Samudra Manthan

Sejak saat Reza masih kecil saya memang seringkali mendengar ‘keajaiban-keajaiban’ ketika ngobrol dengan Reza. Ada saja yang membuat saya terkejut, entah topiknya yang tidak biasa dibicarakan anak sekecil dia, entah kedalaman pemahamannya terhadap suatu topik, atau detil pengetahuannya tentang suatu hal yang saya tidak mengerti darimana dia bisa dapatkan informasi itu.

Semakin dia besar, semakin berkurang keterkejutan saya karena makin terbiasa dengan keajaiban pembicaraan dengannya. Namun tetap saja ada momen-momen yang masih membuat saya ternganga, dan lagi-lagi menanyakan kalimat “Kok Reza tau?” salah satunya kejadian berikut ini.

Kami berdua sedang melihat-lihat foto Papanya yang belum lama ini berkunjung ke negara gajah putih. Saya suka segala hasil karya seni negara itu yang sangat halus buatannya dan mempesona, karena itu saya sedang meneliti foto-foto Papanya ketika berada disana. Ketika sampai foto-foto di airport Suvarnabhumi, mendadak Reza bilang “Aku tahu ceritanya itu” sambil menunjuk foto dibawah ini.

bgk1s

Saya tanya “Cerita apa?” Reza bilang “Ya cerita patung itu, kan patung itu cerita tentang naga dan dewa Wisnu”. Saya tanyai terus Reza, dan amaze ketika dia bisa cerita dengan detail. Begini cerita yang Reza sampaikan…

Ini ceritanya ada di berbagai negara, ada di India, Thailand dan juga di Indonesia pokoknya negara yang ada penganut agama Hindunya.

Suatu hari para dewa Hindu kehilangan kekuatan mereka. Ketika mereka minta petunjuk kepada dewa Wisnu, ia memerintahkan agar para dewa mengocok air laut untuk mengeluarkan air Amerta yang berkhasiat untuk memberikan kekuatan. Lalu para dewa melakukan apa yang diperintahkan Wisnu, mereka menggunakan ular naga dan gunung untuk mengocok air laut. Untuk itu mereka mendapatkan bantuan dari para raksasa, dan Wisnu menjelma menjadi kura-kura yang menahan gunung di punggungnya.

Saat lautan diaduk, yang pertama keluar adalah racun, lalu para dewa meminta bantuan dewa Shiwa untuk menghisap racun tersebut. Setelah racunnya habis, barulah keluar air Amerta yang disertai keluarnya dewi Dhanwantari. Para dewa meminta agar dewi Dhanwantari kembali ke langit dan mengembalikan keberkahan di bumi. Dewi Dhanwantari pun setuju tapi dengan syarat dia harus menikahi Wisnu. Lalu setelah menikah, Dewi Dhanwantari kembali ke langit.

Saat bercerita, Reza menunjukkan pada saya di foto Papanya tersebut, mana yang para dewa, dan mana yang para raksasa. “Lihat tuh, yang badannya putih dan mukanya cakep-cakep itu para dewa. Sedangkan yang badannya merah item, dan mukanya seram itu para raksasa” Saya perhatikan, eh bener juga ya. Kalau tidak ditunjukkan Reza saya tidak perhatikan perbedaan itu.

bgk3s

Lalu Reza kasih tahu lagi “Nih, lihat ada kura-kuranya, itu dewa Wisnu yang sedang jadi kura-kura” Nah untuk yang satu ini, Papanya yang sudah melihat patung tersebut pun baru ngeh, baru melihat ada kura-kura dibawah gunung! Hahaha…

Ketika ditanya “Reza kok tahu sih ceritanya?” Dia sendiri sudah tidak ingat, tapi dia katakan “Di tivi pernah ada tuh, tentang berbagai bentuk penjelmaan dewa Wisnu, salah satunya menjadi kura-kura dan diceritain tuh kisah yang ini”.

Reza… Reza… memang ada-ada aja isi kepalanya yang membuat kami terperangah…😀

bgk2s

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s