Inspiring Conversation

Bagi komunitas autisme, nama Natrio Catra Yoshosa atau yang akrabnya dipanggil Osha sudah sangat dikenal. Bagaimana tidak, Osha adalah salah satu dari sedikit penyandang autisme yang berhasil dalam studinya, dan telah menjadi Sarjana dari Universitas Gajah Mada. Bagi banyak orangtua anak penyandang autisme Osha adalah inspirasi, saya termasuk salah satu diantaranya.

Saya beruntung berkenalan dengan ibundanya, Ibu Moechiam Herniwatty yang dipanggil Ibu Henny, pada salah satu event pemutaran film documenter penyandang autis dari luar negeri. Mendengar cerita Ibu Henny putranya berhasil masuk ke perguruan tinggi idaman, saya langsung berkenalan dengan beliau dan pertemanan kami berlanjut didunia maya.

Pada satu kesempatan, ketika sekolah Lukman, Sekolah Tetum Bunaya mengadakan family gathering, saya mengajak Ibu Henny ikut datang, tentunya setelah bercerita tentang perkenalan tersebut kepada kepala sekolahnya Lukman, ibu Endah WS Hudaya. Ibu Endah menyambut baik usulan saya untuk mengundang, dan singkat cerita Ibu Henny datang ke acara family gathering tersebut. Rupanya beliau sangat menikmati keakraban yang dirasakannya di acara tersebut, bahkan ikut bermain bersama para orangtua dan kamipun senang bisa bertemu lagi dengan beliau, walau Osha tidak dapat hadir karena sedang masa kuliah di Jogja.

Kesempatan berikutnya kami bertemu masih dalam acara sekolahnya Lukman. Pada tanggal 10 April 2010, Sekolah Tetum mengadakan acara Aku Sahabat Anak Spesial. Acara ini diadakan dalam rangka ikut memperingati Hari Peduli Autisme sedunia. Dengan semakin banyaknya anak-anak yang terdeteksi berkebutuhan khusus, diantaranya murid-murid Sekolah Tetum sendiri, sekolah ini ingin lebih mengenalkan tentang hakikat anak berkebutuhan khusus. Pada acara tersebut, kami akhirnya bertemu dengan Osha, dan sangat terkesan dengan kesantunannya, kepandaiannya berbasa-basi, sehingga yang baru pertama bertemu tidak akan menyangka Osha adalah penyandang autisme.

Pertemanan ini masih berlanjut sampai sekarang. Walau jarang bertegur sapa secara langsung karena kesibukan masing-masing, kami sesekali tetap kontak, dan saya mengikuti berita-berita Osha dan keluarganya terutama dari facebook. Sempat bertemu lagi di acara-acara komunitas autisme, juga ketika acara pernikahan kakak Osha, namun karena ramainya tamu kami tidak sempat bicara. Terakhir saya sempat ngobrol dengan Osha ketika ia sedang KKN ke daerah NTB. Lalu setelah itu saya dengar berita kelulusannya, dan ikut bangga melihat fotonya memakai toga ketika wisuda sarjana tahun lalu. Beberapa lama tidak kontak, saya mendengar berita kalau Osha akan melanjutkan studi S2.

Osha

Osha bersama ayah bundanya saat wisuda sarjana Universitas Gajah Mada, Mei 2013

Minggu lalu, saya beruntung bisa ngobrol lagi dengan Osha. Berikut ini percakapan saya dengannya🙂

———————————-

Osha: Tante,makasi infonya,sayang saya lagi sibuk persiapan ujian kenaikan level bahasa inggris lia ampe akhir maret

Rosa: Oh gapapa Osha, cuma meneruskan info, siapa tau ada kenalan Osha yang mungkin berminat ikuti acara tsb. Apa kabar Osha, mau teruskan S2 ya? KeUniversitas mana?

Osha: O,begitu tante.. Alhamdulillah baik2..rencana insya allah ke university college london di qatar ambil jurusan konservasi

Rosa: Wow, hebat! Tante mau tahu deh kok sampai dpt ide ke Qatar? Apa dr UGM pernah ada yang kesana?

Osha: Amiin..mudah2an Allah ngijinin tante.. Ceritanya panjang tante,tp yg utamanya karena kecocokan kurikulum ama kecocokan saya pribadi..kalo ugm belum ada tante..mungkin saya pionirnya..

Rosa: Tante mendoakan supaya lancar persiapannya & akan segera terwujud sesuai rencana ya Osha

Osha: Amiin,makasi tante,saya gak mau ngerepotin ortu sama sekali,makanya apply bantuan keuangan juga..

Rosa: Oh gitu, di apply kemana? Lembaga apa? Maaf pingin tau, jadi nanya terus nih. Siapa tau Reza ikuti jejak Osha, soalnya sampai sekarang kalau ditanya cita2nya pingin jadi sejarawan

Osha: Oo gpp kok,lewat kampusnya tante,yang penting udah keterima dulu,nanti ada aplikasi tersendiri dari kampusnya (berbasis financial need ama prestasi). Kebetulan ini kampus satelit yg dr inggris aslinya,tp fokus ke arkeologi,konservasi ama museum studies dan S2 semua

Rosa: Ohhh bagus ya… Seneng dengernya, Osha… Apakah sudah banyak S2 konservasi di Indonesia?

Osha: Langka tante,khusus konservasi lukisan,kalo konservasi batu,keramik ama logam mungkin dah banyak

Rosa: Ooh Osha tujuannya konservasi lukisan? Jadi harus berjiwa seni juga ya selain keahlian teknis

Osha: Belum tentu tante,saya mengikuti isu2 terkini saja ama pengetahuannya

Rosa: Oohh hihihi, tante sok tau yah nebaknya. Tapi itu ilmu yang menarik banget ya, dan kalau memang masih langka dengan belajarnya Osha disana menambah kekayaan ahli sejarah ttg konservasi lukisan Indonesia pastinya. Tante buta soal bidang2 keahlian sejarah, jadi nggak ngerti apa aja profesi yang bisa ditekuni dari bidang tsb, menarik sekali pastinya

Osha: Santai saja tante, saya juga masi belajar dan jauh dr sempurna niy,mana buku2nya Inggris semua lagi.. Iya,kalo gak salah skrg konservasi seni kontemporer juga mulai masuk ke isu konservasi juga

Rosa: Wow, masuk juga ya seni kontemporer…

Osha: iya,university college london di qatar juga ada spesialisasi tsb. Maksudnya spesialisasi itu pas tahun kedua kuliah. Oya,lupa tesktil juga ada tante konservasinya.

Rosa: Wah pastinya Osha sudah survey banyak sekali ya sampai bisa menemukan college di Qatar tsb, atau apakah ada lembaga yang dpt memandu sarjana2 yang ingin meneruskan S2 kesana?

Osha: Saya sendiri tante eksplorasi,malahan nanya2 sendiri lwat email ke admission officernya

Rosa: Dengan inisiatif sendiri ya, keren… Ada test/penyaringan dulu nggak untuk kesetaraan lulusan UGM dengan Qatar?

Osha: Hahaha,iseng2 aja tante sebenernya,walopun mungkin saya terkesan nyolong start krn ngumpulin infonya 1 tahun akademik sebelum periode daftar berikutnya. Gak ada tante,entar apply-nya online semua sistemnya

Rosa: Itulah praktisnya internet ya, jadi memudahkan proses seperti ini

Osha: Iya,ada negara2 ato kampus2 tertentu yg masi semi online,separo harus kirim hard copy

Rosa: Kalau boleh tau, kenapa Osha sreg dengan Qatar?  Apakah karena lbh dekat dibanding Osha pergi ke Londonnya langsung, gitu? Lebih dekat nggak ya? Hehe musti lihat peta nih

Osha: Begini qatar itu negara yg maju modern,walopun sedang menuju kedua hal itu,dan disana juga seni kontemporer ama cultural heritage jadi isu yang berkembang,saya lebih mudah liat proses perkembangan dua bidang itu bagaimana mereka menanganinya. Kalo di peta,sebelah timurnya arab saudi tante. Uniknya,negara qatar itu gak seketat arab saudi hukum islamnya,bahkan museum seni kontemporer boleh disana..yah rada2 mirip uni emirat arab lah tante

Rosa: Oooh gitu, wah bakal menyenangkan dong nanti tinggal disana. Osha, tante pingin nulis ttg obrolan ini di blog boleh nggak? Buat tante perjalanan studinya Osha jadi inspirasi untuk Reza, Lukman, dan banyak anak lain diluar sana.

Osha: iya,semoga allah swt mengijinkan saya kuliah disana..oo boleh tante,tp maaf berantakan bgt kata2 saya

Rosa: Nggak kok, tiap kali ngobrol sama Osha tante selalu kagum karena runtun sekali kalau menjelaskan. Nanti tante tulis & share ke Osha, seandainya ada yang kurang pas/ nggak sesuai Osha kasih tahu ya

Osha: Terima kasih tante..yang penting passion reza ama lukman yg diprioritasin,pura2 suka ato mereka terpaksa itu nanti bisa menyusahkan mereka. Saya insya allah daftar gelombang berikutnya ke qatar kira2 akhir tahun ini..

Rosa: Betul… Yang sudah keliatan jelas ya Reza, minat sekali pd sejarah. Kemarin untuk tugas akhir kelulusan SD Reza membuat tentang Kekaisaran Romawi. Tante mbantuin ngetiknya aja sudah pusing, karena begitu banyak bahannya. Tapi alhamdulillah, kok ya Reza ingat semua sejarah Kekaisaran Romawi sampe detilnya dan saat presentasi dia lancar banget menjelaskan.

Osha: Saya yakin itu minat dia..kalo dah begini trus digali,sedini mungkin passion ama minat digali,entar pas milih jurusan kuliah dia gak kesulitan

Rosa: Ya tante cuma ngikuti pasionnya dia, seperti yang Osha bilang tadi…

Osha: Iya,passion itu nanti bisa jadi rejeki yg datengin reza nantinya

Rosa: °∕̴Ɩαmïïπ Ƴαα Ŕõϐϐαl ∕̴Ɩlαmiiπ°

Rosa: Apapun yang mereka tekuni nantinya ya mereka yang menjalani, ortu cuma bisa mengarahkan & mendukung kan

Osha: Plus halal dan bermanfaat

Rosa: Tentunya… Semoga lancar, sukses persiapannya, dan bisa terlaksana dengan baik ya studi S2nya. Jadi masih akhir tahun ini ya

Osha: iya,kira2 1-2 semester lagi lah,biasanya pembukaan admission dr september/oktober ampe mei deadlinenya

Rosa: Ooh cukup lega waktunya ya

Osha: Iya tante,tp yg bikin rada pesimis bahasa inggris akademik yg masi datar2 aja,mudah2an kekejer

Rosa: Bhs Inggris itu bisa karena biasa, nanti Osha nggak berasa deh, tau2 sudah lancar & nggak jadi kendala. Soalnya waktu kuliah di FEUI tante kan pakai buku2nya mayoritas bhs inggris, jarang yang bhs indonesia. Awalnya kesusahan, tp lama2 malah lbh enak pake buku bhs inggris drpd terjemahannya. Begitu juga waktu ngantor dulu, kaku ngomong englishnya awalnya tp karena terbiasa ya jadi lancar2 aja

Osha: iya tante,termasuk kosakata aja..wah sama ya,di lia maksa saya juga supaya berani ngomong inggris di kelas tanpa rasa takut juga lho,dan saya emang lbh berani efeknya

Rosa: Iya, nggak takut salah & sering2 buka kamus sangat membantu

———————–

Begitulah percakapan saya dengan Osha, selalu sangat menyenangkan ngobrol dengannya. Walau masih jauh perjalanan Lukman bersekolah, namun dengan mengenal Osha dan ibundanya memberi harapan pada kami agar Lukman dapat mengikuti jejak kakaknya ini.

Semoga Osha semakin sukses, lancar studinya dan mendapat banyak pengalaman positif baru dengan tinggal jauh diluar negeri, aamiin y r a….

7 thoughts on “Inspiring Conversation

  1. Terima kasih untuk ceritanya yang inspiratif.Ibu Rosa,perkenalkan nama saya Rizal,sedang berkuliah di UGM.Saya baru tau ada orang seperti mas Osha dengan pengalamannya yang luar biasa,apalagi ternyata satu almamater dengan saya.Kebetulan,adik saya yang sekarang kelas 2 SMP juga mengidap autis ringan,itulah kenapa saya akhirnya mencari informasi dan menemukan blog Anda.Apakah Ibu memiliki kontak mas Osha yang bisa saya hubungi?Sekali lagi terima kasih atas bantuannya🙂

  2. Semoga terus berjaya di masa hadapan buat Osha. Saya dari Malaysia. Baru-baru ini saya telah membaca novel tulisan Ibu Herni. Saya berasa sungguh kagum dengan Catra. Usai membaca, langsung cari fotonya di Internet. Kebetulan jumpa sama blog ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s