Bermain di Pinisi

page1

Suatu weekend mendadak kami jadi penuh sekali jadwal kegiatannya. Ada kegiatan yang sudah dijadwalkan lama sebelumnya, tapi ada juga yang mendadak muncul karena baru diketahui infonya. Hari Sabtu saya memang ada jadwal pengajian bersama teman-teman, lalu sudah booking Papanya untuk menemani anak-anak karena siangnya saya terus gunting rambut ke salon langganan. Ternyata Papanya mendadak harus datang ke acara reuni, di kedua hari weekend itu, Sabtu dan Minggu. Akhirnya kami atur jadwal agar anak-anak tetap ada kegiatan, tidak diam dirumah saja.

Mendadak pula saya dapat informasi tentang Autismaze. Acara apa ini, akan saya posting di tulisan berikutnya. Pokoknya weekend itu walaupun jadwal jadi jungkir balik, alhamdulillah semua terlaksana dengan baik.

Di hari Minggu-nya, kami bersama anak-anak berencana pergi ke tempat Autismaze diadakan yaitu di Epicentrum Walk di Rasuna, Kuningan. Selesai dari acara itu, Papanya lanjut ke reuni didaerah Kebayoran Baru. Jadi sebelumnya saya cari ide mau kemana ya sekitar sana yang bikin anak-anak betah menunggu Papanya karena namanya reuni ya tidak mungkin cuma se-jam dua jam saja. Akhirnya dapat ide ketika melihat teman meng upload foto-foto anaknya yang sedang bermain di Pinisi Edutainment Park, Pasaraya. Setelah googling infonya, saya pikir boleh juga nih, sepertinya akan asik anak-anak bermain disana.

Berikut ini saya kutip keterangan di websitenya.

Pinisi Theme Park adalah taman bermain indoor seluas 6.000 meter persegi, di Pasaraya Blok M. Pinisi Theme Park didesain menyerupai kota pelabuhan dengan landmark sebuah kapal kayu tradisional Pinisi. Tempat tersebut dirancang sebagai one stop destination theme park bagi anak usia 2-16 tahun.

Pinisi menghadirkan konsep taman bermain yang berbeda dengan taman bermain pada umumnya. Dengan konsep one stop destination, dimana anak-anak bisa belajar dan bereksplorasi tentang kesenian dan budaya Indonesia yang dikemas secara menarik.

Betul juga, ketika kami tiba disana, langsung anak-anak tertarik pada kapal Pinisi yang dengan megahnya berlayar ditengah ruangan🙂 Mereka langsung lari masuk setelah membayar dan diberi gelang peserta dan naik ke kapal tersebut. Selanjutnya mereka eksplorasi ke seluruh ruangan, mencoba naik-naik tangga tali dan seluncuran sekitar kapal yang berujung pada flying fox. Kemudian mencoba mengemudikan kiss car yang seperti bombom car namun bentuknya bulat seperti donat.

page3 page2

Selesai dengan kiss car, kami melihat serombongan anak masuk ruangan teater. Rupanya ada pertunjukan Lutung Kasarung, dimana anak-anak bisa main sebagai aktor/aktris dadakan. Reza langsung mau ikut, sedangkan Lukman bilang “Aku sudah main drama di sekolah” hahaha. Akhirnya kami jadi penonton. Seru juga karena pertunjukan ini dikemas serius. Reza yang menghilang dibelakang panggung akhirnya muncul tak lama setelah sandiwara dimulai. Rupanya ia menjadi salah satu pengawal ratu Purbararang yang jahat dan semena-mena pada rakyat. Pertama Reza muncul di panggung kami jadi tertawa terbahak-bahak karena didandanin sebagaimana layaknya pemain sandiwara yang sering dilihat ditivi. Reza pakai baju tentara, dan wajahnya dirias lengkap dengan alis tebal, kumis, jenggot, dan cambang. Tapi kelihatan ganteng juga nih anak Mama, pantes deh di dandanin seperti itu hehehe…

39

Jalan cerita sandiwara Lutung Kasarung berlangsung seperti cerita legenda yang sudah terkenal itu. Namun, tentu saja dibubuhi acting dan tarian yang membuat penonton terhibur. Seperti contohnya ketika adegan perkelahian antara tentara Purbararang melawan tentara lutung, lho kok jadinya seperti dance fight gitu, saling mempertunjukan kebolehannya break dance, seperti street fight lah… Tentu saja ini memancing tawa penonton. Begitu pula ketika Pangeran Indrajaya (kekasih ratu Purabrarang) maju dengan formasi pengawal, tapi diiringi lagu disko CnC Music Factory: Everybody Dance Now! Sedangkan ketika formasi lutung maju diiringi dengan… apalagi kalau bukan Goyang Cesar-nya Yuk Keep Smile hadeeehhh….. bikin pengawal junior, pangeran Indrajaya, dan tentusaja penonton semua tertawa…!

22 21

28 29

Selesai pertunjukan Lutung Kasarung, anak-anak lanjut dengan kegiatan belajar angklung, membatik, mendalang dan gamelan, asik sekali walaupun waktunya singkat. Selesai kegiatan tersebut, kami melihat ada pertunjukan planetarium. Walau tidak terlalu asik karena anak-anak sudah sering menonton film sejenis, namun mereka tetap bertahan sampai film selesai. Ketika itu Papanya sudah datang, namun melihat mereka masih asik, Papanya menunggu di sofa empuk yang memang disediakan bagi pengunjung yang tidak ikut masuk arena bermain.

page17  page14  page16

Selesai planetarium, anak-anak masih menaiki wahana 5D (untuk Reza) dan komidi puter mini (Lukman). Setelah itu sudah magrib, anak-anak saya ajak pulang. Mereka masih sekali lagi naik ke kapal Pinisi sebelum akhirnya mau pulang.

page21 page19 page20

Karena masih cukup sepi, enak sekali bermain disini, anak-anak bisa ikut kegiatan berulang tanpa harus mengantri. Semoga lantai 9 yang konon katanya untuk science centre cepat selesai ya, dan kami akan kembali berkunjung kesana lagi. Sampai jumpa, Pinisi!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s