Cats On The Street

Sesekali boleh ya cerita tentang hewan piaraan kami, kucing-kucing kesayangan Reza dan Lukman🙂

10520834_1530585030508625_48123739065076834_n

10409442_1514519682115160_1131476051434865978_n 10600489_1521841138049681_8738764687876635252_n

Sekarang kami piara dua ekor kucing. Dua-duanya kucing liar yang kami pungut atau istilah yang sering dipakai komunitas penyayang kucing ‘diadopsi’ dari kucing liar.

Kucing pertama namanya Milo. Awalnya saya tidak ingin mengambilnya jadi piaraan. Induk Milo memang sudah beberapa tahun belakangan setiap hari datang kerumah dan selalu kami beri makanan. Tiap kali induknya ini beranak selalu kemudian mengajak anak-anaknya untuk ikut makan dirumah. Tentu saja melihat anak-anak kucing lucu itu Reza dan Lukman selalu memohon “Kita piara ya? ya?” namun pengalaman dengan berbagai hewan sebelumnya: hamster, ikan, burung, selalu membuktikan bahwa anak-anak belum bisa bertanggung jawab sepenuhnya mengurus piaraan. Karena itu setiap kali mereka minta untuk piara kucing, selalu saya tolak.

10308165_1480466982187097_1887460239317314155_n

Namun ketika Milo dan dua saudaranya lahir, kali ini sayapun jatuh hati melihat kelucuan mereka. Tadinya kami berniat mengadopsi salah satu anak kucing yang kami beri nama Tigger, sedangkan Milo serta saudaranya yang diberi nama Snowy akan diadopsi teman dan saudara kami. Rencananya menunggu mereka umur 2 bulan, saat sudah boleh disapih dari induknya. Namun apa bisa dikata, sebelum 2 bulan suatu hari induknya datang hanya bersama Milo. Rupanya kedua anak kucing lainnya sudah dipisahkan entah kemana. Akhirnya, kawatir Milo juga akan dipisahkan, langsung saya ambil Milo, dan dimasukkan kekamar mandi bersama induknya (supaya tetap disusui). Ributlah anak-anak, karena senang mendadak dapat piaraan. Namun dalam hati saya sedikit ragu melihat kondisi kesehatan Milo. Badannya kurus, bulunya botak-botak karena berjamur, dan ketika diambil itu dia sedang diare.

Sudah kepalang tanggung, kami bawa dia ke klinik hewan, diberi obat, sekalian kami beli kandang. Saat di dokter hewan, Milo dicoba mencicipi makanan kucing kalengan dan rupanya dia sudah mulai bisa makan selain minum susu induknya. Akhirnya Milopun kami masukkan kandang, dan dipisahkan dari induknya, sesuai saran dokter, mengingat induknya yang kucing liar itu bisa menjadi sumber penyakit bagi anaknya. Selama dua minggu Milo saya beri obat 3x sehari, juga vitamin, agar tidak berjamur dan lebih sehat lagi. Akhirnya Milo bisa sehat dan tumbuh menjadi kucing yang tampan.

10653708_1534982363402225_1622414576528941870_n

Awalnya saat mengadopsi Milo saya tidak diskusi dulu dengan Papanya. Saya sudah tahu, pasti Papanya tidak setuju karena Reza punya penyakit asma. Namun sudah saya tanyakan pada teman-teman penyayang kucing yang juga asma, menurut mereka asalkan kucing dipiara dg baik dan bersih, sepertinya tidak berpengaruh pada kesehatan. Malahan dengan adanya kucing membantu kesehatan semakin baik, begitu pengakuan mereka. Nah Papanya yang tadinya mengambil jarak karena awalnya tidak setuju memelihara hewan, lama kelamaan luluh juga hatinya melihat kelucuan dan kejahilan Milo. Memang pada dasarnya Papanya penyayang kucing juga, ketika masih single dirumah mertua juga piara kucing dan menurut ibu mertua Papanya juga sayang pada kucing-kucing piaraan ibu mertua. Sekarang kalau pulang kantor Papanya selalu menyapa Milo, dan kalau weekend menyempatkan main dengan Milo.

1924359_1540485432851918_8581623567935664098_n

Karena saya senang sekali memotret Milo, baik saat sedang bermain, tidur, maupun bercanda dengan anak-anak dan Papanya, akhirnya saya buatkan facebook khusus untuknya: Milo’s Crib. Tanpa saya kira sebelumnya, rupanya banyak kucing-kucing yang juga punya facebook, Milo berteman dengan banyak kucing dan manusia dari seluruh dunia. Ada yang dari Brazil, London, Louisiana US, bahkan Estonia, negara yang jarang kami dengar keberadaannya, dan juga negara-negara tetangga. Karena beberapa kali Milo mengikuti lomba dan kontes dari group pecinta kucing, akhirnya makin banyak teman-teman senegara yang mengenal Milo.

10402594_1484774488423013_32321808346397159_n

Beberapa lomba/kontes yang dimenangkan Milo adalah: kontes kucing yang paling banyak fotonya mendapat jempol dari member group perkumpulan kucing domestik Indonesia, kontes komik kucing, dan yang paling seru adalah kontes kucing paling mirip Dung-dung (seekor kucing yang sangat beken didunia perkucingan). Yang terakhir ini paling seru, karena begitu ketat persaingan, dan Milo bisa memenangkan dengan mendapat 320 likes dari teman-teman seIndonesia dan luar negeri, dan juga dari orang-orang yang belum mengenalnya, hanya melihat dari foto.

10486517_1512080512359077_334160943905185452_n

Event seru berikutnya yang Milo ikuti adalah Cats on Street, suatu ajang kampanye kucing-kucing domestik/kucing lokal, yang ingin memperlihatkan kepada masyarakat ramai bahwa kucing jalananpun jika dipiara dengan penuh cinta akan tumbuh menjadi kucing yang tak kalah cantik dibandingkan dengan kucing-kucing ras.

1471755_1536917899875338_4973094148047793225_n

Acaranya diadakan saat car free day di Jalan Jenderal Sudirman, dan kami berkumpul disekitar patung Jendela Soedirman. Kami sekeluarga datang, dan senang sekali ketemu kucing-kucing dan tentu para manusianya yang tadinya hanya berteman di facebook saja. Milo juga makin bertambah temannya dari yang saat itu ditemui. Hebohnya, event tersebut juga diberitakan diberbagai media, baik TransTV, GlobalTV, BBC, Merdeka.com, Jakarta Post, dan masih ada lagi yang saya sudah lupa satu persatu. Bisa dikatakan acara tersebut cukup berhasil, dan banyak pesertanya minta diadakan kembali pertemuan seperti itu. Seru sekali!

Nah sekarang cerita kucing kedua. Mungkin aura kompleks rumah kami memang ramah kucing ya, tidak jarang ada kucing dan anak kucing yang datang dan tinggal beberapa lama dihalaman kami. Salah satunya kucing yang kami beri nama Casper. Casper datang ketika bulan ramadhan yang lalu, namun tidak seperti kucing-kucing liar lainnya Casper sangat ramah, dan senang bermanja-manja. Iapun tidak takut masuk kedalam rumah, tiap ada kesempatan ia meluncur masuk kedalam rumah. Ketika hari raya Idul Fitri, Casper masih bersama kami, bahkan ikut menyambut para sanak saudara yang datang. Anak-anak senang bermain bersama Casper, karena ia sama sekali tidak menggigit dan mencakar.

10518972_1507872796113182_7928135596269502923_n

Seperti Milo, awalnya saya tidak ingin memelihara Casper, saya pikir cukuplah Milo yang dijadikan kucing indoor. Namun, ketika suatu hari Casper menghilang setelah berantem dengan induknya Milo kami jadi kehilangan, dan mencari-cari Casper disekeliling rumah. Sempat satu hari menghilang, keesokan harinya saya melihat Casper didepan kompleks kami, dan langsung Reza mengambilnya dan memasukkan kedalam kandang. Jadilah Casper kucing piaraan kami sejak hari itu. Pastilah kalau kucing liar punya penyakit, kalau Casper penyakitnya scabbies, dan sekarang masih dalam perawatan, namun sudah mulai sembuh. Seminggu lagi Casper sudah bisa ikut bermain didalam rumah.

10626652_1530585010508627_3185598728981847596_n

Memang sih, dengan adanya hewan piaraan, pasti ada tambahan pekerjaan apakah itu memberi makan, membersihkan kandangnya, memandikan jika kotor, bahkan memberi obat jika sakit. Namun rasanya kebahagiaan yang mereka berikan pada kami tidak terhitung nilainya. Anak-anak selain belajar menyayangi dan memelihara hewan, juga bertambah tanggung jawab karena sayangnya pada Milo dan Casper.

Jadi kalau anda masih ragu-ragu memelihara hewan, saya anjurkan tunggulah sampai ananda sudah mengerti tanggung jawab jika punya hewan peliharaan. Namun jika sudah merasa mampu ananda ikut mengurusi, tunggu apa lagi? Tidak usah beli, tidak usah bersusah payah mencari kucing ras yang cantik. Kucing-kucing jalanan banyak loh yang lucu dan manis kelakuannya, buka mata dan telinga anda, pastilah bertemu kucing-kucing manis seperti kami bertemu Milo dan Casper…

2 thoughts on “Cats On The Street

  1. Wah.. lucu2 banget…
    saya juga suka sama kucing kampung. Mereka juga cakep2 kok.
    dan yg seru, Milo mirip kucing saya.
    namanya Blu. dinamain gini karena matanya biru.
    Blu (ga pake ‘e’) udah dewasa. Usianya hampir 2 tahun.
    punya anak 1 namanya Takeshi.
    Selain mereka berdua ada satu lagi, masih turunan persia, namanya Grey.
    bulunya abu2 mutlak seluruh badan.

    Btw, induknya Milo selama ini ada di mana? soalnya Casper sempet dimusuhi kan…

  2. Milo dan Casper itu seperti Tom n Jerry, nyaris tidak bisa akur, ada aja yg bikin mereka paw2an. Jadi bukannya Casper ‘sempet’ dimusuhi, sampai sekarang kalau Casper masuk rumah pasti selalu diikuti Milo, yang merasa tidak seharusnya Casper ada didalam rumah ^_^
    Induknya Milo sudah lama tidak datang kerumah, mudah2an karena bertemu tempat tinggal yang lebih nyaman…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s