Kittens

11

Kami sudah beberapa kali ‘mencoba’ punya peliharaan. Yang pertama sekali adalah sepasang burung yang kami bawa ketika pindah dari rumah orangtua ketika baru menikah. Kedua burung ini cukup lama menjadi peliharaan, sampai ketika wabah flu burung melanda Jakarta. Akhirnya mereka kami relakan terbang tinggi ke awan🙂

Kemudian ketika anak-anak sudah mulai bisa minta peliharaan, berbagai macam hewan kami coba pelihara. Mulai dari ikan hias, hamster, burung lagi, dan lobster mini. Semua berakhir tragis, umumnya hewan tersebut jadi tumpuan kegemasan bocah-bocah dan tidak bertahan lama umurnya. Atau jadi terlalu kenyang karena diberi makan terus.

Kasihan pada nasib hewan-hewan tersebut, akhirnya saya beri ultimatum: tidak boleh minta hewan peliharaan kalau belum bisa mengurusnya. Mamanya tidak mau ada tambahan kerja mengurus hewan, sementara mereka tinggal main dengan hewan-hewan tersebut.

Karena itu ketika ada kucing liar (betina) yang sering bertandang kerumah, Reza lalu memberinya nama: Pusi. Seolah mengerti kalau ada yang menyayangi, si Pusi pasti datang tiap pagi, siang dan malam, tepat waktu kami sedang makan. Pusi tahu kalau kami akan bagi makanan, dan akhirnya jadi pengunjung tetap dirumah.

430882_2641324469244_794888778_n

Si Pusi ini kalau manusia mungkin cantik sekali ya, karena setiap musim kawin, pasti banyak kucing-kucing jantan yang mendatangi rumah kami. Bahkan berkelahi memperebutkan Pusi. Akibatnya Pusi sering sekali hamil, namun kami tidak pernah tahu bagaimana nasib anak-anaknya. Jarang sekali Pusi beranak dan kami tahu dimana dia tempatkan anak-anaknya itu, dan  bagaimana anak-anaknya tumbuh besar. Hanya ada satu yang pernah kami lihat, dan itupun cuma beberapa kali ikut kerumah.

Yang terakhir Pusi beranak, kebetulan kami tahu dipohon mana Pusi meletakkan anak-anaknya. Tidak tega melihat bayi-bayi kucing itu tergeletak diatas tanah dikerumuni lalat akhirnya saya pindahkan kedalam kardus, dan diletakkan di teras rumah. Walau kelihatan tegang ketika anak-anaknya saya pindahkan (dengan memakai sarung tangan supaya tidak ‘bau tangan’) tapi Pusi kelihatan cukup senang diberi tempat di teras.

pagepuss

Dari keempat ekor anaknya, hanya dua yang bisa tumbuh dengan baik. Sedangkan dua ekor yang sejak lahir sudah kelihatan ringkih mendadak hilang satu persatu. Menurut keterangan teman yang biasa memelihara kucing, induk kucing bisa jadi kanibal dan memakan anak-anaknya sendiri jika dia tahu anak-anak tersebut tidak akan survive nantinya. Hiii…

540229_4118987409894_739660635_n 155809_4118993090036_711130039_n 547471_4118992010009_1913271380_n

Sekitar sepuluh hari diteras rumah, suatu hari anak-anak kucing menghilang dari kardus. Saya bingung, tapi akhirnya melihat Pusi membawa anaknya masuk kedalam got. Kebetulan ketika itu belum mulai musim hujan, dan got dalam keadaan kering. Haduuh, walau gregetan, kasian pada anak-anak kucing, saya tidak bisa apa-apa. Sampai ketika hujan turun cukup deras, saya dengar suara ngeong kucing-kucing kecil, dan lihat satu ekor didepan rumah. Sementara satu lagi suaranya terdengar didalam got, sepertinya terjebak didalam. Induk kucing kelihatan bingung, akhirnya saya bantu yang didepan rumah, saya masukkan kembali kedalam kardus dan keringkan. Sore harinya saya lihat isi kardus bertambah, baik induk dan kedua anaknya berkumpul lagi.

30s 16s 13s

Sepuluh hari diteras rumah, lagi-lagi anak kucing menghilang. Kali ini saya temukan didekat mesin air. Gemetar badan mereka, sementara saya ngedumel didalam hati, kok induk kucing ini  oon ya, tidak mau diberi tempat yang enak. Tapi ya mungkin karena kucing liar, si induk tidak mau dipelihara dan tetap memilih tinggal diluar.

Masih satu kali lagi saya selamatkan si kucing-kucing yang lucu itu, sampai kemarin akhirnya mereka lagi-lagi dibawa pergi induknya, dan lagi-lagi diletakkan di got yang kering. Saya menyerah, walau Reza kecewa, tapi saya katakan: kalau jodoh nggak kemana. Kalau memang si anak-anak kucing senang disini, pasti mereka tetap akan tetap berkunjung, seperti Pusi sang induk.

gots

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s