Belajar Mengapresiasi Karya Seni

Sejak bulan Maret lalu, Lukman mendapat tambahan pelajaran SBK (Seni Budaya dan Ketrampilan) pada program pendidikan individualnya. Macam-macam kegiatan yang dilakukannya baik itu membuat kartu ucapan, membuat playdough sendiri, atau menghias kaleng. Lalu pertengahan April Lukman belajar melukis. Bukan hanya melukis biasa dengan menggoreskan/mengoleskan pensil warna, crayon dan cat air, namun juga menggunakan tehnik pointillisme. Pointillisme adalah teknik lukisan di mana tersusun/terbentuk dari titik kecil, titik-titik yang berbeda dari warna diterapkan dalam pola untuk membentuk sebuah gambar. Ini cara baru membuat lukisan bukan hanya bagi Lukman, tapi saya sendiripun juga belum pernah mencobanya, jadi penasaran seperti apa ya cara melukisnya.

Di hari pertama Lukman belajar pointillisme, ia menggunakan cotton buds dan cat poster. Cotton buds dicelupkan ke dalam cat dan ditotolkan kesebidang kertas. Menurut Ibu Endah yang mengajarkan tehnik ini pada Lukman, ia cukup berminat dan telaten untuk membuat gambar pertama. Pada gambar kedua Lukman mulai geregetan, kepingin mengoleskan saja cat poster seperti cara yang biasa dilakukannya. Namun ia tetap menyelesaikan hingga gambar ke tiga, yang oleh bu Endah sengaja kertasnya dibentuk ikan hiu, agar Lukman lebih tertarik. Selesai belajar disekolah, Lukman diberi PR untuk menggambar dengan tehnik yang sama. Pulang sekolah Lukman sudah semangat sekali, langsung mengajak saya membeli cat poster dan cotton buds, juga wax crayon untuk melukis. Beberapa hari kemudian, Lukman kerjakan PRnya, saya juga ikutan mengerjakan, ternyata menyenangkan, walau memang diperlukan kesabaran dan ketelatenan dalam melakukan tehnik pointilisme.

10255268_10200844319748962_8374739913839888790_o 10178030_10200844321429004_7574486098057298232_n-horz

1 3

Diminggu berikutnya, masih dengan tehnik yang sama, namun menggunakan wax crayon. Nah ini juga barang baru untuk saya, selama ini cuma tahu ya crayon biasa saja. Rupanya ada jenis wax crayon, yang untuk menggunakannya dipanaskan terlebih dahulu. Sebelumnya sesuai pesan Ibu Endah, saya sudah beritahu Lukman bahwa ia akan bekerja menggunakan wax crayon dan lilin. Lukman langsung bilang “Nanti aku jauh-jauh dari api” dan saya katakan “Tidak apa-apa Lukman, yang penting berhati-hati mengerjakannya”. Sepulang sekolah, guru yang mendampingi Lukman melaporkan, Lukman bekerja dengan tenang, tidak takut ada lilin, dan mengerjakan sampai selesai.

Nah dibulan Mei, dalam program pendidikan individual Lukman memang ada poin: mengembangkan empati dengan mengapresiasi seni. Untuk pelajaran SBK dibulan ini didatangkan guru tamu lulusan Institut Kesenian Jakarta yang akan mengajarkan para murid membuat lampion Betawi dan melukis diatas centong selama empat kali pertemuan. Walau kegiatan tersebut cukup menantang untuk Lukman, ia mengikuti kegiatan tersebut dengan semangat. Sampai dirumah ia laporan pada saya: “Kak Guntur (guru tamu tersebut) baik dan ganteng” hahaha😀

IMG_8792 IMG_8805 IMG_8882

Keesokan harinya, oleh Ibu Endah Lukman diperlihatkan gambar-gambar lukisan didalam buku program pameran seni rupa “Kasih Tak Bertepi” dan “Perempuan dan Anak Perkasa” yang sedang diselenggarakan di Taman Ismail Marzuki. Kebetulan ada beberapa lukisan yang dipamerkan yang hasil karya kak Guntur. Walau awal kegiatan Lukman kurang tertarik melihat berbagai lukisan pada buku program pameran, akhirnya ia selesaikan juga tugas menggambar, dan memilih pot bunga sebagai obyeknya.

lukisan

PR yang disebut Home Fun setelah itu adalah pergi ke pameran di Taman Ismail Marzuki, untuk melihat langsung lukisan dan patung yang dipamerkan, merasakan dan mengamati karya seni tersebut. Wah ini juga pengalaman baru. Walau sudah pernah melihat karya seni diberbagai kesempatan, kami belum pernah mengajak Lukman khusus ke sebuah pameran.

Hari Senin yang lalu, sepulang sekolah Lukman langsung saya antarkan ke Taman Ismail Marzuki, ia semangat sekali mau pergi. Perjalanan menuju TIM lancar meskipun tepat pada jam makan siang. Sesampainya disana, kami langsung menuju lokasi pameran pertama “Kasih Tak Bertepi”. Situasi ruang pameran sepi sekali, kami satu-satunya pengunjung diwaktu itu. Lukman langsung masuk, mengamati satu-persatu lukisan yang berukuran besar-besar, memberikan komentar ketika saya tanyai, dan menyentuh/memegang karya seni yang menarik perhatiannya. Komentar Lukman saya tuliskan dimasing-masing foto dibawah ini.

w1 w2 w3 w4 w5 w6 w7 w8 w9

Cukup lama kami berkeliling mengamati lukisan dan patung disitu, karena suasana lengang, ruangannya juga luas, Lukman bisa tenang melihat kesana kemari, bahkan berkomentar “Disini sepi sekali ya”🙂 Selesai pengamatan di pameran pertama ini, kami pergi ke pameran berikutnya “Perempuan dan Anak Perkasa” yang lokasinya lebih kedalam TIM.

Dipameran kedua, Lukman tidak terlalu lama mengamati lukisan-lukisannya. Mungkin karena tempat pameran yang tidak seluas pameran pertama, kemudian ada juga serombongan mahasiswa yang sedang berkunjung sehingga suasana cukup padat, tidak sepi seperti pameran pertama. Lukman melihat lukisan-lukisan dengan cepat, dan malahan tertarik pada kamera cctv diruangan tersebut 😄 Selesai melihat semua lukisan, kamipun pulang.

Diperjalanan pulang, melewati macetnya Rasuna Said karena ada demo didepan gedung KPK, kemudian macetnya jalan karena hujan deras, dan sempat berputar-putar karena agak tersasar akibat jalan yang banjir menyebabkan kami tidak bisa melewati rute biasa, Lukman tetap happy, tidak terlihat capai walaupun baru jam 17.30 sampai dirumah. Ia cuma berkomentar “Kita jauh sekali dari rumah” ketika melihat Mamanya membuka buku peta saat agak tersasar melewati jalanan yang tidak biasa dilalui😀

Rasanya menyenangkan sekali mengamati Lukman ketika mendapatkan pengalaman baru, mendengarkan komentarnya, melihat reaksinya. Mendapat tugas atau PR dari sekolah buat saya menjadi kesempatan untuk ikut menikmati pengalaman barunya itu

Note: Foto-foto kegiatan di sekolah koleksi Sekolah Tetum Bunaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s