Musical Surprises

Photo by Uri Kendra

Photo by Uri Kendra

Kami sekeluarga penggemar gitaris Jubing Kristianto. Bagi yang belum tahu siapa itu Jubing, bisa lihat ke official websitenya di www.jubing.net. Sejak pertama kali saya dengar interviewnya di FeMale radio, terkejut karena lagu Ayam Den Lapeh (ya, lagu dari kampung halaman! Hehe) bisa diaransemen jadi kereen banget, saya langsung cari dan beli cdnya di toko musik. Bukan hanya satu, saya beli beberapa (dan kemudian nambah lagi) untuk saya hadiahkan pada teman-teman dan keluarga yang belum mengenal Jubing.

Apa sih istimewanya Jubing? Yang jelas teknik permainan gitarnya sangat prima, walau cuma bermain sendiri tapi terdengarnya seperti seluruh band lengkap yang bermain. Selain itu, yang tambah bikin saya nge-fans adalah aransemennya. Dalam tiap albumnya Jubing selalu mengaransemen ulang salah satu lagu anak yang terkenal, baik itu dari Ibu Sud maupun Pak AT Mahmud. Coba saja dengar lagu Becak Fantasy, Hujan Fantasy, dan Delman Fantasy hasil aransemennya.

Karena itu, ketika melihat ada surat dari sekolahnya Lukman, mengundang orangtua untuk acara Bermusik Bersama Jubing, waaah saya langsung dong excited. Kalender langsung ditandai, dan dibahas bersama ibu-ibu sesama orangtua murid. Ternyata banyak juga para ibu yang menggemari Jubing, sehingga cukup hebohlah dunia persilatan ortu murid sebelum acara. Entah sibuk meng upload link lagu-lagunya, entah membahas ‘dandan cantik untuk foto bersama’ hahaha pokoknya heboh lah.

Ketika kami datang ke sekolah, wah senang sekali melihat panggungnya ditata ala Tetum banget. Ya dengan sederhana, menampilkan unsur-unsur natural (pisangnya, terutama!) dan gambar/lukisan hasil karya murid-murid tentunya sangat pas mengena dan membuat suasana yang ramah dan akrab. Saya lihat Jubing sudah duduk diantara orangtua, tidak terkesan jadi ‘selebritis’ saat itu, dan tidak terganggu dengan keramaian suasana.

38s 15s

Tidak lama acara dimulai dengan drama biografi Jubing sejak masa kecilnya. Ini drama yang sangat kocak, tapi keren banget karena skenario, property-nya dibuat dan dramanya dimainkan oleh kelas Venus (kelas 2 SD), teman-teman sekelas Lukman. Lukman tidak nampak tertarik untuk ikut, malah main di saung sebelah panggung, tempat persiapan pertunjukan. Jubing sendiri ikut tertawa melihat drama yang menghibur tersebut.

17s 13s 14s

Selesai drama, ibu Endah W. S. Hudaya – kepala sekolah – memberikan sambutan, dan juga tanda kasih buatan anak murid kepada Jubing. Setelah itu Jubing mulai beraksi. Tidak hanya memainkan musik yang sudah sangat ditunggu-tunggu, namun Jubing juga memberikan sedikit tips dalam memainkan gitar, menunjukkan bagaimana ia bisa menghasilkan suara gitar yang sangat ‘kaya’, dan juga ada sesi tanya jawab dengan orangtua yang umumnya ingin tahu bagaimana mengasah bakat musik sang buah hati.

 28s mike 25s

Ditengah acara Bermusik Bersama Jubing itu, ada kejutan untuk kami. Sebelumnya kami tidak diberitahu akan ada acara hiburan yang menyuguhkan tari tradisi anak dari Jawa Barat, tari Oray-orayan namanya (artinya: Ular-ularan). Walau sudah tahu Lukman pelajari tari ini sejak minggu sebelumnya, saya tidak sangka Lukman mau manggung bersama teman-temannya. Apalagi ia muncul jadi sang kepala ular, dengan gaya masuk ke panggung memimpin barisan teman-temannya. Seru sekali melihat ia menikmati gerakan tarian, bergoyang pinggul, bahkan guru-gurunya pun meneriaki dari pinggir panggung menyemangati Lukman. Waduuh betul-betul kejutan yang bikin kami gembira sekali. Selama ini Lukman tidak pernah mau naik panggung, tapi tahun ini sudah ke dua kalinya ia mau ikut mentas (baca: Drama), karena kegiatan yang dilakukan sangat menyenangkan untuknya. Memang tari Oray-orayan tersebut sangat ceria, baik gerakan maupun musik/lagu pengiringnya.

Photo by Uri Kendra

Photo by Uri Kendra

Acara yang sangat menyenangkan ini ditutup dengan antri tanda-tangan dan berfoto bersama Jubing. Ini membuat halaman sekolah jadi heboooh sekali, tidak hanya anak-anak, guru-guru maupun orangtua murid, semua ingin berfoto bersama musisi yang rendah hati ini. What a lovely family gathering🙂

34s 21s 32s

37s 36s

Dibawah ini rekaman tari Oray-orayan yang ditarikan Lukman bersama teman-temannya.

Note: trimakasih Bunda Uri Kendra, untuk foto-foto kerennya🙂

5 thoughts on “Musical Surprises

  1. Dear Rosa, tulisan ini sangat bagus. Begitu juga foto-fotonya. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk hadir dan juga menuliskan catatan ini. Saya share link jurnal ini di facebook.com/jubingkristianto. Moga-moga tidak keberatan.

    • Keberatan? Justru sebaliknya, saya senang sekali mas Jubing sudah mampir di blog ini, dan berkenan meluangkan waktu diantara skedul yang padat untuk mengunjungi Sekolah Tetum Bunaya memberikan kegembiraan dan semangat bermusik kepada para murid dan juga orangtuanya. Semoga semakin sukses ya dan ditunggu album-album berikutnya…😀

  2. Waduh itu ada foto “bapak-bapak” yang saya larang tanya karena takut ngomongnya kepanjangan (biasanya begitu, kalo di depan Kakak-Kakak). Hi hi …

  3. Trimakasih kak Endah🙂
    Saya senang pak Hudaya akhirnya boleh bertanya, karena apa yang ditanyakan beliau dan yang dijawab mas Jubing bagus lho untuk masukan orangtua (´∀`)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s