Sun, Sand and Family Fun

Sebelum liburan tiba, ibu saya kepingin sekali liburan bersama di pantai. Karena kesibukan masing-masing, kami sekeluarga besar jarang berlibur bersama. Jadi liburan Desember yang lalu kami sudah rencanakan pergi bersama, dan tujuannya ke pantai Anyer.

Sengaja memilih tanggal yang bukan long weekend, perjalanan kami menuju hotel cukup lancar. Asiknya lagi, kakak saya yang memimpin konvoy memilih rute yang tidak biasa melewati kota Mancak, sehingga mata kami disegarkan dengan pemandangan pedesaan -bukan jejeran pabrik- seperti di foto berikut ini. Sayang kami tidak bisa berhenti untuk mengambil foto, karena walau jalan yang dilewati cukup mulus tapi tidak begitu lebar dan naik turun. Karena itu tidak mungkin untuk berhenti, karena parkir dipinggir jalan bisa membahayakan.

Mancak

Sepanjang jalan, anak-anak melihat keluar jendela dengan tidak sabar, sambil bertanya “Sudah kelihatan belum pantainya?” dan ketika mulai terlihat laut dibalik pepohonan. Sampai di Anyer, kami makan siang dulu di restoran yang jadi favorit keluarga kami. Saya jadi teringat liburan terakhir kali bersama ayah almarhum, yang berarti sudah 7 tahun yang lalu kami singgah disini. Suasana resto tersebut tidak banyak berubah karena terawat baik, bahkan lahannya jadi lebih hijau dari yang saya ingat. Selesai makan dan berfoto-foto dengan background yang hijau, kami lanjut ke hotel.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA  OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Begitu sampai di hotel, anak-anak sudah tidak sabar, ingin langsung ke pantai. Karena tas pakaian pun belum dibuka dan baju renang belum dikeluarkan mereka cuma berganti celana pendek saja. Begitu sampai di pantai, yang saya rasakan pertama kali “Wow ombaknya besar” tapi itu tidak menyurutkan keinginan anak-anak untuk main di bibir pantai. Awalnya sih mereka cuma main pasir, namun lama kelamaan setelah basah terkena jilatan ombak, mereka pun nyemplung ke air laut. Sekitar 2 jam bermain, kamipun kembali ke hotel, istirahat dan… makan lagi! Karena bergerak dan bermain, saat menginap tersebut kami makan sampai berkali-kali, untung saja memang sudah menyiapkan lauk dan membawa rice cooker dari rumah, sehingga kami tidak perlu keluar mencari makanan.

24s OLYMPUS DIGITAL CAMERA25s

Anak-anak seperti tidak ada habis energinya. Kalau kami merasa perlu istirahat sejenak, mereka dengan tidak sabar mengajak terus: “Ayo ke pantai lagi”. Akhirnya menjelang sore kami kembali kepantai. Kali ini anak-anak memakai pakaian renang, kapok dengan banyaknya pasir yang ikut didalam pakaian mereka tadi hehe..

42 43s

Kali ini Ayang juga ikut ke pantai, lalu duduk santai di tikar sambil di pijit. Tidak lama duduk, datanglah penjual pete, lalu penjual udang, wah tadi siang kok kami tidak didatangi ya? Mungkin kelihatan kalau wajah Ayang itu suka belanja ya hihihi… Akhirnya pete pun ber pindah tangan, dan menu makan malam kami bertambah dengan udang-udang segar yang kami goreng sendiri nantinya.

32s OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Kalau saja langit tidak menggelap  menjelang magrib, mungkin anak-anak tidak mau diajak pulang ke bungalow. Mereka betul-betul menikmati hempasan ombak di tubuh, dan bermain pasir membentuk entah apa yang dibayangkan mereka. Akhirnya kami pulang ke kamar, dan mandi membersihkan pasir yang lengket di tubuh.

Selesai mandi, hmmm bau udang goreng sudah menyerbu hidung. Makan malam makin terasa nikmat dengan udang goreng yang dibeli di pantai tadi. Habis makan anak-anak masih ber energi untuk main catur dan ular tangga, sementara saya sudah berkali-kali menguap. Tapi begitu dipaksa naik ke tempat tidur, tak lama mereka langsung pejamkan mata dan terbang ke alam mimpi…

123

Pagi hari setelah sarapan anak-anak langsung lari ke pantai lagi. Kali ini mereka mencoba foam board untuk berselancar. Ombak laut juga masih besar, tapi justru bikin mereka senang. Tidak ada cape-capenya bulak-balik mereka menunggu ombak lalu meluncur ke pinggir pantai. Karena Papanya ikut bermain, saya bisa duduk manis diatas tikar yang disewa sambil makan eskrim, bikin Reza teriak-teriak dari jauh “Mama makan apaa?” hahaha…

Selesai renang, kami pindah ke kolam renang hotel sebentar. Namun karena cukup ramai yang berenang disitu, anak-anak malah minta kembali ke bungalow. Kami pun mandi dan siap-siap membereskan barang bawaan, karena sudah akan kembali ke Jakarta menunggu kakak-kakak saya yang sedang mencari ikan ke Labuhan. Saat mereka tiba di bungalow, kamipun merapihkan dan masukkan barang-barang ke mobil, dan akhirnya mulai berjalan kembali ke Jakarta.

48s 49s 50s

Walaupun sudah diberitahu sebelumnya, Lukman rupanya belum terlalu ngeh kalau kami sudah akan kembali ke Jakarta, dan baru tersadar ketika rombongan masuk ke jalan tol. Hebatnya, Reza sudah bisa mendeteksi kegundahan adiknya sebelum menangis, dengan bilang: “Mama, lihat tuh, bibirnya adek sudah kebawah” Memang kalau sudah tidak nyaman, mimiknya Lukman khas banget, bibirnya rapat menempel dan kedua ujungnya tertarik ke bawah, dan akhirnya pasti menangis. Berkali-kali Lukman bilang “Aku mau kembali ke Cilegon, mau ke hotel Anyer…”. Bahkan ketika kami berhenti untuk makan siangpun Lukman tidak mau makan dan minum saking sedihnya. Maunya duduk dipangku dan menempel ke mamanya. Ada beberapa jam Lukman seperti itu, namun ketika sudah mendekati Jakarta dan terus diajak main dan bernyanyi oleh Reza dan uda Ivan, sudah kembali lagi cerianya.

Sampai dirumah saya pikir mereka akan cepat tidur karena letih dengan kegiatan sejak pagi dan perjalanan pulang. Ternyata enggak tuh, mereka tetap tidur malam seperti biasanya di malam liburan. What a great way to start the vacation!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s