Jak-Japan Matsuri Festival 2013

11

Sejak pertama diselenggarakannya festival Matsuri di Jakarta, kami selalu dapat undangan karena Papanya bekerja di perusahaan Jepang. Pertama datang ke festival tersebut yang saat itu diadakan di parkir Timur Senayan, kami senang sekali dengan suasananya yang terasa ‘Jepang banget’ ada pagelaran kesenian Jepang, banyak booth yang memasarkan dan menjual berbagai barang dan jasa dari Jepang, pokoknya serasa berada di kampung Jepang bila datang ke festival tersebut.

Tahun ini penutupan Jak-Japan Matsuri Festival 2013 diadakan di Monas, langsung saya pastikan kami bisa datang, walaupun Papanya memberitahu mendadak sehari sebelumnya.

Sesampai di Monas cukup sulit mencari tempat parkir karena kami datang sudah agak siang, jam 11.30. Walaupun sudah cukup ramai, masih enak suasananya untuk melihat-lihat, dan tenda didepan panggung pun masih cukup lengang. Jadi kami berkeliling melihat mana booth yang bisa untuk berfoto narsis, hahaha, karena mendengar ada booth yang memberikan gratis foto dengan nama yang dituliskan dalam huruf Jepang.

Selagi melihat-lihat, mendadak kami mendengar suara musik di panggung, lalu melihat ada Dashi yang sudah disiapkan untuk ditarik beramai-ramai. Aslinya Dashi ini benar-benar ditarik tenaga manusia. Namun untuk keperluan festival, karena tempat dan lintasan yang kurang luas untuk banyak penarik, maka dikombinasikanlah Dashi itu dengan adanya mobil dibawahnya, sehingga tidak perlu betul-betul ditarik banyak orang.

Setelah Dashi lewat dan jalan berkeliling, acara di panggung dilanjutkan dengan tari-tarian khas Jepang. Anak-anak memang suka sekali menonton tarian Jepang, karena walau ada yang kalem dengan lagu yang lembut, ada juga yang penuh semangat dengan digabungkan performance genderang Taeko yang sudah biasa mereka lihat ketika ikut kegiatan kantor Papanya. Ada 3 tarian yang kami saksikan, awalnya tidak tahu sama sekali nama tarian dan kelompok penarinya. Namun setelah di upload di youtube kami dapat informasi dari kelompok dan personil yang menarikan, trimakasih ya😀

Tarian pertama bernama Yosakoi dan ditarikan oleh kelompok Hyakka Ryouran, dengan judul lagunya Seichou. Tarian kedua bernama Dynamic Ryukyu dari kelompok U-maku Eisa Shinka Indonesia berkolaborasi dengan seorang penari Jepang yang sedang berkunjung ke Indonesia. Tarian ketiga adalah tarian yang dipersembahkan oleh Taiko Okinawa Indonesia, sebuah tarian yang paling heboh karena penonton juga ditarik untuk ikut menari kemudian irama musik makin lama makin cepat sehingga tariannya juga makin seru! Tari dengan lagu berjudul Go Go A Head dan Bon Fire ( Disney) ini kolaborasi antara U-Maku Eisa Shinka Indonesia dan group Yosakoi Hyakka Ryouran. Heboh sekali suasananya!

Setelah selesai tarian, tidak disangka sang penari Jepang mendatangi tenda penonton, sehingga banyak yang minta berfoto bersama, termasuk Lukman! hihihi… Setelah berfoto Lukman diberikan souvenir origami berbentuk kimono Jepang dengan facebook account sang penari Cinta Ai. Tak diduga penari tersebut yang nama lengkapnya Ai Hasuda adalah seorang penari profesional dan guru tari salah seorang keponakan saya. Dari youtube juga kami dapatkan informasi tentang Ai san juga kegiatannya yang bernama Ai Project di Jakarta ini.

13

Selesai menonton tarian-tarian, perut yang keroncongan memaksa kami berkeliling mencari makanan khas Jepang yang kiranya menarik untuk dicoba. Namun sebelum sampai ke tempat makanan, kami melewati booth asuransi SMILE, dan disini kami sempat berfoto didepan poster gunung Fuji, bergaya narsis sebentar. Selesai fotonya di cetak, kami dituliskan namanya dalam huruf Jepang (boleh memilih huruf Hiragana atau Kanji). Jadinya seperti foto dibawah ini: (apa bacaannya saya juga nggak tahu hihihi, itu nama salah satu dari kami yang dituliskan oleh orang Jepangnya).

16

Selesai urusan foto, seriuslah kami mencari makanan, karena sudah betul-betul lapar. Akhirnya kami bertemu booth yang menjual takoyaki dan okonomiyaki, hmmmm melihat mereka masak saja sudah bikin menitik air liur. Dan ketika kami coba, waaah memang ueenak sekali kedua makanan itu, lezat dan segar rasanya karena banyak sayur didalamnya.

19

Selesai membeli makanan, kami sempat lihat-lihat sebentar sambil jalan menuju pintu keluar. Reza surprise melihat ada orang mengenakan tokoh Hunk dari game Resident Evil. Saya tanya “Kenapa ada disini ya?” karena setahu saya games itu nggak ada Jepangnya, karena tentang perburuan zombie hehehe. Reza kasih-tahu saya “Gamenya dari Jepang, Mama” dan langsung minta difoto bersama. Oooo itu rupanya sebabnya ya😀

20

Akhirnya kami keluar dari lokasi Jak Japan Matsuri Festival 2013 dengan membawa makanan enak dan kenangan menyenangkan ヾ(^-^)ノ

Video-video Jak Japan Matsuri rekaman kami bisa dilihat di YouTube channel ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s