Naik Ke Kelas 3!

Hari Minggu kemarin kami datang ke sekolah Lukman untuk ambil rapor. Komunikasi yang intens sepanjang semester dengan pihak sekolah membuat saya bisa memperkirakan hasil semester ini walau belum melihatnya, karena sepanjang semester genap ini perkembangan Lukman sangat baik. Ternyata perkiraan saya benar, dalam pertemuan yang sangat menyenangkan itu kami diberitahu performance Lukman yang terus membaik. Tidak hanya bisa bergabung dengan kegiatan kelompok maupun individu, Lukman mampu berkonsentrasi menyelesaikan tugas dari awal hingga selesai. Dengan segala perkembangannya itu, Lukman dinyatakan mampu terus naik ke kelas 3. Yeey! Rencananya dikelas 3 nanti Lukman akan mendapatkan PPI – Program Pendidikan Individual – diharapkan dengan program ini Lukman dapat belajar lebih optimal dan menguasai tingkat materi yang telah ditetapkan sesuai kurikulum.

Berikut ini cerita perjalanan Lukman dikelas dua, untuk memberikan gambaran singkatnya.

Semester Ganjil

Semester ganjil yang lalu kami sempat dibuat cukup kawatir. Kondisi Lukman di awal semester sedang turun, Lukman jadi sulit diminta ikuti kegiatan kelasnya dan ia kerap sekali moody disekolah, ada saja sebabnya baik yang bisa diketahui maupun yang tidak jelas apa sebabnya. Disaat moody itu Lukman sering mencakar/memukul temannya, ada beberapa teman yang sampai beberapa kali terkena, dan itu tentunya menyebabkan adanya keluhan dari para orangtua. Ketika datang kesekolahpun sangat sulit membuat Lukman mau masuk sendiri kedalam sekolah, perlu waktu cukup lama sebelum Lukman mau dibujuk untuk lepaskan pelukannya ke mamanya. Selain itu juga ada kejadian saat Lukman marah sampai membalikkan meja dikelas. Saat itu kami sedih sekali, karena kami tidak selalu mengerti apa yang jadi masalah, setiap kejadian penyebabnya berbeda-beda, dan kadang seperti tanpa penyebab ketika Lukman mencakar temannya. Padahal ketika Lukman masih di kelas satu tidak ada masalah emosi, Lukman terlihat nyaman dan bisa ikuti kegiatan kelas dengan senang.

Terlepas apa yang jadi penyebabnya baik pihak sekolah maupun kami sendiri sudah merasa perlu ada tindakan yang perlu segera diambil untuk memperbaiki perilaku Lukman. Kalau dari pihak kami tidak ada pemikiran lain selain Lukman harus lebih ketat diawasi, dan mungkin perlu didampingi shadow teacher. Namun ketika bertemu dengan team sekolah: ibu kepala sekolah, guru dan terapisnya, langkah yang diusulkan adalah mengurangi jam sekolahnya Lukman. Kalau biasanya Lukman sampai jam 12.30 disekolah, maka untuk sementara waktu Lukman diminta hanya ikuti kegiatan inti, dan pulang jam 10.30. Hal itu dilakukan untuk mengurangi hal-hal yang bisa membuat Lukman stress, apakah itu rasa cape, jenuh atau lainnya. Diharapkan dengan berkurangnya stressor, Lukman bisa kembali semangat dan membaik kondisinya.

Mulai pertengahan bulan Oktober dengan kondisi pulang lebih awal seperti itu Lukman menunjukkan perbaikan perilaku yang cukup signifikan. Saya masih ingat, hari pertama dengan waktu sekolah lebih singkat Lukman masih harus dipaksa masuk kelas, pakai acara menangis dan bete. Tapi hari kedua Lukman sudah tidak pakai menangis, dan saya dapat laporan ia langsung mau absen dan ikuti kegiatan awal circle time dengan baik. Selama seminggu moodnya Lukman cukup baik, tapi masih ada satu kejadian di akhir minggu karena hari itu cukup luar biasa (ada kegiatan persiapan berkurban) dan sepertinya Lukman cukup lelah karena excited-nya (baca: Sapinya Lari…).

Pertengahan bulan November, saya berkesempatan datang ke sekolah sebagai Parent of The Week, mendapat giliran untuk memberikan kegiatan di kelas. Ketika itu saya melihat sendiri bagaimana Lukman di kelas walau dalam waktu singkat. Meskipun sudah terlihat cukup tenang dan gembira, Lukman masih terlihat belum terlalu mau ikuti kegiatan dikelas. Walau di awal kegiatan Lukman mau bergabung, tapi ditengah kegiatan ia lebih memilih untuk memisahkan diri dan membaca buku, kegiatan yang kerap menjadi ‘pelarian’ ketika ia merasa tidak nyaman. Di akhir bulan November, Lukman masih konsisten dengan kelakuan baiknya, bahkan ketika pergi outing ke Museum BI, walau saya cukup khawatir jarak jauh akan membuatnya lelah, nyatanya ia dapat menikmati perjalanan dan kunjungan di museum tersebut (baca: Lukman Outing Lagi!).

Semester ganjil ditutup dengan cukup melegakan kami, perilaku Lukman konsisten baik,  namun ke ikut sertaan-nya didalam kelas masih butuh usaha ekstra.

Semester Genap

Kebetulan di semester ini salah satu guru kelas Lukman cuti melahirkan, dan digantikan oleh Ibu Endah, kepala sekolah Lukman. Saya gembira, karena Ibu Endah sangat memahami Lukman, beliau juga punya berbagai trik/cara untuk ‘menarik’ Lukman agar mau mengikut kegiatan kelas, mulai dari cara memberikan instruksi yang mudah dimengerti sesuai keterbatasan bahasanya Lukman sampai mengeluarkan sikap tegas ketika Lukman dengan manjanya berusaha mengelak dari tugas/kewajibannya, membuat Lukman tidak berkutik dan akhirnya mau mengikuti kegiatan kelas.

Awalnya tentunya ada benturan-benturan karena Lukman menolak ikut kegiatan, entah karena merasa tidak bisa, maupun karena manjanya lagi keluar. Contohnya ketika kegiatan olahraga maupun pramuka, ia suka menolak berada dibawah sinar matahari dan memilih berteduh di saung di halaman sekolah. Atau sengaja berbaris didepan gurunya yang berbadan besar, jadi keteduhan😀 Namun dengan tegasnya Ibu Endah meminta Lukman berbaris seperti teman-temannya. Dengan cemberut – dan sempat menginjak kaki Ibu Endah dahulu – Lukman kembali ke barisan. Alih-alih kesal karena diinjak kakinya, Ibu Endah malah ceritakan kejadian itu pada saya dengan geli sekali, haduuuh saya sampai mbatin beruntung sekali ya Lukman, kepala sekolah dan guru-gurunya memahami dan sabaaar sekali padanya. Dengan pemahaman dan ketegasan seperti itu, Lukman tidak punya alasan lagi untuk tidak bergabung dengan kegiatan kelas.

Pada periode ini, Lukman sering mendapat pekerjaan rumah untuk membantu agar ia lebih ‘masuk’ dalam kegiatan di kelas. Beberapa topik yang diajarkan dikelas diulang lagi berlatih dirumah. Bukannya merasa dapat tambahan kerja, saya malah menikmati adanya PR ini, karena jadi melihat sendiri kemampuan Lukman menangkap pelajaran dan ketahanannya berfokus pada pelajaran. Apalagi karena tugas yang diberikan bervariasi dan fun untuk dikerjakan. (baca: PR Lukman)

Di kelas Lukman semakin enjoy dengan berbagai tugas yang diberikan, bahkan di kelas bahasa Inggris pun yang biasanya bikin ia cemberut karena tidak mau berbahasa Inggris (baca sebabnya di: Yeah I Know) sekarang ia jalani dengan senang hati. Tapi namanya Lukman, ada saja yang bikin Ibu Endah geli, suatu saat ketika berlatih conversation, Ibu Endah bertanya “Can you speak English, Lukman?” Lukman menjawab “Aku orang Minang, kak Endah” hahaha…

Bergerak dan bernyanyi bersama di kelas Bahasa Inggris

Bergerak dan bernyanyi bersama di kelas Bahasa Inggris

english2

Didampingi saat mengerjakan tugas

Dengan semakin konsistennya perilaku Lukman, maka oleh team sekolah dicoba lagi Lukman secara bertahap pulang seperti biasa, jam 12.30. Ternyata Lukman sukses terus bertahan sampai jam pulang sekolah, dan selanjutnya diteruskan seperti itu.

Ketika bertemu lagi dengan team sekolah baik untuk laporan tengah semester dan laporan akhir semester kami kagum juga melihat apa yang sudah dicapai dan dihasilkan Lukman disekolah. Lukman bisa menulis puisi, Lukman menulis laporan buku, Lukman membuat maket taman kota, Lukman membuat booklet tentang tradisi keluarga, dan banyak lagi hasilnya yang membuat kami gembira sekali Lukman akhirnya bisa mengikuti dan semangat dengan kegiatan kelasnya. Walau tidak lagi Ibu Endah yang menjadi guru kelas (guru yang melahirkan sudah bertugas kembali) Lukman tetap bertahan semangat dan bergabung terus dengan kegiatan kelasnya.

Membuat laporan buku

Membuat laporan buku

Membuat tugas PKN

Membuat tugas PKN

Renang bersama

Renang bersama

Serius membuat maket taman kota

Serius membuat maket taman kota

Bukan hanya didalam kelas, kegiatan diluar kelaspun diikuti Lukman dengan senang. Olahraga lompat jauh, renang, bahkan ketika camping walau ada sedikit bete diawal karena penyesuaian suasana, kegiatan mencari jejak dan api unggun dimalam hari membuat Lukman sangat terkesan dengan kegiatan camping kali ini, bahkan ia bisa tidur dengan nyenyak didalam tenda. (baca: Lukman Berkemah Lagi)

Satu lagi hal yang menggembirakan, di semester ini Lukman sudah mulai mau naik keatas panggung. Lukman selama ini belum pernah mau ikutan manggung disekolah. Pernah dulu sekali ketika ia masih di TK Lukman mau ikut menari bersama teman-teman. Namun ketika sudah pindah di lokasi sekarang, dimana ada panggung khusus dilapangan sekolah, dan ketika jumlah murid juga semakin banyak, Lukman malahan tantrum ketika harus naik panggung untuk menari. Padahal ketika itu Lukman sudah cukup lama berlatih dengan ekskul menari. Sayangnya ketika hari H, suasana yang meriah, musik yang bergema dan banyaknya tamu membuat Lukman tidak nyaman, apalagi ketika dipakaikan kostum menari, makin tidak mau Lukman dan akhirnya malah tantrum. Sejak saat itu, berkali-kali ada kegiatan pentas Lukman selalu menolak. Namun semester ini Lukman mau naik ke panggung dalam dua kali kesempatan, baca ceritanya: Drama dan Musical Surprises , semoga pada kesempatan yang akan datang Lukman akan berkelanjutan seperti ini😀

Penutup

Buat kami sangat melegakan Lukman telah kembali berperilaku baik, semangat belajar dan sekolah, dan bahkan memberi kejutan-kejutan menyenangkan di semester genap ini. Kami sangat bersyukur atas kerjasama yang sangat baik dari para guru, terapis, kepala sekolah sehingga kesulitan yang dihadapi Lukman dapat diatas dengan baik. Buat kami kemampuan Lukman bersosialisasi dengan baik, mematuhi aturan dan bergabung dengan kegiatan sekolah memang jauh lebih penting dari hanya mendapatkan kemampuan akademis saja. Karena sudah terbukti, begitu masalah sosialisasi dan keikut sertaan dalam kegiatan bisa diatasi maka performance akademis pun akan ikut meningkat dengan baik.

6 thoughts on “Naik Ke Kelas 3!

  1. hi mom, aku boleh tahu lagi lebih banyak ttg sekolah ini? krn salah satu pilihan SD anakku kelak, boleh minta reviewnyakah mengenai kurikulum, fasilitas, uang sekolah dll? boleh japri yah mom. TIA

  2. Hallo mama lukman,

    Saya sangat terkesan n salut setiap membaca blog Nya yg dimuat mama lukman, akhirnya smp berhasil n berprestasi lukman di sekolah.
    Smp saat ini sy msh slalu Ada rasa takut, apakah anak saya bs bicara n komunikasi dgn orang lain, padahal anak saya sdh mengikuti therapies 2 bln.

    Mama lukman saya mau Tanya, apakah dl lukman Waktu di diagnosa autis itu hrs diet fgfc oleh dokternya?
    Walaupun anak saya tdk disarankan suruh diet tapi km melakukan diet kpd anak saya krn saya diksh tahu jg sm temen yg anaknya berkebutuhan khusus, apakah saya hrs konsultasi lg dgn dokter spesialis neurologist yg bs menentukan hrs diet or g Nya.

    Terima ksh sebelumnya mama lukman.

    Salam,
    Nita

    • Ya, Lukman tidak diet cfgf, karena saat di diagnosa tidak disarankan untuk memeriksa ke dokter yang ahli tentang alergi yang biasanya berhubungan dengan masalah pencernaan, kekebalan tubuh, dll. Namun ada baiknya untuk diperiksakan, karena contohnya, ketika Lukman kecil ia minum susu seperti anak lain. Tidak pernah kembung, tidak ada tanda-tanda ia intolerant terhadap susu. Namun suatu ketika pernah tahun yll ia sakit diare dan harus berhenti minum susu selama 2 minggu. Ketika baru mulai lagi minum susu, Lukman mengeluh ia tdk dapat konsentrasi. Sejak itu saya berhentikan minum susu, dan yah memang ada pengaruhnya, sepertinya Lukman jadi lebih berkembang kognitifnya, sangat maju belajarnya disekolah. Karena itu saya ada niat untuk memeriksakan Lukman ke dokter yang menangani alergi ini, namun masih dalam antrian🙂
      Begitu mbak Nita…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s