A New Phase Of Life for Reza

Bulan ini banyak hal istimewa yang terjadi pada Reza. Selain ulangtahunnya yang ke 12, Reza juga menjalani test untuk masuk ke SMP yang diinginkannya.

Sudah beberapa bulan ini kami mencari-cari sekolah yang cocok untuk Reza, yang lokasinya lebih dekat dari rumah. Sekolah Reza saat ini memang dekat juga dari rumah, namun masuk wilayah Depok. Karena itu, kebanyakan teman-temannya juga dari wilayah sana, dan ini menyulitkan kalau Reza ingin bermain dengan teman satu sekolah karena jadi cukup jauh jarak kerumah temannya. Selain itu saya sendiri yang biasanya mengantar Reza juga tidak familiar dengan daerah Depok dibanding dengan daerah Jakarta Selatan.

Tahun ini Reza masuk dalam usia puber, usia remaja yang ditandai dengan semakin pentingnya pertemanan dan adanya kebutuhan untuk lebih berkelompok. Karena itu kami juga memikirkan sebaiknya Reza dapat SMP yang lebih kearah Jakarta, dan mendapat teman-teman dengan lokasi rumah yang lebih familiar untuk kami. Karena itu mulai awal tahun kami mulai mencari-cari sekolah yang cocok.

Beberapa faktor lain juga menjadi pertimbangan kami. Selain hal-hal yang standard seperti kurikulum, prestasi sekolah, persyaratan masuk, fasilitas dan kegiatannya, yang kami pentingkan juga ada sekolah yang punya wawasan tentang learning disability. Seperti yang beberapa kali sudah saya bahas pada postingan-postingan di blog ini, adanya kecenderungan dysgraphia dan dyspraxia pada Reza membuat tantangan tersendiri baginya di sekolah. Walau Reza dikaruniai kecerdasan yang cukup baik, berbagai hal yang terjadi membuktikan bahwa kami tidak bisa menganggap enteng masalah ini dan tidak bisa berharap persoalan yang timbul akan menghilang sendiri nantinya.

Dengan mempertimbangkan dua faktor penting diatas, kami mulai melirik sana sini, berusaha mendapat informasi tentang sekolah mulai beberapa bulan yang lalu. Memang sudah sifat saya tidak mau membuat keputusan tergesa-gesa sehingga persiapan untuk memilih sekolahpun sudah kami mulai jauh-jauh hari sebelumnya. Apalagi memang target kami masuk ke sekolah swasta lagi, dan umumnya sekolah swasta sudah memulai proses penerimaan murid baru di sekitar bulan November. Beberapa sekolah masuk pertimbangan kami, berbagai informasi kami dapatkan baik langsung maupun tidak langsung, lewat website maupun dari ortu murid yang bersekolah disana. Akhirnya kami memutuskan mulai ‘pedekate’ dengan SMP Lazuardi GIS. Iya, pedekate selayaknya orang pacaran hehehe… karena tak kenal maka tak sayang tentunya.

Karena sering melewati lokasi sekolah ini maka kami sudah tidak asing dengan gedungnya, lalu ketika ada kesempatan seminar parenting yang terbuka untuk umum sayapun ikut hadir. Selain memang ingin dapat masukan dari seminar, pada kesempatan itu saya juga ingin merasakan suasana disekolah tersebut, melihat para guru, orangtua dan siswa yang bersekolah disana. Singkatnya saya suka dengan suasana sekolah tersebut, lalu mulai lebih serius lagi menanyakan informasi dari sekolah. Setelah beberapa waktu yang lalu saya hanya tanyakan informasi per telepon, bulan September saya mengunjungi sekolah tersebut. Kunjungan tersebut semakin menguatkan kesan positif yang saya dapatkan sebelumnya. Karena itu di akhir kunjungan saya dengan mantap membeli formulir pendaftaran dan meninggalkan nomor telepon untuk dihubungi.

Mengingat SMP Lazuardi biasanya adakan test gelombang pertama penerimaan murid baru dipertengahan bulan November, awal bulan itu saya sudah niatkan menelepon mereka. Saat masih menunggu jam 8 lewat untuk menelepon, mendadak handphone saya bunyi: telpon dari SMP Lazuardi. Wah  bisa kontak begitu ya! Telepon itu dari salah satu staff Lazuardi utk memberitahukan jadwal test PMB gelombang pertama dan informasi tersebut juga dikirimkan lewat email siang harinya.

Ada dua hari test, keduanya dilaksanakan di hari Sabtu, jadi ada jeda satu minggu. Selain calon siswa di test, orangtua juga di interview. Walau cukup kawatir karena Reza jatuh sakit justru beberapa hari menjelang test, Alhamdulillah di hari H Reza bisa menjalani dengan baik. Begitupula minggu depannya, walau di sekolah dan di bimbel juga masih cukup sibuk dengan jadwal ulangan dan tryout, Reza bisa selesaikan test dengan baik.

Setelah penantian yang rasanya lama sekali – padahal hanya dua minggu ya – kemarin sore saya mencoba cek ke website SMP Lazuardi GIS. Ketika melihat sudah ada pengumumannya dan nama Reza ada tercantum disana, langsung saya panggil Reza untuk melihat sendiri. Ternyata reaksi Reza lebih ‘cool’ dari Mamanya, dia cuma senyum-senyum manis sampai saya gemas melihatnya.

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Reza sudah diterima di SMP yang diinginkan…
Congrats ya sayang, semoga menemukan lingkungan baru yang menyenangkan dan penuh dengan semangat. Maju terus pantang menyerah, selalu ada kesempatan bila ada kemauan untuk berhasil.

Lazuardi pengumuman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s