Jogja Day Two : Candi-candi

Setelah tidur malam yang nyenyak, keesokan harinya Reza dan Lukman tidak enggan bangun walau perjalanan seharian kemarin cukup melelahkan. Kalau kemarin di dalam kota Jogja saja, hari ini kami akan keluar dari pusat Jogja menuju Candi Borobudur di Magelang, kemudiang ke Museum Ullen Sentalu di Kali Urang, siang hari ke Candi Prambanan di Sleman, baru kembali ke Jogja untuk makan malam.

Perjalanan ke Borobudur cukup lancar, sepanjang jalan Lukman heboh karena melihat Gunung Merapi yang pagi itu nampak sangat jelas karena cuaca cerah. Lukman ingin sekali naik ke Gunung Merapi, ikuti Lava Tour melihat bekas-bekas bencana alam beberapa tahun yang lalu namun keterbatasan waktu menyebabkan kali ini kami tidak bisa ikuti keinginan Lukman itu. Sampai di Borobudur, kami lihat walau bukan musim liburan tetap ramai sekali pengunjung, namun tidak berdesakan dan cukup nyaman berjalan menuju candi. Begitu masuk area dalam candi, anak-anak langsung heboh karena melihat ada gajah untuk elephant ride. Baik Lukman maupun Reza langsung minta untuk naik gajah😀

Selesai naik gajah kami lanjut jalan menuju candi. Kami ambil kain batik untuk diikat di pinggang, walau sebetulnya untuk orang dewasa saja, Reza dan Lukman juga mau ikut pakai🙂 Lanjut lagi kedalam, kami mulai naik dua tingkat terbawah. Loh kok tinggi-tinggi sekali ya anak tangganya, saya mulai berasa ngos-ngosan, padahal masih dibawah hihihi, ketahuan jarang olahraga walau tiap hari membereskan rumah sendiri. Akhirnya daripada memperlambat saya menunggu saja dibawah, sementara Reza, Lukman naik keatas bersama Papanya. Lukman yang biasanya suka protes kalau panas saat olahraga disekolah, atau mengeluh cape kalau kelelahan sama sekali tidak ragu untuk naik. Ketika turunpun saya lihat mukanya senang sekali, dan menagih untuk dibelikan peluit yang dijual di kios-kios sepanjang jalan keluar candi. Nah ketika menuju tempat parkir ini (yang memang jalannya cukup jauh) Lukman baru mengeluh capek dan minta berhenti dulu. Kami berhenti sebentar sambil beli minuman, namun beberapa menit duduk Lukman sudah semangat lagi. Kamipun ke mobil dan lanjut mencari restoran untuk makan siang. Oleh pak supir disarankan makan di resto Je Jamuran, yang hidangannya semua dibuat dari berbagai jamur. Ternyata rekomendasi pak supir oke banget, makanannya enak, suasananya nyaman, pakai live music pula, mengisi perut sambil istirahat disana sangat menyenangkan.

page3s-horzsSelesai makan kamipun meluncur ke Kali Urang menuju Museum Ullen Sentalu, yang akan saya ceritakan di postingan terpisah🙂

Setelah Museum Ullen Sentalu, kami meluncur lagi ke Candi Prambanan. Sudah jam 4 sore saat kami tiba disana, suasana jadi cukup adem, dan memang pengunjungpun tidak terlalu seramai di Candi Borobudur. Walau ini sudah lokasi ke tiga kami kunjungi hari ini, baik Reza dan Lukman tetap semangat untuk naik kecandi, dan kali ini hehehe saya ikut naik. Ternyata, Reza itu semangat sekali melihat semua patung yang ada didalam candi, jadi kami masuk ke empat sisi candi. Tidak jadi masalah kalau kami hanya jalan memutar berkeliling, namun tidak begitu saja. Dari sisi satu ke sisi lainnya kami harus naik dan turun tangga yang tinggi-tinggi anak tangganya itu hahaha😀 Begitupun ketika sudah selesai dan kami jalan keluar, ternyata hanya ada satu jalan keluar yang memutar cukup jauh untuk sampai ke tempat parkir mobil. Saya yang jalan terseok-seok digoda Reza “Olahraga untuk Mama” katanya😕 tapi walaupun menggoda, Reza mau membawakan tas saya yang cukup berat karena membawa payung lipat dua buah, botol minum dan lain lain🙂

page9s-horzsPuas berjalan di Candi Prambanan, kamipun kembali ke pusat Jogja, dan makan malam di Bakmi Jogja jalan Kadin. Dari luar restoran saja harum bakmi jawa sudah menggoda hidung, tidak lama menunggu kami langsung menyantap dengan lahap. Badan sudah letih, perutpun kenyang, kami mampir dulu beli bakpia pathuk sebelum kembali ke hotel. Walaupun sudah malam, masih ramai yang membeli oleh-oleh khas Jogja tersebut. Selesai membeli bakpia kamipun kembali ke hotel.

Keesokan harinya kami tidak sempat lagi pergi kemana-mana, hanya bersiap-siap packing kembali ke Jakarta. Tidak seperti yang saya kira, Lukman tidak sedih ketika meninggalkan hotel, mungkin sudah bersiap dengan keseruan naik pesawat lagi. Ia hanya berkata “Kapan-kapan kita kembali ke Jogja lagi ya?”. Tentu saja sayang, Mama juga senang sekali kalau bisa kembali ke Jogja🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s