Bersyukur di Penghujung Tahun

Aim for the Stars

Kemarin saya mengambil rapor Reza ke sekolah. Tidak ada ekspektasi apa-apa, walau akhir-akhir ini Reza terus memperlihatkan hasil ulangan dan worksheet yang nilainya bagus-bagus. Di tahun-tahun awal sekolahnya, hal yang sama juga terjadi. Nilai-nilai yang Reza bawa pulang mayoritas bagus, namun ada saja yang rupanya jadi masalah dan luput dari pengamatan kami, sehingga ‘diatas kertas’ hasilnya biasa saja. Karena itu tiap pengambilan rapor saya bersiap untuk kejutan-kejutan yang bisa dibilang kurang menyenangkan, karena ada hal-hal yang tidak terpantau tersebut.

Kemarin, beda dari biasanya, kejutan yang kami dapatkan adalah kejutan manis. Nilai rapornya Reza bagus. Ketika saya katakan pada gurunya “Hasilnya baik ya Bu” bu guru mengoreksi: “Baik sekali, Ma”. Untuk pelajaran IPS, PKN dan English nilai Reza jauh diatas rata-rata kelas. Untuk IPA, Matematika dan B. Indonesia juga diatas rata-rata kelas. Secara average nilai Reza diatas rata-rata kelas, dan ini pertama kalinya terjadi sepanjang dia sekolah SD.

Ya, walaupun Reza sangat cerdas, potensinya yang ditunjukkan pd hasil test IQ menunjukkan kecerdasannya masuk kategori very superior -sedikit dibawah jenius- namun selama ini banyak kendala yang ditemuinya, terutama karena adanya kecenderungan learning disabilities: dysgraphia dan dyspraxia sehingga potensi ini belum dapat dioptimalkan.

Masih hangat di benak saya, kejutan yang kami dapatkan ketika mengambil rapor Reza di semester satu kelas lima. Semua nilainya jatuh, baca cerita: Rainy Night, What A Mellow Night. Saya jadi cukup khawatir, mengingat Reza sudah mendekati kelas 6, akan menghadapi ujian kelulusan. Kalau ulangan dan test biasa saja sudah begini, bagaimana nanti, dimana banyak test dan tryout yang akan dia jalani saat sudah kelas 6? Karena itu kami kembali konsultasi pada psikolog yang sudah kenal baik dengan Reza, dan ke klinik tumbuh kembang yang juga dulu pernah kami datangi. Tiga bulan Reza di terapi kembali oleh orthopedagog dan terapis okupasi, saya lihat semangat dan percaya dirinya kembali sehingga terapinya kami hentikan karena cukup menyita waktu. Selain itu, Alhamdulillah dengan komunikasi yang baik  masalah utamanya sudah kami temukan, dan semua usaha ini terbukti membantu, akhirnya Reza bisa dibilang kembali ke jalurnya, baca: Reza Is Back On Track!

Kelas 6, ternyata semangat Reza bertahan. Ia kembali ikut bimbingan belajar, masih ditempat yang sama namun kami pilih cabang yang lebih dekat ke rumah agar tidak makan waktu mengantar/jemputnya. Sempat sih ada hasil tryout yang rendah, namun setelah berdiskusi dengan guru yang membimbing, lalu Reza dibantu lagi dijelaskan dan dilatih soal yan membingungkan untuknya. Memang tempat bimbelnya ini guru-gurunya sangat membantu, bahkan murid bisa membawa soal PR atau tugas sekolah untuk dibantu mengerjakannya.

Oh iya, ada catatan lucu ketika saya membahas hasil tryoutnya yang rendah diawal semester. Saya tanya Reza apakah bisa konsentrasi mengerjakan soalnya, dan mungkin mencari-cari alasan kenapa nilainya rendah Reza katakan teman-temannya berisik kalau sedang tryout. Setengah tidak percaya mendengar alasan itu, saya tanya apakah boleh pindah ruangan kalau berisik seperti itu? Reza katakan tidak boleh pindah. Jadi untuk klarifikasi, saya temui salah satu guru wakil pimpinan cabang bimbel tersebut keesokan harinya, saat mengantar Reza bimbel. Saya tanyakan apa memang tidak boleh pindah ruangan ketika tryout, karena Reza mengatakan terganggu dengan berisiknya teman-teman seruangan tryout tersebut. Pak guru itu menjawab dengan logat daerah yang kental “Ini mah bukan teman-temannya yang berisik bu, anaknya sendiri nggak bisa diem, kaya belatung gerak mulu!” hahaha saya tidak bisa menahan ketawa mendengar penjelasan pak guru, namun setelah itu dengan melotot katakan pada Reza “Jadi bukan teman-temannya dong, tapi Reza yang harus tenang”. Reza cuma mesem-mesem, tidak bisa membantah.

Semakin berjalan semester ini, semakin banyak worksheet dan ulangan yang dihadapi. Syukurnya Reza terus semangat, jarang sekali yang menolak disuruh belajar. Sayapun tidak terlalu memaksanya belajar lagi, hanya mengecek kesiapannya untuk materi yang akan diuji, jika Reza sudah bisa menjawab ya selesai lah. Saya juga jaga agar dirumah Reza punya cukup waktu untu relaxasi, olahraga rutin dengan Sportop 20 menit, dan tidur yang cukup.

Bulan November menjadi bulan terheboh, ulangan di sekolah, tryout dan UAS di bimbelnya, juga menghadapi test masuk SMP membuat Reza cukup sibuk, belum lagi ada tugas akhir untuk sekolah, dimana murid seperti membuat skripsi dalam skala kecil. Cerita tentang tugas akhir ini akan saya sajikan terpisah sendiri, seru lho!

Seperti yang saya tuliskan di cerita 12 Tahun Reza sempat jatuh sakit, namun Alhamdulillah begitu sembuh ia langsung tancap gas, mengerjakan test masuk SMP, melakukan UAS di sekolah. Alhamdulillah Reza pada pengumuman penerimaan murid baru 2 minggu berikutnya sudah tercantum sebagai murid yang diterima. Ketika UAS sekolah, Reza sudah terlihat berat untuk belajar dirumah namun lagi-lagi bantuan dari tempat bimbelnya sangat saya rasakan. Mereka justru membuka kesempatan untuk murid yang mau belajar untuk UAS sekolah, sesuai jadwalnya. Dan Alhamdulillah Reza dengan kemauannya sendiri tiap hari ikut belajar di bimbel, berlatih soal-soal, dijelaskan lagi yang masih belum dikuasai sehingga ia tinggal istirahat saja dirumah.

Selesai UAS, masih ada beberapa hari menjelang penerimaan rapor. Reza setiap hari membawa pulang hasil worksheet dan ulangan yang nilainya bagus-bagus. Karena kami tidak terlalu mementingkan nilai, yang saya puji ketika itu adalah usaha Reza untuk terus semangat mengerjakan soal-soal, tidak ada lagi tulisan yang terlalu berantakan, tidak ada lagi soal yang tidak selesai dikerjakan. Itu yang lebih penting untuk kami.

Saya lihat faktor guru memang sangat berperan pada semangatnya Reza semester ini. Baik guru bimbel maupun guru walikelasnya kali ini bisa memotivasi Reza sehingga ia semangat mengerjakan tugas-tugas. Dan akhirnya kemarin saya datang ke sekolah untuk mengambil rapor. Menunggu giliran untuk bicara dengan kedua guru kelasnya, saya sudah diberikan terlebih dahulu rapornya. Wah senang sekali melihat hasil jerih payahnya Reza yang seperti saya tuliskan diatas sangat baik hasilnya.

Ketika akhirnya bicara dengan kedua guru kelas, mereka terlihat juga senang sekali, bu guru yang juga mentor untuk tugas akhirnya Reza mengakui, Reza memang sangat banyak pengetahuan umumnya, suka ikuti berita dunia terkini, dan interestnya pada sejarah nampak nyata.  Saya juga ceritakan pada bu guru bahwa ide tugas akhir memang datang dari Reza sendiri. Sempat saya mendebat, karena menurut saya materinya begitu luas. Namun Reza kekeuh dengan topik itu, dan saya dukung saja. Saya memang membantu mengetikkan tugas akhir tersebut, tapi saya cukup kewalahan karena begitu banyaknya bahan, dan harus meringkas se sederhana mungkin. Sesudah saya berpayah-payah meringkas, Reza dengan kalem memeriksa, gayanya sudah seperti dosen memeriksa ujian mahasiswanya hehe, dan kalau ada yang salah, pasti dia langsung protes.

Selanjutnya kedua guru menjelaskan tentang ujian praktek kelulusan yang akan diselenggarakan bulan Januari dan Pebruari, walau tanggalnya belum ditentukan. Waaah, melihat begitu banyaknya materi yang di uji, saya sudah berpikir Reza akan melalui liburan kali ini dengan persiapan untuk ujian prakteknya tersebut. Hari ini setelah ngobrol bertiga dengan Papanya, Reza dibantu Papanya membuat skedul liburan, dimana semua bahan yang akan diuji dijadwalkan belajarnya. Tentu saja tetap dengan menyelipkan acara jalan-jalan, dan -kalau ada- menonton film, namun intinya liburan ini Reza tetap harus kerja keras untuk persiapan ujian prakteknya.

Semoga semangat Reza terus terjaga, dan semua kerja kerasnya akan memberikan hasil yang diharapkan🙂

Update 6 Februari 2014

Hari ini Reza pulang dari bimbel dg tersenyum lebaaar… Rupanya ia mendapat hadiah sebagai peraih nilai test harian tertinggi (secara kumulatif sepanjang semester yang lalu) untuk cabang bimbel tersebut. Semoga semester genap ini Reza dapat mempertahankan semangatnya ya….

pageGO

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s