At The Hospital

Biasanya kalau anak-anak perlu dirawat di rumah sakit, saya sudah punya feeling sebelumnya. Baik itu karena rasa kawatir karena kondisi sakitnya yang parah betul, maupun karena sudah merasa obat yang diberikan lewat oral tidak membantu lagi.

Ketika Reza sakit kemarin (baca: Get Well Soon) saya masih cukup tenang. Belum ada feeling harus dirawat dirumah sakit. Cuma saya heran, kenapa kok panas badannya tidak turun-turun. Padahal Reza tidak terlihat lemas, masih cukup nafsu makan, dan masih bisa main dengan Lukman. Akhirnya hari Kamis, hari keempat ia masih demam, saya kembali kedokter, dan diminta lakukan cek darah dan rontgent di lab. Sore harinya saya sendirian dengan santai kembali ke dokter, berharap dari hasil lab akan diketahui obat yang lebih tepat. Tapi ketika mengambil hasil rontgent, dan melihat analisa dokter radiologi menyebut bronchopneumonia, saya langsung ngeh bahwa kondisi Reza tidak sebagus kelihatannya. Saya langsung telepon Papanya, dan memberitahu perkiraan saya bahwa Reza mungkin akan perlu dirawat, dan Papanya setuju. Ketika bertemu lagi dengan dokter, dan beliau sarankan untuk dirawat, saya langsung iyakan. Alhamdulillah langsung dapat kamar yang kosong, hanya perlu dibersihkan dahulu. Saya pun langsung pulang, menjemput Reza dirumah.

Pendek kata, malam itu juga Reza sudah masuk kamar rawat dirumasakit. Walau cukup lelah mundar-mandir, saya masih cukup tenang melihat Reza walau demam masih tenang saja, tidak banyak batuk, dan masih cukup nafsu makan. Saya berfikir akan sebentar saja Reza dirawat, mudah-mudahan saat panasnya sudah turun bisa langsung pulang. Kasihan adek Lukman dirumah.

RS2

Tapi esok hari ketika bertemu dokter, menurut beliau perlu dirawat 5 hari, sepertinya karena dosis obat yang diberikan minimal 5 hari. Saya masih tenang. Saat weekend saya sempat pulang kerumah, Papanya ganti menjaga Reza di rumahsakit. Hari Minggu Lukman sempat menengok kakak Reza, ketika saya dan Papanya bergantian jaga. Hari Senin Reza masih belum stabil suhunya, saya mulai kawatir, sudah mau pulang (seperti perkiraan awal) hari Selasa, kok suhunya masih naik turun. Sudah berpikir mungkin perlu diperpanjang satu hari agar stabil kondisinya. Tambahan lagi Reza mulai batuk, dan mulai malas makan karena terganggu batuk yang cukup keras.

Hari Selasa, infusnya Reza dicopot. Menurut suster, kalaupun diteruskan, harus dipindah ke tangan sebelahnya, agar tidak membengkak ditempat yang sama. Ketika dokter datang, beliau katakan tidak perlu lewat infus lagi, obatnya bisa diberikan lewat oral. Dan memang karena belum stabil, Reza diperpanjang rawatnya, oleh dokter di pending dulu pulangnya.

Malam Selasa itu saya berganti jaga dengan Papanya, karena perlu melihat kondisi Lukman dirumah. Saya mendapat laporan yang kurang menggembirakan dari sekolah, mungkin karena Lukman merasa kehilangan Mama dan kakaknya, sehingga terbawa kesekolah. Sayangnya karena saya pulang terlalu malam, Lukman sudah tidur ketika saya sampai dirumah. Seharusnya saya bisa istirahat, namun malam itu saya malah terus bangun, kawatir dengan kondisi Reza dirumahsakit. Selain batuknya keras, ia sampai muntah-muntah, berusaha keluarkan lendir yang lengket ditenggorokannya, dan makin malas makannya. Tentu saja perut dan dadanya sakit karena batuk terus-menerus, sampai Reza yang jarang mengeluh bilang “Dadanya sakit, Mama” saya sih bersikap biasa saja, dan bantu Reza dengan mengurut lembut punggungnya. Tapi hati saya sedih sekali melihat Reza kepayahan seperti itu. Akhirnya malam itu dirumah saya baru bisa menangis setelah berdoa, lalu kirim pesan pada keluarga dekat untuk ikut bantu Reza dengan kirimkan doa.

Pagi-pagi sekali saya sudah kembali kerumah sakit, Lukman belum bangun. Walau tujuan pulang untuk melihat Lukman, karena ia masih tidur tujuan itu tidak sepenuhnya berhasil. Lukmanpun ketika ditanyai kepseknya disekolah bilang “Mama tidak pulang, aku ditemani uda Ivan”.

Kembali lihat kondisi Reza dirumahsakit masih belum terlalu ada perbaikan, masih banyak batuknya, dan beberapa kali muntah namun hanya sedikit lendirnya keluar. Sepanjang hari seperti itu, sampai malampun masih belum berubah. Jam 2 pagi hari Kamis, setelah di inhalasi dan muntah, Reza bisa tertidur cukup tenang. Bahkan sangat tenang, sampai-sampai ia terus tidur walau ada terbatuk, sampai jam 12 siang! Saya mulai tenang, sepertinya kemarin Rabu itu titik balik kondisi Reza. Sekarang sepertinya mulai naik pelan-pelan. Betul perkiraan saya, hari Kamis itu Reza sudah lebih mau paksakan makanan masuk ke perutnya. Walau masih banyak batuk, dan muntah, namun ia bisa keluarkan lendirnya walau sedikit. Malam itu Reza bisa tidur lebih awal dari biasanya, jam 9 ia sudah bisa tidur, dan terus tidur walau dokter sudah periksa jam 8 pagi. Walau sudah cukup membaik dan saya sudah tanyakan apa bisa pulang hari Jumat itu, dokter minta satu hari lagi dirawat, pulang hari Sabtunya.

Hari Jumat itu kebetulan libur Paskah, Lukman bisa main agak lama dirumahsakit. Lucunya, ketika datang, tentunya keduanya saling kangen-kangenan, main bersama dengan akur. Namun setelah lebih 3 jam, mulai lah keluar kelakuan Tom & Jerry masing-masing. Lukman mulai iseng menaik-turunkan tempat tidur kakaknya, dan Reza menakut-nakuti Lukman dengan mengganti channel tivi ke film kartun yang tidak disukai Lukman. Geli sekali melihat mereka berdua.

RS3

Akhirnya hari Sabtu kami bisa pulang kerumah dengan lega. Lukman yang menunggu kedatangan kami terlihat senang, bahkan dengan penuh pengertian mengangguk ketika saya katakan “Kakak masih belum sembuh betul, jadi masih bobo sama Mama ya?” padahal biasanya ia paling protes kalau kakaknya tidur dengan saya😀

Hari Senin minggu depannya, Reza dijenguk oleh bapak dan ibu guru kelasnya, juga beberapa temannya. Reza kelihatan happy, dan sudah cukup segar. Walau kekuatannya belum pulih, Reza masih mengeluh kakinya masih suka gemetar, yang penting ia sudah dapat beristirahat tenang tanpa gangguan batuknya. Memang oleh dokter ia masih diharuskan beristirahat seminggu dirumah, sebelum mulai sekolah lagi.

Cepat sembuh ya sayang…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s