World Autism Awareness Day 2013

Bahwa dengan segala perbedaan antara Reza dan Lukman, toh mereka saling menyayangi, masih tetap bisa bermain bersama, dan itu yang perlu disadari oleh masyarakat umum: jangan menyisihkan seorang anak hanya karena ia menyandang autisme

Tahun ini kami tidak ikuti kegiatan spesial yang diadakan untuk memperingati Autism Awareness Month. Kondisi Reza yang masih harus istirahat dirumah, kondisi saya yang belum kembali fit setelah menjaga cukup lama dirumahsakit adalah sebab utamanya. Kaus yang sudah kami pesan untuk acara Walk4Autism akhirnya saya berikan pada teman yang kebetulan belum memesan, dan untuk seminar saya sudah kirimkan pesan tidak jadi ikut pada acara tersebut.

Demikianlah, pada tanggal 2 April 2013, hari Peduli Autisme sedunia, kami dirumah saja. Tidak ada kegiatan khusus apa-apa. Saya hanya mengantar dan menjemput Lukman kesekolah.

Keesokan harinya saya mendapat kabar dari penyiar radio favorit anak-anak, Paman Gery, bahwa rekaman obrolannya dengan Reza diputar ulang pada hari Peduli Autisme sedunia kemarin. Dan ternyata, selain komentar-komentar positif pendengar radio FeMale tersebut, ada juga complaint pendengar. Rupanya ada seorang pendengar yg merasa sangat tersinggung dengan tayangan rekaman pembicaraan itu, karena dalam pemikirannya Paman Gery tidak pantas utk bicara tentang autisme dengan arahan yg agak menjelekkan penyandang autis.

GeryRezaLukman

Bagi yang ingin tahu bagaimana sih obrolan tersebut, bisa membacanya disini: Obrolan Reza Tentang Lukman. Bagi saya sendiri, kesempatan Reza ngobrol dengan Paman Gery itu adalah suatu kesempatan emas untuk kampanye peduli autisme. Bahwa dengan segala perbedaan antara Reza dan Lukman, toh mereka saling menyayangi, masih tetap bisa bermain bersama, dan itu yang perlu disadari oleh masyarakat umum: jangan menyisihkan seorang anak hanya karena ia menyandang autisme.

Rambut memang boleh sama hitam, tapi pendapat masing-masing orang memang berbeda-beda. Bahkan dalam suatu kelompok komunitas autisme saja pendapat bisa berbeda-beda. Contohnya seperti berikut ini. Katakanlah pada satu kelompok, ada orangtua yang curhat tentang perlakuan yang diterimanya yang meremehkan/ mendiskriminasi anaknya yang autis. Tanggapan dan komentar dari orangtua lain berbeda-beda. Ada yang dengan emosi menanggapi agar ortu yang curhat itu memprotes, menegur dengan keras  atau memarahi si pelaku. Tapi ada yang menanggapi dengan tenang, menyarankan agar ortu yang curhat mencari tahu kenapa si pelaku bertindak seperti itu. Setelah mengerti alasannya lalu dilakukan pendekatan agar si pelaku minimal bisa memahami autisnya sang anak. Mungkin sekali si pelaku bertindak karena belum memahami autisme, dan ini kesempatan bagi orangtua untuk mendidik masyarakat yang minim pengetahuan tentang autisme.

Kembali ke persoalan tanggapan pendengar FeMale diatas, ternyata pihak manajemen radio menanggapi serius complaint dari pendengar tersebut. Hari Jumat, saya dikirimi pesan paman Gery, diminta membaca timeline twitter Farhan, penyiar DeltaFM yang juga ayah dari seorang penyandang autis. Rupanya hari sebelumnya sudah diadakan pertemuan antara paman Gery, sang pendengar yang complaint itu dan juga dihadiri oleh Farhan. Farhan lalu membahas persoalan tersebut di akun twitternya. Saya juga ikut menanggapi, dan memperjelas pandangan saya tentang obrolan paman Gery dengan Reza itu. Akun @XXX adalah si pendengar yang complaint. Berikut timelinenya:

good morning @gerypur @XXX @979femaleradio menarik sekali obrolan kemarin soal #AutismAwarenessDay , minta ijin aku TL-kan ya ? =)

#AutismAwarenessDay diawali wawancara @gerypur dg Reza (9th) di @979FeMaleRadio ttg adiknya yang autistik ; menarik deh !

#AutismAwarenessDay wawancara @gerypur dg Reza ttg adiknya di @979FeMaleRadio menarik perhatian @xxx ketika bahas kekerasan

#AutismAwarenessDay di @979FeMaleRadio Reza cerita adiknya (Lukman) suka memukul & dia pukul balik, & biasanya minta ibunya untuk menengahi

#AutismAwarenessDay cerita pukul2xan Kakak & Adik ini yg dikhawatirkan @XXX , apalagi on air di @979FeMaleRadio ; siapa yg salah?

#AutismAwarenessDay kalau boleh berpendapat, saya memandang cerita Reza ttg Lukman adikya yg autistik di @979FeMaleRadio sbg terobosan =)

#AutismAwarenessDay wajar apabila empathy @XXX timbul sbg bentuk kepedulian utk menghilangkan kekerasan pada individu autistik =)

#AutismAwarenessDay kisah Reza & Lukman di @979FeMaleRadio juga hal yang sangat wajar dalam konteks hub siblings dg autisma =)

#AutismAwarenessDay menanamkan pengertian punya adik/kakak yg autistik butuh waktu lama, acceptance ability kakak/adik

#AutismAwarenessDay acceptance of a child & sense of responsibility grow accordingly with age, jd perhatikan juga “penderitaan” mereka =)

#AutismAwarenessDay skr sy mau RT mereka yg mention , plus koreksi & cerita lengkap @rosasaad ibunda Reza & Lukman =) thanks ya mbak …

@farhandeltafm @979FeMaleRadio Hi Farhan, sy ibunya Reza & Lukman. Di obrolan itu Reza ngeluh, klo adik pukul dia gak boleh balas, gitu (Retweeted by farhan)

@farhandeltafm @979FeMaleRadio Jadi bukan cerita pukul2an ya🙂 krn Reza sdh punya pengertian bahwa adiknya autis (Retweeted by farhan)

@farhandeltafm @979FeMaleRadio lengkapnya percakapan Reza dan Paman Gery ada di blog saya https://mamanya.wordpress.com/2011/06/11/obrolan-reza-tentang-lukman/ … disitu bisa dilihat bgmn obrolan yg terjadi, & menurut saya semua yg ditanyakan, semua yg dijwb Reza wajar2 saja. Semua butuh proses (Retweeted by farhan)

@farhandeltafm @979FeMaleRadio Termasuk proses bagaimana kita mendidik saudara2 dari anak autis, yg tentunya ada perbedaannya (Retweeted by farhan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s