Lukman Dapat Rapor DikNas!

Apa sih istimewanya? Mungkin ada yang berpikir seperti itu membaca judul posting kali ini. Buat Lukman, anak kami yang berkebutuhan khusus, istimewa sekali. Walau sudah masuk SD dan tiap tahun selalu naik kelas, rapor yang kami dapatkan selama ini masih berbentuk kualitatif. Jadi belum ada angkanya. Untuk tiap mata pelajaran ada rincian topik yang diajarkan, lalu ada penjelasan apakah Lukman sudah menunjukkan adanya minat dan kemampuan pada topik yang diajarkan, dan apakah Lukman sudah dapat perform dalam tugas yang berkaitan dengan topik tersebut.

rapors

Kamipun memahami kesulitan yang dialami Lukman ketika belajar di kelas. Kalau soal kecerdasan, rasanya tidak ada masalah disitu. Namun soal bahasa, seperti umumnya anak autis dengan kendala komunikasinya, Lukman kesulitan memahami penjelasan panjang tanpa contoh yang kongkrit. Apalagi kalau memakai kata-kata yang masih belum dipahaminya, maka akan kesulitan Lukman menangkap penjelasan lisan. Kalau sudah bingung, atau tidak pede melakukan tugas yang diinstruksikan guru, Lukman masih belum bisa mengungkapkan dengan baik. Ia masih suka menjadi lebih emosi dan gampang ngambek bahkan marah ketika kondisi itu terjadi.  Selain masalah kesulitan menangkap penjelasan lisan, Lukman juga masih sulit terbiasa dengan banyaknya guru yang masuk ke kelasnya. Pergantian guru tiap mata pelajaran juga jadi masalah bagi Lukman. Lagi-lagi ia tidak bisa mengungkapkan dengan baik, dan jatuhnya jadi lebih sering emosi dan tantrum.

Karena itu selama semester pertama dikelas 3 ini saya sering mendapat laporan Lukman menolak mengerjakan instruksi, ngambek ketika diminta ikut kegiatan kelas, bahkan sampai tantrum dan melampiaskan emosi pada guru bahkan temannya. Sempat saya dan Papanya sangat kawatir, dan ketika itu memboloskan Lukman dari sekolah. Saya kawatir kondisi Lukman yang sedang tidak fit sehingga emosinya sangat tidak stabil saat itu membuat kisruh dikelasnya, dan dapat membahayakan baik guru, teman maupun dirinya sendiri.

uman2

Lukman sedang bad mood

Namun baru sehari Lukman tidak masuk, saya diajak bertemu oleh Ibu Endah, pendiri sekolah Tetum Bunaya, dan beliau ini sudah sangat mengenali Lukman sejak playgroup hingga sekarangpun beliau masih sangat memantau perkembangan Lukman. Ketika itu beliau meminta agar Lukman tidak dirumahkan dan tetap ikuti kegiatan kelas. Bahkan ketika itu akan ada field trip/kunjungan ke museum Sumpah Pemuda, dan Ibu Endah minta Lukman tetap ikut, karena kunjungan itu akan menjadi pembahasan pada pelajaran berikutnya.

Dengan sangat ragu di hari itu saya antarkan Lukman ke sekolah, ikut naik bus bersama teman-temannya. Melihat teman-temannya yang menyambut ketika Lukman datang, mengajaknya ikut bergabung ditempat berkumpul, rasanya terharu sekali walau Lukman sering membuat kehebohan di kelas namun mereka tetap bersikap baik seperti itu.

Turun dari mobil, disambut Ale

Turun dari mobil, disambut Ale

Foto bersama sebelum naik bus

Foto bersama sebelum naik bus

Saat sudah sampai di museum Lukman bisa mengikuti aktifitas sampai selesai, namun diakhir kunjungan Lukman sudah terlampau letih sehingga moodnya turun, terlihat dia sudah mulai memisahkan diri dari teman-temannya, ‘ngumpet’ dibalik clipboard. Karena itu Lukman pulang dengan kendaraan terpisah, diantar naik taxi oleh dua orang gurunya. Namun yang penting Lukman sudah ikut ke museum dan ketika belajar dikelas pada hari-hari berikutnya bisa memahami ketika pembahasan topik Sumpah Pemuda.

mus1

Mengikuti kegiatan di museum

mus2

Sudah letih, ‘ngumpet’ dibalik clipboard

Itu salah satu contoh  dari sekian banyak kejadian yang kami tangkap dari usaha para guru mengusahakan agar Lukman agar bisa memahami pelajaran. Bukan hal yang mudah, namun mereka dengan sabar membimbing dan mengupayakan agar Lukman tetap mengikuti kegiatan dan memahami pelajaran.

Pada akhir semester, di bulan Desember, Lukman mendapat guru pendamping yang membantunya mengikuti kegiatan di kelas. Dengan bantuan guru tersebut, Lukman jauh lebih dapat mengerjakan tugas, walau masih ada ngambek dan marahnya namun dalam waktu singkat bisa diatasinya. Bahkan beberapa kali ketika mendapat tugas Lukman bisa mengerjakan dengan cepat dan selesai duluan dari teman-temannya. Walau sudah ada perkembangan yang baik, kami menyangka dikelas 3 ini Lukman masih mendapat rapor seperti biasa, tanpa angka.

Lukman bersama guru pendampingnya

Lukman bersama guru pendampingnya

uman1

Lukman selesaikan tugas

Penerimaan rapor semester ganjil kelas 3 diadakan saat liburan sudah usai, dan beda dari biasanya yang tiap murid dijadwalkan terpisah, kali ini terima rapornya berbarengan seluruh murid, dengan diawali workshop. Workshop ini dilakukan agar orangtua murid memahami apa topik yang akan dipelajari di semester genap, siapa saja pengajarnya, dan yang seru: orangtua diberi contoh kegiatan yang dilakukan anaknya ketika belajar. Jadi di akhir penjelasan dari para guru tentang silabus dan bahan pelajaran, kami diajak belajar bernyanyi dan juga menari rampak genjring. Seru sekali! Tidak heran tiap guru berkata para murid biasanya minta tambahan waktu ketika kegiatan berakhir.

Sebelum workshop dimulai diberitahukan ada satu anak berkebutuhan khusus yang sudah mendapat rapor DikNas. Saya memperhatikan, namun karena merasa bukan untuk Lukman jadi bersikap biasa saja. Bukannya tidak berharap, namun memang selama ini kami tidak mentargetkan apa yang dicapai Lukman, semua perkembangannya selalu kami syukuri, dan menurut kami Lukman pasti akan bisa pada saat ia sudah siap dengan segala perkembangannya. Karena itu saya terkejut sekali ketika di akhir workshop terapis Lukman memanggil guru pendampingnya untuk menyerahkan rapor. Ketika nama Lukman disebut haduuuh rasanya seperti apa ya, pingin nangis iya, pingin ketawa juga, campur aduk. Yang jelas kagetnya itu tidak terkira dan tidak berhenti mengucap syukur, walau kendala belajarnya banyak, ternyata Lukman tetap bisa mengikuti pelajaran, dan kepala sekolah, para guru, bahkan semua personil sekolahnya sangat mendukung sehingga Lukman bisa mencapai tahap ini.

Semoga dihari-hari mendatang Lukman tambah semangat, makin stabil emosinya dan bisa lebih fokus ketika belajar disekolah. Love you, my special son!

4 thoughts on “Lukman Dapat Rapor DikNas!

  1. waah…alhamdulillah saya sampai ikut terharu… #berharap yang sama untuk anakku. salam kenal bun, sdh lama jadi silent reader. makasih sharingnya sudah banyak menyemangati saya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s