Sakit Liburan

Sepulang dari liburan di Anyer anak-anak terlihat sehat walau malas bangun siang. Karena itu saya tinggal mereka sebentar untuk belanja mingguan. Sampai dirumah lagi sesudah belanja, saya kaget lihat Lukman sedang tidur. Lukman tidak pernah tidur siang, kecuali sedang tidak enak badan. Ketika saya tanya pada asisten dirumah, ia bilang memang setelah makan siang Lukman muntah, lalu bilang pusing.

1

Tidak lama, Lukman terbangun, dan minta minum. Saya berikan minum, dan diteguknya seperti kehausan. Tidak lama setelah ia minum, Lukman muntah lagi dan cukup banyak yang keluar, sepertinya makan siangnya tidak tersisa lagi di perutnya.

Keesokan harinya semakin sering Lukman muntah,setiap ada makanan/minuman masuk, ia pasti muntah. Saya yang tadinya santai saja karena Lukman tidak demam dan diare akhirnya memutuskan Lukman dibawa ke emergency saja karena dokter yang biasa pegang Lukman sudah selesai prakteknya. Dalam perjalanan kerumah sakit Lukman sempat muntah lagi.

Sampai di emergency Lukman langsung ditidurkan di ranjang anak, kebetulan ada yang kosong. Setelah kedatangan kami, berturut-turut dua anak balita dan seorang bayi masuk, sehingga tempat tidur emergency pun penuh.

2

Lukman langsung diperiksa dokter, dan dokter langsung menyarankan agar Lukman diinfus dengan botol kecil untuk meredakan muntahnya, lalu juga diperiksa darah untuk mengetahui penyebab muntah-muntahnya itu. Hebatnya, ketika dimasukan jarum infusnya Lukman tidak menangis, Cuma bilang “Aduh, aduh sakit, hati-hati dengan aku…” Walau lagi cape dan kuatir, saay sempat senyum juga mendengar omongan Lukman itu.

3 4

Ketika obat mulai masuk lewat tetesan infuse itu, Lukman kelihatan lebih tenang. Bahkan bisa ngobrol dengan suster yang sambil periksa darah sengaja mengajak Lukman bicara untuk mengalihkan perhatian. Topiknya mulai dari sekolah, Anyer, sampai ke Gangnam style… hahaha… susternya pinter banget mengambil hati Lukman.

5

Saat di emergency Lukman sama sekali tidak muntah, jadi setelah infusnya habis, lalu diberi resep untuk obat dirumah, kamipun pulang. Menurut dokter sakitnya Lukman karena masuk bakteri, mungkin dari air laut, mungkin dari tangan yang kotor. Sesampainya dirumah Lukman sempat muntah lagi satu kali, karena melihat warna obatnya yang ‘jreng’ banget: satu sirup warna kuning terang, satu sirup warna pinky. Haduuh gimana mau sembuh kalau muntahkan obatnya terus. Akhirnya cuma sirup kuning yang masuk (antibiotiknya). Juga walau obat sudah masuk, Lukman mulai demam sampai 38,7 C, tidurnya sangat gelisah, mengigau dan bergerak terus.

Akhirnya keesokan hari sesudah Lukman muntahkan obatnya lagi, siangnya saya kembali ke dokter yang biasa periksa Lukman. Dokter meresepkan satu obat tambahan, dan juga menambahkan antibiotik yang sama dengan yang kemarin, sirup kuning tsb. Sedangkan sirup pinky tidak diteruskan, karena malah bikin Lukman muntah melihat warnanya yang jreng itu. Dokterpun tidak memaksa Lukman harus makan, “Tiga hari tidak makan tidak apa-apa bu, yang penting minum harus masuk terus. Minum teh manis hangat tuh, paling cocok untuk kondisi Lukman”. Saya lega, karena Lukman masih mau minum teh manis hangat seperti yang dokter sarankan itu. Sepulang dari rumahsakit Lukman sempat muntah satu kali, tapi itu yang terakhir. Malamnya Lukman lebih lelap tidurnya. Keesokannya sudah mulai kegiatan seperti biasa Lukmannya, walau tidak mau makan dulu.

7

Alhamdulillah, sesudah pagi dan siangnya Lukman tidak makan sama sekali, keesokan sorenya Lukman sudah mau makan nasi lembek sedikit. Muntahnya sudah tidak ada, dan semakin kelihatan segar Lukmannya. Kondisinya semakin membaik, sehingga dua hari kemudian Lukman sudah bisa berlarian dan loncat-loncat seperti biasa (‘́⌣’̀ )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s