Pejuang Lingkungan Hidup dan Angkot

logos

Sejak berkenalan dengan Sekolah Tetum Bunaya, saya selalu mengagumi para guru (dan pendirinya tentunya) yang selalu mengajarkan dan memberi contoh pada murid-muridnya untuk mencintai lingkungan hidup.

Di TK dan Playgroup Sekolah Tetum inilah Reza menjadi pemerhati lingkungan hidup sejak usianya sangat dini. Karena selalu didukung sekolahnya, baik dengan informasi, pengajaran bahkan tindakan seperti menambah pepohonan dihalaman sekolah, mengajak anak-anak mempelajari lingkungan hidup, mengajarkan praktek sehari-hari yang mendukung green life style, Reza menjadi sangat tertarik dengan topik ini.

Reza1 reza2

Sampai ia lulus dari TK, kemudian adek Lukman meneruskan sekolah di Tetum Bunaya ini dukungan sekolah untuk lingkungan hidup tetap dijalankan, malahan semakin berkembang ketika gedung sekolah pindah ke lahan di Jalan Timbul, Jagakarsa. Di halaman yang dilindungi teduhnya pepohonan anak-anak murid belajar mencintai lingkungan, tidak hanya disekolah namun juga lingkungan luar sekolah.

Tahun ini tema besar pelajaran 2014-2015 adalah Aku Pejuang Lingkungan Hidup. Tujuannya adalah untuk mendorong dan memberi kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang menumbuhkan kepedulian, komitmen untuk melindungi, memperbaiki serta memnafaatkan lingkungan hidup secara bijaksana.

Hari Sabtu tanggal 6 September kemarin, sekolah mengundang murid-murid kelas 3, 4 dan 5 beserta orangtuanya dalam acara peresmian tema tahun ajaran ini. Dalam peresmian tersebut, ada kegiatan ceramah bersama Bapak Nirwono Joga narasumber arsitek lansekap dan aktifis lingkungan hidup yang sudah menulis beberapa buku tentang lingkungan hidup. Beliau telah dikenal anak-anak sebelumnya karena sudah pernah membahas tentang Peta Hijau pada tahun yang lalu. Selain itu juga ada kegiatan seni dengan Bapak Guntur Wibowo seorang dosen Institut Kesenian Jakarta, pelukis dan muralis yang beberapa kali menjadi guru tamu disekolah ini.

joga guntur

Dua hari sebelum acara, saya diinformasikan ibu Endah W Soekarsono, pendiri dan pengajar disekolah ini, bahwa Lukman akan membacakan puisi yang ditulisnya sendiri tentang lingkungan hidup. Tentu saja kami senang sekali, Lukman diberi kesempatan tampil lagi dalam acara disekolah. Walaupun puisinya sederhana, tapi memang mencerminkan perhatian Lukman pada lingkungan hidup. Ia paling suka kalau diajak menanam bibit pohon. Kalau pergi ke swalayan dan melihat biji jagung maupun kacang hijau, ia pasti minta dibelikan karena mau ditanam supaya menjadi pohon🙂

Dihari H, walaupun cukup tertantang karena suasana yang tentunya ramai dengan kedatangan para orangtua dan murid-murid, Lukman dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Tampil cukup percaya diri, dan dengan suara yang lantang.

lukman

Sayapun sangat menikmati tambahan ilmu yang diberikan bapak Joga, dan juga sangat terkesan melihat bapak Guntur yang mempraktekkan pembuatan lukisan logo dari Aku Pejuang Lingkungan Hidup ini.

Kami pulang sebelum acara selesai, karena Lukman mulai kurang nyaman dan ingin segera kerumah. Akhirnya, karena belum ada yang menjemput, kamipun naik angkot dari sekolah. Ini adalah pengalaman pertama Lukman naik angkot, dan ia senang sekali! Dan tentunya ini cocok ya dengan ilmu yang baru kami dapat: menolong bumi dengan mengurangi polusi, yang salah satunya dengan mengurangi pemakaian mobil pribadi, dan menggunakan angkot!

Save our earth!😀

angkot

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s