Masa Perkenalan Sekolah Baru

pp2s

Selama dua minggu pertama masa-masa Reza menyesuaikan dengan sekolah barunya dia terlihat gembira. Menurutnya teman-teman selevel maupun kakak kelas baik-baik semua. Pada hari pertama dan kedua kegiatannya adalah pengenalan fasilitas sekolah dan kelas, dipandu oleh kakak-kakak pengurus OSIS. Mulai hari ketiga kegiatan didalam kelas, baik itu mengenali peraturan, memahami pemakaian locker untuk mendukung sistim moving class, dan sudah mulai ada pelajaran. Mengenai buku paket sekolah, karena sekolah Lazuardi ini memakai kurikulum Nasional plus, maka untuk mata pelajaran Matematika, IPA dan Bahasa Inggris memakai buku kurikulum LSP Cambridge, dan pelajaranpun disampaikan dengan bahasa pengantar bahasa Inggris. Sedangkan untuk pelajaran lain menggunakan buku sesuai dengan Kurikulum 2013. Buku kurikulum Cambridge dibeli masing-masing murid, sedangkan buku kurikulum nasional dipinjamkan oleh sekolah.

Dihari kelima, hari Jumat minggu pertama sekolah, para orangtua diundang untuk Class Conference, sebuah acara yang rutin diadakan tiap awal semester untuk menjelaskan program belajar mengajar selama satu semester kepada semua orangtua murid. Saya datang sendiri, karena memang belum berkenalan dengan siapapun orangtua disana. Begitu masuk, kami diminta langsung ke ruangan aula dilantai paling atas, lantai 3 gedung sekolah, saya lihat sudah cukup banyak orangtua menunggu acara dimulai. Saya sempat berkenalan dengan dua orang ibu di kanan-kiri saya yang rupanya juga orangtua baru di SMP Lazuardi.

Tidak lama menunggu, acarapun dimulai. Dibuka dengan sambutan untuk para orangtua murid baik yang baru masuk kelas 7 maupun yang sudah di kelas 8 dan 9. Yang menyampaikan materi bergantian Ibu Direktur yang membawahi seluruh sekolah Lazuardi, dan juga Ibu Kepala Sekolah. Untuk membuka acara, Ibu Direktur menyampaikan visi misi sekolah, dimana untuk sekolah ini baik akademis maupun non akademis adalah sama pentingnya. Ini bisa dilihat contohnya dari sistem pelaporan performance siswa sebelum ada Kurikulum 2013pun, sekolah ini sudah menjalankan sistem dimana rapor yang diberikan tidak hanya rapor nilai angka saja, namun rapor ada 3 untuk: 1) kognitif 2) psikomotorik 3) afektif. Untuk siswa berkebutuhan khusus ada tambahan: rapor IEP (individual education program).

Setelah itu Ibu Kepala Sekolah menjelaskan perbedaan kurikulum sekolah setelah menerapkan Kurikulum 2013 dibandingkan dengan kurikulum sebelumnya. Karena tidak ada perubahan yang signifikan dari kedua kurikulum, jam sekolah tetap sama dengan sebelumnya yaitu dari jam 07.30 sampai jam 14.00.

Uniknya pada SMP Lazuardi ini, belajar mata pelajaran kurikulum dilakukan dari pagi sampai jam 12. Sesudahnya adalah kegiatan untuk Unit Activity dan Club. Unit Activity adalah unit-unit atau wadah kegiatan untuk memaksimalkan kecerdasan majemuk siswa (Multiple Intellegences). Apa saja yang dipelajari pada Unit Activity bisa dilihat dari gambar dibawah.

IMG-20140711-05334

Yang bikin saya senang saya lihat ada unit activity HouseHold, murid mempelajari mencuci baju, menyetrika, mencuci piring, sampai menyapu mengepel. Tentu saja dirumahpun Reza sudah diajarkan, namun dengan adanya pelajaran ini disekolah saya ingin dia sadar bahwa bukan hanya karena kebawelan Mamanya dia perlu belajar hal seperti itu hahaha, namun supaya dia sadar  bahwa ketrampilan mengurus rumah itu memang salah satu hal yang perlu dipelajari agar bisa mandiri nantinya.

Sedangkan untuk Club merupakan kegiatan yang beranggotakan siswa-siswi yang direkomendasikan oleh guru karena memiliki talent pada bidang tertentu. Siswa-siswi yang tergabung dalam club diproyeksikan untuk mengikuti beragam kompetisi yang bersifat eksternal. Baik UA maupun Club tidak ada pembayaran tambahan, karena sudah termasuk dalam intrakurikuler. Sedangkan untuk ekstrakurikuler ada kegiatan seperti robotik, manga, dan taekwondo.

Setelah penjelasan tentang kurikulum, Ibu Direktur menjelaskan tentang moving class. Dengan sistem ini setiap ruang/laboratorium mata pelajaran dilengkapi dengan perangkat-perangkat pembelajaran sesuai dengan mata pelajaran, sehingga guru dapat mengkondisikan ruang kelasnya sesuai dengan kebutuhan setiap pertemuan tanpa harus terganggu oleh mata pelajaran lain. Disisi lain, siswa juga belajar disiplin, harus tepat waktu dan bertanggung jawab untuk kunci lockernya.

Setelah itu Ibu Kepala Sekolah juga menjelaskan adanya program Student of The Year yang akan disosialisasikan setelah Idul Fitri.

Usia penjelasan diatas, para orangtua diperkenalkan dengan para guru, baik guru kelas, guru mata pelajaran, maupun para wakil kepala sekolah. Tiap kelas (dengan maksimal 30 murid) ditangani oleh 2 orang guru.

Sebagai penutup Ibu Kepala Sekolah juga menjelaskan program home stay dan program kunjungan ke luar negeri untuk kelas 8 dan 9. Program home stay untuk seluruh siswa kelas 9 dilakukan dengan menempatkan siswa pada rumah penduduk, dimana saat menetap disana siswa/siswi menjadi anggota keluarga yang ditempatinya. Jika orangtuanya berdagang, ia juga ikut membantu berdagang, demikian pula jika petani maka sang anak membantu pula bertani. Untuk program kunjungan ke luar negeri hanya untuk yang mau mendaftar saja. Untuk tahun ajaran 2014 dilakukan di bulan November dengan tujuan Jepang dan Turki.

Setelah selesai penjelasan terakhir tersebut, kami lalu pindah keruangan kelas yang berbeda untuk tiap level. Kebetulan untuk level 7 penjelasan diberikan oleh guru kelasnya Reza, didampingi oleh Ibu Direktur. Di ruangan kelas tersebut penjelasan kegiatan sekolah diberikan lebih detil lagi dan orangtua bisa bertanya. Kami dibagikan kalender kegiatan selama satu semester, yang banyak kegiatan menariknya. Salah satu yang ditanyakan orangtua adalah kegiatan Initiation Camp yang dijadwalkan 3 hari berturut-turut setelah libur Idul Fitri. Dijelaskan oleh ibu guru bahwa kegiatan tersebut lebih kepada mengenalkan nilai-nilai Lazuardi, dan bahannya diberikan oleh psikolog. Jadi bukan seperti opspek yang umumnya kita dengar dilakukan disekolah-sekolah.

Setelah selesai tanya jawab, terutama untuk hal-hal yang baru bagi para orangtua level 7 acarapun di tutup. Tanpa terasa sudah lebih 2 jam saya ada disekolah tersebut, namun pulang dengan rasa semangat, dan optimis Reza akan menikmati hari-hari bersekolahnya disitu.

Ternyata saya tidak salah. Ketika ngobrol bertiga dengan Papanya dimalam hari, saat saya sampaikan kesan-kesan mengikuti Class Conference pertama kali, saya juga tanyakan pada Reza hal-hal detil yang kurang saya tangkap dari pertemuan tadi. Bisa saya lihat Reza memperhatikan semua hal yang disampaikan disekolah, bisa menjelaskan dengan baik apa yang sudah didapatkan pada minggu pertama, dan yang saya ingat betul, Reza bilang “Cara gurunya bertanya beda deh. Contohnya begini, yang ditanya tuh bukan yang ada dibuku, ngecek apakah murid inget atau nggak, tapi pertanyaannya seperti: Apa pendapat kamu tentang….” Saya katakan pada Reza, kalau guru yang bertanya seperti itu biasanya berwawasan luas, dia mau menggali apa yang ada dipikiran muridnya. Bukan cuma berpatokan pada pelajaran yang tertulis di buku paket saja.

Setelah Class Conference tersebut, ada seorang ibu orangtua murid yang berinisiatif membentuk group dengan WhatsApp, dan mengundang para ortu murid lainnya juga kedua guru kelas untuk bergabung. Ternyata group ini sangat bermanfaat karena selain bertukar info antar ortu, ibu guru kelas juga memanfaatkan untuk mengingatkan ortu tugas dan PR apa yang harus disiapkan murid dirumah.

Memasuki minggu kedua, para murid tidak belajar seperti biasanya, namun berkegiatan yang spesial untuk bulan puasa, atau disebut dengan Ramadhan Week. Berbagai kegiatan dan lomba diadakan, seperti lomba tahfiz yang Reza ikuti secara kelompok, kemudian lomba tampil dipanggung dengan berbagai kegiatan: kuliah lima menit, menyanyi, menari, dll. Ada seorang ibu yang minta tolong pada ibu guru untuk memfoto penampilan anak-anak. Ketika foto-foto mulai dikirim, ada satu foto yang karena tidak begitu jelas, saya jadi tidak yakin, namun sepertinya Reza yang sedang tampil sendiri di panggung. Sepulang sekolah, saya tanya Reza, katanya “Iya, ada teman yang mustinya maju untuk kuliah lima menit tapi ternyata absen, dan waktu ditanya siapa yang mau gantikan, Reza tunjuk jari”. Wah senang juga dengar semangat Reza untuk tampil. Walau belum menang lomba, setidaknya Reza sudah pemanasan untuk penampilan yang akan datang🙂

IMG-20140718-WA000 IMG-20140718-WA002

Sepulang sekolah, dihari terakhirnya, Reza katakan pada saya ada beberapa PR yang diberikan selama libur Idul Fitri. Wah tumben, saya pikir, ada PR sudah bilang duluan hihihi… Biasanya sih yang lalu saat SD saya tahu ada PR dari buku penghubung, dan harus ingatkan Reza untuk mengerjakan. Tapi kali ini ia sendiri yang memberitahu, wah kemajuan! Rupanya PRnya itu seru bagi Reza. Yang pertama membuat presentasi tentang seorang penemu muslim. Siapa saja boleh, tidak ditentukan. Reza bilang “Aku mau cari penemu yang bukan sering disebut, seperti Ibnu Sina kan sudah sering banget, nanti aku cari yang jarang terdengar tapi hebat”. Hihi semangat deh. Lalu PR lainnya adalah conversation in English, yang Reza bilang “Sudah bikin skripnya di buku” waaaa… semangat deh ya, sudah ada persiapan tinggal rekaman videonya.

Dua minggu pertama Reza bersekolah, kelihatan sekali ia bersemangat. Mudah-mudahan untuk seterusnya begitu ya Nak😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s