He Would If He Could, But He Sometimes Can’t

It is a hidden handicap as, under normal circumstances, children with Dyspraxia may appear no different from their peers, until new skills are tried or known ones taken out of context, when difficulties may become apparent.

Saya lagi baca-baca terus tentang Dyspraxia, dan fokusnya terutama pada motor dyspraxia karena saya pikir Reza tidak terlihat gejalanya oral/verbal dyspraxia. Bahkan ketika test IQ ditahun 2010 hasilnya menunjukkan kecerdasan verbal yang sangat tinggi.

Karena fokusnya ke motorik, walau sudah membaca ada gejala umum seperti: “Poor memory, especially short-term memory. May forget and lose things” saya belum terlalu perhatikan. Namun ketika buka Dyspraxic Teems Forum, dimana disitu ada daftar singkat permasalahan yg dihadapi, salahsatunya lagi-lagi menyebut: “Poor short term memory. E.g. If given a list of instructions to carry out, may remember the first and last one but not the ones in between” saya jadi ingat kejadian lupa-nya Reza yang membuat dia agak tantrum sehingga bikin saya bingung waktu itu.

Kejadiannya belum lama terjadi saat terapi diawal tahun. Saya merekam sesi terapi itu dengan maksud mau melihat bagaimana Reza teralih perhatiannya kalau menulis selagi ada tivi yang hidup didepannya. Namun tujuan itu tidak kesampaian, karena justru Reza kelihatan fokus sekali hari itu. Walau sesekali lirik tivi, namun dia menulis dengan cepat, dan hasilnya cukup baik.

Ketika terapisnya minta Reza ceritakan kembali apa yang ditulisnya secara verbal, Reza bilang “Lupa”. Saya merasa Reza lagi cari alasan, supaya ada istirahat atau apalah, karena Reza paling bisa membuat alasan untuk mengulur waktu atau supaya tugasnya dikurangi. Tapi Reza berkeras bilang lupa, bahkan bisa terlihat dia mulai kesal. Ia tetap bilang lupa sampai akhirnya jadi marah betul dan Reza waktu itu sampai menendang kursi. Walau kaget karena Reza tidak pernah menunjukkan kemarahan seperti itu, saya tetap belagak kalem. Dan ketika itu berpikiran Reza lagi capek barangkali, sehingga agak tantrum seperti itu.

marahbangetd

Saya jadi baru terpikir sekarang setelah membaca soal ‘poor short term memory’ diatas bahwa saat itu berarti Reza betul-betul lupa, dan bukan bikin-bikin alasan seperti biasa. Haduh rasanya sedih banget, karena saya salah mengerti dan menganggap Reza bikin alasan saja, dan baru sekarang saya bisa paham kalau memang bisa saja Reza betul-betul lupa.

Seperti yang dituliskan dalam Dyspraxia Awareness Sheet dari Dyspraxia Foundation, Dyspraxia ini adalah kondisi tersembunyi, karena dalam keadaan normal anak-anak dengan Dyspraxia tampak tidak berbeda dari rekan-rekan mereka, sampai ada keterampilan baru yang dicoba atau hal yang sudah dikuasainya dirubah konteksnya, saat itulah masalahnya menjadi terlihat.

Tidak heran jika salah satu video tentang dyspraxia berjudul Misunderstood Mind.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s