Belajar Berpisah

Ketika mulai mencari-cari SMP yang kiranya tepat untuk Reza, kami selalu mengajaknya berdiskusi. Apa yang kami jadikan poin-poin penilaian juga kami share pada Reza, sehingga ketika kami setuju untuk memilih SMP tujuan, Reza pun terlihat senang.

Memang sedari kecil menurut pandangan saya, kalau dibanding-bandingkan Reza sifatnya seperti saya, cenderung tidak ‘butuh’ teman. Ada sih teman-teman baiknya, namun jarang dia berinisiatif untuk mengajak bermain diluar jam sekolah, berkunjung kerumah teman, atau misalnya nonton bareng kalau ada film baru. Hanya satu kali Reza nobar bersama teman, itupun karena mereka sama-sama penggemar buku The Hobbit. Setelah nontonpun Reza tidak minta hangout bersama temannya, tapi ikut kami ke toko buku dan makan seperti biasanya.

Saya pikir apa karena kami memang tidak membiasakan dia untuk keluyuran tanpa tujuan bersama teman, atau karena jarang main kerumah teman yang rata-rata lokasinya di Depok, sehingga sikap Reza seperti itu, tapi memang tidak pernah ada permintaan dari Reza.

Namun ketika ngobrol tentang sekolah baru, keluar juga isi hatinya. Sambil ngobrol santai saya mengingatkan, dia akan masuk lingkungan baru. Saya bicarakan sebagaimana ketika ia masuk SD, dimana ia masuk sekolah yang berbeda dari TKnya, nanti ketika mulai di SMP pasti harus ada penyesuaian pertemanan bergaul dengan teman-teman baru. Reza harus pandai-pandai bersikap, berteman baik dengan semua dan meneliti sifat masing-masing teman. Apalagi SMP sudah masuk remaja awal, dimana banyak hal yang berkaitan dengan emosi berkembang. Reza manggut-manggut ketika saya bilang Papa Mama akan selalu mendengarkannya kalau Reza cerita apa yang dialaminya nanti.

Lalu Reza bilang “Tapi beda lho Mama, antara masuk SD dulu dengan masuk SMP sekarang”. Apanya yang beda, jawab saya. “Ya dulu waktu masuk SD kan di TK teman-temannya masih belum lama berteman, kalau di SD kan sudah 6 tahun bertemannya”. Ooo begitu, jadi rasanya gimana Reza? “Ya berat juga ya berpisah sama teman-teman”. Hmmmm saya jadi tersenyum, rupanya dibalik penampilannya yang cool ketika wisuda, walau ia tidak seperti teman-temannya yang menangis ketika menyanyikan lagu perpisahan, Reza tetap merasakan sedih karena berpisah dengan teman-teman SDnya.

Saya bilang “Jadi kehilangan juga ya teman-teman yang baik selama ini?” Reza jawab “Iya” tapi dengan mimik yang biasa saja. Lalu saya tanya “Kalau perasaan Reza mau masuk SMP baru gimana?” Dengan semangat dia jawab “Senang!”. Alhamdulillah, karena semangat seperti itu yang Papa Mama harapkan, semoga Reza bisa menjalani episode belajar di SMP dengan semangat dan gembira. Semoga ya sayang…

rezas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s