman terlihat senang sekali dengan pengalaman pertamanya naik perahu. Awalnya perahu jalan dengan tenang, kami melihat pemandangan pantai dan kelaut lepas, nampak ada beberapa kapal dikejauhan. Selepas pelindung ombak, menjelang perahu tersebut mencapai daerah di utara kompleks Puteri Duyung, mulailah terasa ombak cukup kencang. Perahu berayun dan sepertinya motor menjadi kehilangan tenaganya. Untunglah tidak lama pak perahu memutar perahunya dan kami kembali ke bagian pantai dengan ombak yang ramah. Selama perjalanan, Lukman terlihat gembira, bahkan ketika diayun ombak, ia tetap berani dipinggir, kalau tidak saya panggil untuk duduk ke tengah!

Selesai naik perahu, kami kembali ke hotel dan bersiap check out, karena sore harinya sudah ada acara kumpul keluarga dirumah Omanya anak-anak. Lukman terlihat sedih karena masih belum mau pulang, namun bisa dibujuk dan kamipun meninggalkan Ancol.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s