First Time Flying

page17_resize

Sudah sejak awal tahun lalu Lukman mulai punya keinginan pergi ke lain daerah. Yang pertama ia ingin ke kota Padang, karena ia tahu kampung halamannya disana. Ketika itu hampir tiap hari Lukman minta untuk pulang kampung. Namun kami masih ragu untuk meng-iya-kan. Pertama, perjalanan kesana cukup jauh, dengan pesawatpun lebih satu jam. Lukman selama ini belum pernah kami ajak naik pesawat, karena ia sangat sensitif terhadap suara keras. Jangankan berada didalam pesawat, dalam  bioskop saja perlu pengenalan yang berulang-ulang sampai Lukman bisa tenang didalam bioskop. Itupun sampai sekarang kalau bisa memilih Lukman akan pilih tidak nonton ke bioskop, walau sudah bisa diajak kalau filmnya dengan tema kesukaannya atau jika pergi dengan sahabatnya.

Lama meminta dan tidak kami beri jawaban, Lukman akhirnya mulai pindah target. Setelah membaca buku Tiga Manula Jalan-jalan dan ia mengenali semua kota di jalur Pantura dan jalur Selatan Jawa, Lukman lalu mulai punya target baru: pergi ke Jogja!😀 Diam-diam saya diskusi dengan Papanya, sepertinya rute ke Jogja lebih nyaman untuk Lukman pertama kali pergi keluar kota. Akhirnya kami berdua sepakat akan pergi ke Jogja di weekend kedua Januari 2015, setelah liburan semester satu berakhir. Kami memilih pergi di masa bukan liburan karena mendengar betapa macet dan riuh rendanya Jogja dan sekitarnya ketika sedang musim liburan. Setiap media, apalagi twitter mengeluhkan macet dan tidak tersedianya parkir karena membludaknya pengunjung kota ini.

Untuk persiapan, Lukman kami ajak ke Museum Transportasi TMII, yang didalam kita bisa menaiki pesawat utuh, sehingga Lukman bisa mendapat pengalaman bagaimana nanti kalau naik pesawat betulan. Lukman senang sekali di dalam pesawat museum tersebut, malahan ketika belum dibuka ia tidak sabar menanti sampai bisa masuk kedalamnya. Selain ke museum Transportasi kami juga berkunjung ke anjungan Jawa Tengah yang ada miniatur candi-candinya. Lukman sangat tertarik, dan berulang kali bilang “Aku ingin ke Jogja” kami senyum saja mendengarnya.

1961056_10205117200670677_3907795074690244975_o  10265664_10205117200390670_2584384676771066832_o  1392899_10205117202790730_2673753586685398579_n

Saat liburan semester ganjil tiba, kami ajak Lukman ke bandara Halim Perdanakusuma. Kami katakan supaya Lukman tahu bagaimana suara pesawat dari jarak dekat. Kebetulan di hari Sabtu bandara tersebut lumayan lengang, bahkan pesawatpun hanya satu yang akan terbang, sehingga Lukman merasa baik-baik saja.

Selain ke Halim, kami juga ajak Lukman ke kantor Garuda untuk mengambil tiket. Wah begitu tahu kami akan pergi ke Jogja Lukman gembira sekali, dan ia katakan “Masih lama sekali perginya” hahaha sudah tidak sabar rupanya. Ketika sudah masuk sekolah lagi, semua kakak-kakak (guru-guru) dan teman-temannya disekolah diberitahu ia mau pergi ke Jogja.

Kalau Reza, karena sudah pernah naik pesawat dan sudah beberapa kali keluar kota, gayanya kalem saja walau senang sekali diberitahu akan ke Jogja. Lebih senang lagi ia ketika kami sama-sama mencari tempat-tempat wisata yang akan dikunjungi dan salah satu museum memiliki koleksi patung lilin, diantaranya patung Hitler! Wah sepertinya Reza juga sudah tidak sabar menanti liburan ke Jogja🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s