Taman Kupu-kupu

Break sebentar dari topik-topik yang serius belakangan ini ya…

Tahun lalu saat ke Bandung kami sempat singgah di Taman Kupu-kupu. Perjalanan ke sana lumayan jauh dari pusat kota, namun ketika sampai sayang sekali karena cuaca hujan dan kami tidak bisa melihat kupu-kupu yang indah-indah itu.

Kenapa kami jadi tertarik kesana? Di halaman rumah kami pun cukup banyak kupu-kupu terbang bebas, dan terutama jenis kupu-kupu jeruk (lime butterfly) yang warnanya memang cantik-cantik. Ulatnya sih seperti sama saja bentuknya, warna hijau seperti daunnya, namun begitu keluar dari kepompong bisa berbeda-beda warnanya. Baik Reza dan Lukman jadi senang memperhatikan. Di bawah ini berbagai kupu-kupu yang ditemukan dihalaman rumah kami.

kumpulans

Suatu saat kami melihat ulat yang lucu, dan akhirnya mencoba ‘memelihara’ ulat didalam toples, untuk melihat perubahan bentuknya (lihat Metamorfosa Sempurna). Heboh sekali anak-anak setiap ada perubahan bentuk, baik dari ulat menjadi kepompong, lalu dari kepompong keluar kupu-kupu, wah anak-anak pasti menyambut gembira perubahan itu.

Karena itulah ketika Reza mendapat tugas proyek Bahasa Indonesia dengan tema Pengamatan, tanpa ragu ia melakukan pengamatan metamorfosa ulat jeruk yang diambil dari pohon dihalaman rumah kami. Berikut ini foto-foto pengamatan Reza. Sayangnya pengamatan hanya ditugaskan untuk 7 hari, padahal butuh waktu sampai dua-tiga minggu sebelum sang kupu-kupu keluar dari kepompong. Akhirnya Reza kumpulkan tugas pengamatan saat ulatnya baru menjadi kepompong saja.

1 3 4 5

Kemarin kami lihat kepompongnya sudah berubah menjadi transparan, isinya terlihat berwarna hitam. Waaah penasaran sekali, karena berarti kupu-kupunya akan besar. Biasanya kupu-kupu berwarna hitam itu lebih besar dari kupu-kupu lainnya. Betul juga, di pagi hari sang kupu-kupu ‘menetas’ keluar dari kepompongnya. Indah sekali seperti dibawah ini.

page3s page4s

Begitu hari terang, sang kupu-kupu langsung di lepas dan terbang tinggi, dan kami lanjut dengan kegiatan rutin di hari Senin.

Ketika sampai dirumah sepulang menjemput Lukman sekolah, kami lihat ada kupu-kupu yang mirip dengan Wormy (nama yang diberikan Lukman untuk jenis kupu-kupu yang pernah kami piara) dan begitu turun mobil Lukman langsung menghampiri pohon jeruk itu. Rupanya bukan hanya satu, tapi ada beberapa kupu-kupu yang sedang berterbangan disekitar sana dengan tenangnya. Saya minta Lukman tenang, dan perhatikan kupu-kupunya. Lukman bertanya “Apakah dia bertelur?” rupanya Lukman cukup jeli, melihat gerakan kupu-kupu menempelkan ekornya ke daun dan batang pohon jeruk itu. Saya bilang “Iya Lukman, perhatikan ya, pasti beberapa hari lagi ada ulat-ulat kecil di pohon ini” Lukman senang sekali, dan terus perhatikan. Lucu sekali mimik mukanya…

17653_3843242058218_852448042_n 560310_10200557742247066_643905549_n 379370_3843245738310_2025970071_n

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s