The Next Legolas?

Menjelang malam, saat mamanya sampai rumah hari ini, Reza dengan mata berbinar-binar menceritakan kejadian di sekolah. “Kan mestinya tadi senam bersama, tapi kali ini tidak senam dan ada pertunjukan untuk kelas akselerasi dan kelas ekskul baru: club panahan, diberikan kesempatan pada 6 orang untuk mencoba memanah seperti atlet panahan gitu. Reza ikut loncat-loncat tunjuk tangan dan terpilih sebagai salah satu yang boleh mencoba memanah. Reza dapat giliran terakhir. Yang pertama pak guru kena papannya tapi gak tepat. Lalu yang kedua murid kelas 5 meleset jauh. Yang ketiga dan keempat murid SMP kena target tapi bukan yang ditengah. Waktu Reza yang kegiliran, wah ternyata menarik busurnya keras juga ya, jadi dibantu, dan ketika Reza sudah membidik targetnya, dilepas deh anak panahnya, dan kena target yang ditengah!” Reza cerita dengan semangat. Lalu dia teruskan “Reza jadi selebriti mendadak (Mamanya langsung ngakak) ada yang toss, ada yang bilang Reza hebat, baik anak SMP maupun SD. Di mobil jemputan ada yang bilang “Kok bisa sih kak Reza?”. Hidungnya sampai kembang kempis menceritakan itu, Mamanya nyengir lebar dengernya.

Legolas1

Sebagai penutup ceritanya, Reza bertanya: “Boleh nggak, Reza ikut ekskul panahan? Katanya ada lho hadits Nabi yang bilang orangtua harus mengajarkan anaknya memanah”. Lihat mukanya yang ceria, semangat ceritanya Reza, Mamanya tentu setuju, namun teteup bilang “Tanya Papa dulu ya, Mama sih terserah Papa, kalau boleh sama Papa ya Mama juga setuju. Asal inget, jangan separo-separo ya, maksud Mama saat nanti Reza merasa bahwa panahan itu tidak mudah Reza nggak boleh patah semangat”. Reza bilang “Reza janji, sudah bulat tekad kok mau pelajari dengan baik”. Lalu dengan tidak sabar Reza menunggu Papanya pulang.

Untung Papanya pulang cukup cepat, sekitar jam 19.00 sudah sampai rumah. Reza sudah loncat-loncat mau cerita, tapi lihat kedipan mata Mamanya ia menunggu Papanya selesai ganti baju, cucimuka dan selonjoran di kursi. Lalu Mamanya bilang “Reza sudah nggak sabar tuh mau ngomong sama Papanya”. Papanya tanya “Kenapa?” lalu Reza mengulang cerita tadi dengan detil yang sama, tak lupa dengan hadits dan istilah ‘selebriti dadakan’nya. Papanya lalu tanya “Latihan dimana, alatnya siapa yang sediakan, hari apa dan jam berapa, bentrok nggak sama bimbel?” Setelah dijawab semua oleh Reza, Papanya bilang “Ok, olahraga panahan itu memang bagus untuk EQ, konsentrasi, dan motorik tangan, Papa setuju”.

Waaah senengnya Reza mendengar itu, sampai Papanya sempat menggoda “Jadi nanti seperti Legolas dong!” (salah satu jagoan di Lord of the Rings, buku novel kesukaan Reza). Hahaha…..

Ketika Reza mulai ekskul tersebut, kebetulan saya sedang menjaga Lukman dirumah sakit, dan lupa kalau hari itu Reza mulai panahan. Tapi karena semangat, justru Reza yang mengingatkan saya (kejadian langka karena Reza biasanya sulit mengingat jadwal :-)). Akhirnya Reza dijemput oleh supir neneknya pulang ekskul pertama itu.

Pada kesempatan ke tiga, saya sengaja datang menjemput Reza lebih dulu, ingin lihat gimana sih ekskulnya. Ternyata cukup banyak peserta, namun mereka dapat bergantian berlatih. Dibawah ini actionnya Reza ketika berlatih. Katanya “Tidak semudah kelihatannya, Mama” Tentu saja, semua olahraga harus dijalani dengan tekun dan berlatih tanpa lelah kalau kita ingin menguasai dengan baik tentunya…

Legolas2 Legolas3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s