Lukman dan Suaranya

Lukman selalu bicara dengan lembut. Disatu sisi ini membanggakan, karena Lukman -yang baru bisa bicara setelah di terapi wicara mulai umur 2,5 tahun- dengan kalimatnya yang ‘baku’ dan cara bicara yang halus selalu sopan kalau berbicara. Namun, ketika mulai lebih besar dan diperlukan volume suara yang lebih besar dalam kesempatan tertentu, kelebihannya ini jadi kendala. Contoh, saat kelas 3 diminta membaca nyaring untuk pelajaran Bahasa Indonesia, Lukman perlu beberapa kali latihan bersama ibu guru dan juga latihan dirumah, sebelum ia dapat mengeluarkan volume suara yang lebih keras dari biasanya.

Ini rekaman tahun yang lalu:

Sampai sekarang, walau hampir 10 tahun usianya, suara Lukman masih lembut seperti itu. Bahkan ketika bicara di mobil ketika radio sedang hidup, ia lebih suka mematikan radio dan bicara, ketimbang mengeraskan suaranya🙂 Ini yang jadi salah satu topik pembahasan ketika saya bertemu dengan para guru dan kepala sekolah Lukman baru-baru ini dalam pertemuan rutin perkembangan Lukman. Kemudian salah satu ibu guru memberikan tugas pada Lukman untuk membacakan Pancasila saat upacara di sekolah. Saya juga mengajak Lukman berlatih dirumah, dan dibawah ini dia rekamannya.

Hari Jumat 6 Maret 2015 disiang hari saya mendapat cerita dari ibu guru: Lukman menjalankan tugasnya dengan baik, bersuara cukup lantang membacakan Pancasila ketika upacara. Alhamdulillah😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s