Konsep Waktu

Sejalan dengan bertambah besarnya Lukman, bertambah pula hal-hal yang dipelajarinya, ada salah satu yang bikin saya penasaran: Lukman sulit sekali mengerti konsep waktu. Baca-baca dari obrolan sesama ortu anak autis, rupanya hal ini memang umum terjadi, bahkan penyandang autis yang sudah dewasapun ada yg masih kesulitan memahami arti kata-kata berikut: besok, kemarin, sebentar lagi, seminggu yang lalu. Lukman sama sekali belum bisa hafal urutan bulan dalam setahun. Kalau urutan hari dalam seminggu Lukman sudah bisa, walau tetap tidak ngeh hari ini hari apa dan kalau ditanya besok hari apa juga masih bingung. Nah ketika tahun 2013 tiba, saya punya resolusi akan mengusahakan tahun ini Lukman lebih ‘ngeh’ dengan konsep waktu.

Dari tahun-tahun yang lalu saya sudah mulai mengenalkan Lukman dengan tanggal, mencoba dengan memakai kalender biasa, entah dengan melingkari tanggalnya, mencoret hari yang sudah lewat, dan dilakukan tiap pagi sebelum sekolah. Tapi kok yang masih nggak ‘nyangkut’ di pikiran Lukman. Tiap kali harus menulis tanggal disekolah, ia hanya menirukan dari kalender atau tulisan temannya.

Tahun ini saya ganti strategi, saya cari kalender sobek yang sudah langka dijual dan beruntung menemukan kalender meja harian di toko buku. Kalender ini saya letakkan di lemari buffet, dimana Lukman selalu bersiap dan pakai baju sekolah didekatnya. Tiap pagi, selesai mandi dan sebelum pakai baju, saya dengan lebaynya membuka kalender itu, menunjukkan tanggal hari ini pada Lukman sambil menyebutkan. Ternyata kegiatan ‘membuka kalender’ itu cukup menarik untuk Lukman. Kadang ia yang membuka kalendernya. Disebelah kalender harian itu saya letakkan kalender bulanan, untuk menunjukkan urutan bulan.

tambahan 009s

Dari hari ke hari saya buat itu menjadi kegiatan rutin sebelum berangkat sekolah. Kebetulan pula disekolah sedang belajar tentang siklus pergerakan bumi mengelilingi matahari, terjadinya siang dan malam, nah saya cari video-video di youtube yang memvisualkan pergerakan bumi tersebut. Lukman jadi mengerti kenapa matahari ‘terbenam’, kenapa bumi jadi gelap dimalam hari.

Kemarin, ketika sedang bermain dan membaca buku anatomi, Lukman bikin kejutan dengan spontan menyebutkan urutan bulan dengan benar. Ketika melihat gambar janin yang sedang tumbuh diperut ibunya, Lukman memperhatikan bulan-kebulan pertumbuhan sang janin, dan ketika sudah 9 bulan sang bayi pun lahir. Lalu Lukman bilang “Lukman lahir deh, bulan Maret”. Mamanya bilang “Iya, Lukman lahir tanggal 14 bulan Maret” lalu tanpa saya sangka, Lukman teruskan “Habis bulan Maret bulan April”. Wah Mamanya seneng banget, dan pancing lagi “Habis April apa?” Lukman jawab “Bulan Juni” saya koreksi “Ada bulan Mei dulu, sayang” Lukman tersipu, dia bilang “Oh iya, aku lupa, habis April Mei, lalu Juni” mamanya pancing lagi “Terus apa habis Juni?” Lukman dengan yakin jawab “Bulan Juli!” dan meneruskan sampai satu tahun urutan bulan dengan benar.

Duuuh senangnya, ternyata Lukman makin bisa ngeh dengan konsep waktu, mudah-mudahan terus sampai lebih mengerti konsep waktu yang dipakai sehari-hari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s