Mendadak Liburan

Cerita yang tertinggal dari bulan Maret, namun tak terlupakan.

Setiap tahun kantor Papanya pasti mengadakan family gathering. Selain itu juga rutin ada Sportday, lalu piknik keluar kota, dan acara khusus masing-masing section di kantor tsb. Tahun ini family gathering diadakan di Putri Duyung, Ancol. Mendengar nama ‘Putri Duyung’ Lukman langsung excited, disangkanya akan ketemu putri duyung sungguhan barangkali. Lalu saya jelaskan kalau Putri Duyung itu sekedar nama, dan seperti yang sudah saya berkali-kali katakan padanya, Putri Duyung yang berbentuk manusia separuh ikan itu cuma cerita, kalaupun ada ya cuma di sinetron saja hihihi 😆

11s

Walau mengerti, Lukman tetap excited dengan rencana ke Ancol tersebut. Dia bilang “Aku paling suka main pasir” maksudnya pasir pantai. Saya jadi menjelaskan lagi, kalau kami akan pergi ke acara kantor Papanya, mungkin sempat main di pantai, mungkin tidak. Karena acaranya sendiri sore lanjut malam hari, jadi kalau bisa datang lebih dulu mungkin bisa main, tapi kalau tidak, mungkin tidak main pasir. Lukman cuma manggut-manggut. Lalu saya ceritakan obrolan tersebut pada Papanya. Papanya juga bicara dengan keterangan yang sama, supaya Lukman tidak terlalu berharap bisa main pasir di pantai.

Sampailah hari H, karena kami rencana berangkat jam 12, masih santai-santai saja kami bebenah rumah dan bergantian mandi. Papanya giliran terakhir mandi, saat mau masuk ke kamar mandi mendadak dapat ide 💡 dan bilang ke saya “Apa kita nginep saja ya? Kira-kira dapat kamar hotel nggak ya?” Wah mendadak ya, tapi saya bilang “Coba aja, kalau ada ya kita nginep, kalau nggak ya pulang saja”. Sementara Papanya mandi saya kumpulkan info hotel didalam Taman Impian Jaya Ancol. Lalu telepon-telepon, dan akhirnya dapat konfirmasi ada kamar yang bisa kami booking. Anak-anak masih belum kami beritahu, walau kami siap-siap grabak grubuk untuk persiapan menginap. Reza sudah curiga, tapi kami masih rahasiakan rencana menginap itu 😎

Syukurlah perjalanan di hari Sabtu siang itu cukup lancar, kami bisa tiba di hotel tempat menginap sebelum waktu acara kantor Papanya dimulai. Cuaca cerah menyambut disana. Anak-anak senang sekali ketika tahu akan menginap, Lukman begitu masuk kamar hotel dan lihat bath tub langsung mau mandi! Hahaha… Tapi kami sudah harus segera ketempat acara.

3s

Tidak lama sampai di lokasi, acara pun dimulai. Rupanya dari semua section sudah menyiapkan suguhan seni, entah tarian, nyanyian maupun cerita komedi. Cukup menghibur juga, dan banyak yang kreatif menyajikan kebisaan masing-masing section. Reza bisa menikmati, sedangkan Lukman seperti biasa terganggu dengan sound system. Lebih sering ia menutup kedua telinganya. Beberapa kali ia katakan mau kembali ke hotel, namun ia tetap bersabar, apalagi mendekati saat malam, ketika penampilan semua section sudah usai, dan waktunya makan malam bersama. Setelah makan malam ada acara fireworks show yang ditembakkan ke atas laut sementara kami menonton dari pinggir pantai.

4-verts 6s 8a-vert

Selesai acara, kamipun naik mobil, tapi tidak langsung ke hotel namun mampir sebentar di Pasar Seni. Kebetulan ada Festival India, namun karena sudah malam tidak ada lagi pertunjukan tarinya, hanya ada beberapa counter menjual barang-barang khas India. Dari sana kami kembali ke hotel.

9s 12

Karena senangnya, anak-anak susah sekali disuruh tidur. Mungkin lewat tengah malam akhirnya mereka bisa memejamkan mata. Jam 3 dini hari saya terbangun, rupanya ada bunyi geledek. Waduhhh, jangan-jangan akan hujan besar. Ternyata betul, saya tengok keluar jendela awan hitam bergantung cukup tebal. Sampai subuh, bahkan sampai jam 7 pagi masih turun hujan. Anak-anak masih terlelap tidur, saya sengaja tidak bangunkan, kuatir mereka kecewa karena cuaca buruk. Namun karena sudah siang, akhirnya jam 8 saya bangunkan juga, dan mereka santai saja melihat cuaca gerimis, leyeh-leyeh nonton tivi sambil sarapan.

3 25s

Berhubung masih belum berhenti juga gerimis, Papanya mengajak jalan-jalan dengan mobil. Ketika itu kami lihat kereta gantung yang namanya Gondola sudah mulai beroperasi. Anak-anakpun mau menaiki, sambil menunggu gerimis berhenti. Sampai distasiun Gondola, kami lihat ada mini bus yang namanya Wara-Wiri. Melihat bus yang bersih dan ber AC itu, kamipun tertarik naik. Wah lengkap pakai video dan tivi pula! Ada dua jurusan yang dilayani minibus ini, jurusan barat kami naiki terlebih dahulu. Lumayan juga keliling gratis dengan mini bus ini, yang berhenti di halte-halte tertentu. Selesai menaiki Wara-Wiri route barat kami pun naik Gondola.

20s  15

Kereta gantung Gondola ini masih terawat baik, sepanjang jalan gerakannya mulus, dan kami bisa memandang sekitar Taman Impian dengan nyaman. Selesai naik Gondola, Papanya mengajak kami naik Wara-Wiri jurusan timur. Nah ketika itulah kami melewati Ancol Beach City, sebuah mall yang dibangun dipinggir pantai, dengan pantai buatan yang belum lama dibuat. Melihat itu saya jadi ingat teman yang pernah kesana mengatakan pantainya bersih dan nyaman. Karena hujan juga sudah berhenti, kamipun kembali ke hotel untuk check out dan kembali ke Ancol Beach City naik mobil untuk makan siang.

Selesai makan siang, akhirnya….. Anak-anakpun berlarian ke pantai.

26s 32s 28s

Walau tidak lebar, pantai itu cukup luas. Tidak terlalu banyak pengunjung, tidak seperti Pantai Carnaval yang juga kami lewati waktu naik Wara-Wiri tadi. Beberapa jam main pasir, akhirnya tiba waktu pulang. Walau masih ingin main, anak-anak mau diajak pulang.

Senang sekali bisa refreshing dadakan seperti ini😉

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s