Journey of A Lifetime

11ss

Seperti yang sudah saya ceritakan sedikit di postingan yang lalu, Reza mendapat tugas untuk membuat autobiography untuk pelajaran Kewirausahaan. Diminta oleh bapak guru membuat scrapbook dari bahan kardus yang dihias dan ditulis tangan. Waaah, seru sekali ya. Tugas ini diberi waktu sebulan untuk mengerjakannya.

Reza tahu, Mamanya punya catatan dari tulisan-tulisan di blog ini, sehingga ia pasti punya banyak bahan untuk dituliskan. Persyaratan minimal yang harus dibuat adalah 10 lembar, dengan isi yang mencakup biodata, interest, hobi dan hal-hal lain yang ingin ditambahkan. Reza ingin membuat lebih dari 10 lembar karena “Akan dapat nilai tambahan”. Padahal Mamanya justru berpikir: akan cukup nggak ya, belasan lembar? 😆 Hahaha…. Itu karena cerita tentang Reza baaanyak sekali. Walau kadang ada yang terlupakan, dengan bantuan blog ini Mamanya bisa baca-baca dan inget kembali apa yang terjadi saat Reza masih kecil sampai remaja sekarang ini.

Saya dan Reza lalu diskusikan, mau seperti apa bentuknya nanti, ukuran, dan hiasannya. Menurut Reza karya yang ramah lingkungan akan dapat nilai lebih, jadi saya berpikir tentang barang-barang daur ulang. Mulai deh Mamanya bantu browsing di internet tentang scrapbook. Kalau scrapbook yang digital Mamanya sudah beberapa kali bikin untuk Lukman, untuk display Child of The Week nya disekolah. Tapi membuat scrapbook asli yang manual, wah tantangan juga ini.

Akhirnya diminggu pertama Reza mengerjakan yang dasar-dasarnya dulu: mengguntingi lembaran kardus bekas menjadi ukuran A4. Minggu kedua ia lapisi kardus dengan kertas pembungkus nasi. Saya pilih kertas itu karena warnanya yang juga natural sekali. Selain itu, harganya murah! (teteup ya emak-emak perhitungan soal biaya🙂 ). Kemudian minggu berikutnya mulai masuk ke isi, ini yang berat: menuliskan cerita di tiap halaman. Reza dengan kecenderungan dysgraphianya memang sulit sekali menulis rapi dan cepat. Namun ia tetap coba dan selesai satu lembar dengan waktu yang cukup lama, akhirnya saya tanya: boleh dituliskan nggak? Reza jawab boleh, yang tidak diperbolehkan pak guru adalah memakai tulisan yang diketik. Selesai lah masalah, saya yang nantinya akan menuliskan cerita-cerita Reza, tapi judul-judulnya tetap Reza yang menulis.

Di akhir minggu kedua kami hunting kertas dan hiasan scrapbook. Sebelumnya kami sudah coba membuat hiasan dengan kertas koran bekas, tapi kok ya hasilnya kurang indah sepertinya. Setelah cari-cari sekeliling rumah, akhirnya kami kemudian pergi ke toko buku untuk hunting bahan-bahan hiasan scrapbook. Alhamdulillah, kami dapatkan banyak sekali kertas, hiasan bahkan tali dari bahan daur ulang. Cantik-cantik semua, sampai bingung memilihnya. Akhirnya kami beli beberapa item, dan dengan perasaan puas pulang untuk mulai bekerja. Namun ternyata kami belum bisa memulai. Kami beruntung dapat kesempatan sharing tentang adek Lukman di kelas Character Buildingnya Reza (baca Parent Sharing Session at SMP Lazuardi GIS Jakarta). Tentu saja persiapan untuk itu perlu waktu. Cerita tentang Lukman juga panjang sekali, mempersingkatnya dan menyiapkan slide show untuk sharing memakan waktu beberapa hari. Setelah selesai acara sharing, mendadak Lukman sakit, dan saya harus menjaga kondisinya, tidak ada waktu luang untuk menghias scrapbook. Akhirnya baru di minggu terakhir kami punya kesempatan untuk mengerjakan bersama, selama dua hari di weekend kemarin sengaja kami tidak pergi agar kami bisa mengerjakan sampai selesai. Bahkan Papanya juga ikut membantu: membolongi kardus dan memasangkan tali pengikatnya.

Tadaaaaaa…. akhirnya jadilah si scrapbook, yang kami beri judul: Journey of A Lifetime. Bentuknya bisa dilihat di slide show dibawah ini.

Selesai weekend itu, hari Rabunya Reza bawa scrapbook tersebut ke sekolah.

Pulangnya Reza wajahnya gembira sekali.

Laporan pertama: ulangan IPA dapat yang terbagus di kelas.

Laporan kedua: Journey of a Lifetime diberi nilai 110 oleh guru. Saya tanya: “Memangnya nilai nya sampai berapa?” Reza jawab “Harusnya 100 sih, tapi karena scrapbooknya bagus, isinya sesuai dengan permintaan pak guru, dan banyak ceritanya, jadi dikasih bonus tambahan 10 lagi jadi total nilai 110”. Waaah, tidak heran Reza gembira sekali🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s